Akomodasi / Hotel

ZenRooms Dago, Kamar Budget Hotel Yang Menyenangkan

zenrooms teuku angkasa

Design kamar modern minimalis. Nuansa warna cream dan putih membuat kamar terasa lebih lega dari ukuran sebenarnya. Free wifi. Sarapan gratis a la buffet dengan menu makanan pokok orang Indonesia, menjadi sumber energi sebelum kembali menjadi penjelajah kota Bandung.

***

Sebenarnya, ini bukan untuk pertama kalinya aku menginap di budget hotel. Pernah beberapa kali aku menjatuhkan pilihan pada akomodasi jenis budget hotel pada saat traveling. Sebut saja ketika ke Surabaya bersama Daffa’ & Abyan. Atau ketika perjalanan honeymoon dengan Ojrahar ke beberapa negara ASEAN.

Alasan utama mengapa budget hotel menjadi pilihan adalah karena harganya yang relatif murah, namun tetap mengutamakan kenyamanan berupa ruangan dengan tempat tidur dan kamar mandi pribadi, fasilitas di dalam kamar lengkap seperti AC, TV layar datar, meja tulis, air minum gratis, sampai ke slippers dan juga perlengkapan mandi. Oya, satu lagi, budget hotel juga biasanya memberi fasilitas sarapan gratis a la buffet, meskipun variasi menunya terbatas. Yee, kalau mau menu variatif nginep di hotel bintang lima sono. Beda harga tapi!

twin zenrooms

Perbedaan paling terlihat antara budget hotel dengan hotel adalah dari segi fasilitas lainnya, seperti tidak ada kolam renang, juga ukuran kamar yang lebih sempit. Tetapi toh, tujuan kita menginap juga hanya sekedar numpang tidur. Kenapa memilih hotel yang mewah dengan fasilitas lengkap kap kap, kalau malah kita lebih banyak keluar hotel untuk menikmati obyek wisata lainnya?

Eaa, ini prolognya jadi kepanjangan.

Anyway, aku mau cerita pengalaman menginap di ZenRooms yang ada di Jl. Teuku Angkasa, Dipatiukur, Bandung. Lokasinya di daerah Dago, dekat sekali dengan kampus UNDIP, alias University of Dipadjajaran. *dikeplak rektor UNPAD*

How to get there-nya aku kurang faham ya. Baik kalau naik angkutan umum, maupun kendaraan pribadi. Tapi guys, jaman transportasi online sekarang mah udah ngga usah pusing cari alamat. Di Bandung kan udah ada gojek dan uber. Capcus aja tinggal duduk manis. Seperti aku juga kemarin yang tinggal duduk manis ngikutin itinerary yang sudah disusun oleh Go Vakansi Tour & Travel. Jadi perjalanan ke hotel dengan bus pariwisata pun kulewati dengan bobok cantik. Tau-tau udah sampe aja. Hihi.

PicsArt_05-12-11.29.03

Aku dan rombongan tour #150KMAway tiba di Zen Rooms Teuku Angkasa sekitar jam 8 malam. Panitia langsung bagiin kunci kamar. Aku kebagian kamar 207, yang mana kamarnya ada di lantai 2, dan ngga punya akses jendela untuk ngintip ada apa di luar sana. But it’s OK lah, kan niat check-in juga untuk numpang tidur doang.

Kamarnya bersih dengan dua tempat tidur ukuran single. Ada meja kecil di kedua sisi tempat tidur. Di salah satu meja ada telepon yang bisa digunakan untuk internal hotel. TV layar datar terpasang si dinding. Di bawahnya terdapat meja tulis dengan 2 botol air minum yang disediakan gratis. Tepat di sebelah meja tulis, ada lemari dengan beberapa hanger untuk menggantung pakaian.

Di dalam kamar mandi, 2 handuk putih lebar disediakan. Sabun dan shampoo tersedia dalam dispenser sabun yang dipasang di dinding, bersebelahan dengan handle selang shower. Penglengkapan mandi lain juga tersedia, seperti sikat, Β pasta gigi, dan sendal hotel. Sendal hotel, walau keliatannya sepele, namun penting dan banyak dicari oleh tamu. Terlebih jika lantainya tidak ditutupi karpet. Sendal hotel bisa menangkal hawa dingin lantai saat kita masih harus mondar mandir di dalam kamar.

Malam itu, aku dan Mba Lidya – teman sekamarku – tidak langsung tidur setelah unpacking. Hari masih terlalu sore lah kalau masih jam 9-an di Bandung. Kebetulan ada teman travel blogger yang nyamperin kami ke hotel. Namanya @nugisuke. Bersama Salman & Adi yang juga peserta trip #150KMAway, kami akhirnya ngobrol santai di lobby hotel. Untungnya, ada sofa yang lebih dari cukup untuk menampung kami berlima saat ingin ngobrol haha hihi. Bahkan ketika @takdos bergabung dalam obrolan kami.

Suasana lobi hotel malam itu lumayan sepi. Maklum, kami ngobrol sampai jam 12 malam lewat banyak puluh menit. Mungkin tamu-tamu sudah pada larut ke alam mimpi di atas kasur-kasur empuk, di balik bed cover dengan bahan linen yang lembut. Tapi kulihat ada petugas resepsionis yang masih terjaga bahkan saat akhirnya @nugisuke pamit pulang, dan kami bubar masuk kamar masing-masing.

Sebelum masuk kamar, aku sempat juga memotret suasana dining room yang bersebelahan dengan loby hotel. Dining room tidak terlalu luas, tetapi keliahatannya bisa menampung sampai 50 orang.

Selesai memotret suasana dining room, aku & Mba Lidya masuk kamar, lalu masih sempat mandi tengah malam sebelum terbang ke alam mimpi. Ya ngga enak kali tidur dalam keadaan badan lengket setelah seharian jalan-jalan. Untungnya kamar mandi dilengkapi water heater, jadi bisa tetap menikmati mandi malam-malam dengan air hangat.

Paginya, tepat jam 8 pagi kami turun ke dining room menggunakan tangga. Sebenarnya ada lift, tapi kok ya nanggung sebab cuma turun satu lantai aja.

Dining room belum terlalu ramai. Jadi bisa leluasa untuk ambil menu sarapan tanpa antri.

Pilihan pertamaku kalau sarapan di hotel tentu saja buah dan jus. Ada potongan buah melon dan semangka di atas pinggan lebar. Letaknya berdekatan dengan dispenser jus. Juga satu meja dengan aneka sereal dan susu, serta roti dengan berbagai pilihan selai, lengkap dengan pemanggangnya. Oya, di meja yang sama, ada kue-kue juga. Aku tertarik nyicipin bubur candil dalam cawan kecil. Tadinya kufikir itu mouse cake. Hihi.

Biasanya, setelah menandaskan segelas jus dan menyantap buah, aku akan mengambil dua lembar roti tawar dengan selai coklat dan stroberi. Tetapi di Zen Rooms aku tidak melakukannya. Mengapa? Karena aku butuh banyak energi untuk melanjutkan penjelajahan di sekitaran Bandung bersama rombongan trip. Jadi, aku harus melupakan kebiasaan sok-sokan sarapan a la western dengan roti, dan kembali ke asal yang Indonesia banget, yaitu nasi dengan sayur dan lauk pauk.

Di meja prasmanan, ada nasi, mie goreng, ayam kecap, sayur tumis sawi, serta sambal dan kerupuk. Di meja yang sama, ada bubur ayam juga.

Hmm, andai punya banyak waktu, aku bisa betah duduk di dinning room untuk nyobain semua menu, sampai akhirnya jam sarapan habis dan aku diusir satpam. Eh, haha. *elus-elua perut* Sst! Makanannya enak. A la masakan rumah. πŸ˜‰

IMG-20160512-WA0004

Kamu mau coba juga menginap di Zen Rooms yang punya jargon “Travel More, Pay Less!”Β itu? Boleh cek di www.ZenRooms.Com ya! Pilih aja kamar yang sesuai selera, lalu masukkan kode ZENNOE untuk dapat potongan sebesar Rp100.000.- Off!Β Tenang! Tanpa minimum order kok.

Di Indonesia, Zen Rooms hadir di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Jogja, Surabaya dan Bali. Hadir juga di Singapore, Filipina, Hongkong, bahkan Brazil, dan beberapa negara lain. Cek sendiri deh di webnya yaa.

Oya, sebelum check-out, kami masih sempat seseruan di kamar dengan foto ala ala. Haha. Sebab sayang aja gitu kalau suasana ZenRooms yang nyaman dan menyenangkan ngga dimanfaatin buat seru-seruan. πŸ˜†

zenrooms collage 2

28 thoughts on “ZenRooms Dago, Kamar Budget Hotel Yang Menyenangkan

  1. wow seruuuu. Budget hotel emang cocok jika kita banyak aktifitas di luar ya. Aku beberapa kali nginep juga di budget hotel saat ke Surabaya dan nyaman2 aja, yang penting bersih.

  2. Wohh.. Jadi waktu itu nyari temen, mau diajak kesini toh. Budget hotel emang jadi pilihan banget buat ngirit tapi pengen tetep dapet kamar yang nyaman. Rate per malamnya ngga sekalian ditulis ya noe? Bisa jadi rekomendasi pas ke Bandung nanti. Kebetulan akhir tahun mau end year holiday ke Bandung πŸ™‚

  3. jadi inget,kalo ke pekanbaru seringnya cari hotel budget..kamarnya nyaman,sarapanya enak…puaslah buat istirahat hehehe. wiii ada pocernya..^^

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.