World of NOE

Zenfinity – Tentang Keseimbangan, Kebebasan & Tanggung Jawab

“Lagi marahan mba?”

Komen, pertanyaan dan reaksi seperti itu sering aku terima. Biasanya saat aku sedang jalan dengan banyak teman dan ada Ojrahar. Karena aku bisa lebih banyak menghabiskan waktu seseruan bareng teman, dibanding berduaan saja dengan dia.

Kalau melihat karakter kami masing-masing, kukira hal itu wajar saja. Aku yang pecicilan, ramai, dan senang haha hihi dengan banyak teman. Sementara dia pendiam, suka mengamati, dan lebih nyaman kalau bicara one to one, bukan satu lawan banyak.

Tetapi mungkin kami memang pasangan yang aneh. Ngga normal. Sehingga ngundang orang untuk … kepo! But believe me, kami tetap intim kok kalau berduaan di kamar. *eh

Padahal dulu sebelun menikah, aku sempat ragu, apa aku bisa menghabiskan sisa hidup bersama dia? Jangan-jangan akunya bakal dituntut untuk jadi kalem juga. Tapi ternyata setelah dijalani, semua kekhawatiranku tidak terjadi. Walau pun tetap takes time untuk bisa saling menyesuaikan diri.

Salah satu contoh, pernah terjadi perselisihan antara kami saat sebelun menikah.

Sebagai perempuan yang (kurang lebih) sama seperti kebanyakan perempuan lainnya, aku ingin dia selalu memberi kabar. Apalagi kami LDR-an. Aku ingin selalu diberi tau, dia pergi kemana, dengan siapa, lagi ngapain, dll. Tapi itu tidak aku dapat dari dia. Whuah, jangan ditanya seberapa kesalnya aku. Muehehe.

Lalu di satu kesempatan, aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Aku harus melakukan apa sih, untuk bikin kamu lebih care dan ngerti apa maunya aku?” tanyaku.

Dan dia menjawab seperti ini, “ya ngga harus gimana-gimana, jadi dirimu sendiri aja seperti biasanya, gitu juga aku udah suka kok. Emang kamu maunya hidupmu diatur-atur gitu?”

Hak jleb ngga sih jawabannya?

Jawaban yang cukup mengena dan membuat aku harus merenung lama. Mencoba kembali mengrnali diri, bahwa sebagai seorang koleris, aku memang ngga suka diatur, tipe yang bakal semakin tertantang kalau dilarang-larang.

Lalu aku teringat pesan dosenku yang menguasai ilmu psikologi. Katanya, aku ini tipe dumb woman. Agak menyebalkan. Sesuatu yang kusebut sebagai ‘memegang prinsip’, diterjemahkan orang lain sebagai ‘aku yang seorang keras kepala’. Tapi, masih kata dosenku, kalau aku bisa menemukan laki-laki yang tepat, yang mengerti bagaimana how to treat me dengan cara yang tepat, relationship bisa berjalan dengan baik, dan sifatku yang menyebalkan bagi banyak orang bukan lagi sebuah masalah besar.

Awalnya memang agak kesal mendengar wejangan dosenku itu. Tetapi ternyata ada benarnya juga. Dan saat bertemu Ojrahar, aku merasa mendapatkan orang yang tepat yang dimaksud dosenku itu. Laki-laki yang memberi kebebasan penuh, yang percaya bahwa aku pasti tau sejauh mana batasan yang tetap harus aku patuhi.

***

Dan rasanya aku bersyukur sekali memiliki dia dalam hidupku. Seseorang yang tidak membuatku kehilangan diri sendiri, sehingga aku tetap bebas berkarya, bermimpi dan bercita-cita. Seperti juga sebuah brand smartphone dengan teknologinya yang tak terbatas. Kumerasa bahagia menemukannya. Brand smartphone yang telah banyak menemani dan mendukung banyak aktifitasku selama 3 tahun terakhir.

Adalah Asus yang baru saja menggelar event besar bernama Zenfinity 2017.

Zenfinity, penggabungan dari dua kata yaitu Zen dan Infinity.

Zen dalam filosofi Jepang, dilambangkan dengan lingkaran, yang berarti mencapai kekosongan dalam sebuah meditasi, sehingga seseorang mampu memahami diri sendiri dan sekitarnya, mencapai kedamaian dan menciptakan keseimbangan dalam hidup. Sedangkan Infinity berarti sesuatu yang tak terhingga. Tak terbatas. Sebuah kata yang mengingatkanku pada pelajaran matematika di bangku SD kelas 3 dulu. Tantang bangun-bangun datar dan garis simetris. Bahwa lingkaran memiliki garis simetris yang tak terhingga.

Dan pemahamanku akan kata Zen & Infinity itu membuatku bertanya, hal besar apa yang akan dikenalkan Asus lewat event Zenfinity 2017?

Rasa penasaranku kemudian terjawab ketika selembar undangan dari Asus mendarat di tanganku. Juga saat aku hadir dalam kemeriahan acaranya pada 16 Mei lalu di Pulman Hotel Jakarta.

Zenfinity 2017 adalah momen grand launching 2 smartphone terbaru Asus. Zenfone Zoom S dan Zenfone Live. Smartphone dengan keunggulannya masing-masing, untuk pribadi yang ingin bebas berekspresi dan berkarya sesuai jati diri. Persis seperti sesosok pasangan hidup yang tepat, yang membuatmu tetap menjadi diri sendiri, tanpa kekangan. Seperti Ojrahar kesayangan. *uhuk

Walau begitu, bebas dalam kata Zenfinity bagiku bukan berarti benar-benar tanpa batas. Zenfinity adalah kebebasan namun penuh bertanggung jawab. Karena tak sekadar kecanggihan teknologi yang Asus benamkan pada smartphonenya. Untuk lebih memuaskan keinginan pengguna, Asus juga memikirkan faktor penunjang lainnya agar smartphone selalu bisa diandalkan.

Asus mengerti bahwa semua menginginkan hasil foto yang bagus walau hanya dengan smartphone. Maka dibuatlah Zenfone Zoom S dengan teknologi dual kamera, dan diimbangi dengan kapasitas internal memory yang besar agar bisa memuat lebih banyak foto hasil jepretan kita. Asus memahami bahwa semakin canggih kamera, dan semakin tinggi kualitas fotonya, maka semakin besar resolusi dan ukuran filenya. Maka dibutuhkan memory internal yang lega pada sebuah smartphone.

Asus mengerti bahwa manusia punya banyak sekali kebutuhan dan aktifitas. Dan tak sedikit dari aktifitas penting manusia kini bisa terbantu dengan adanya smartphone. Sehingga berbagai aplikasi pun muncul. Mulai dari aplikasi sosial media untuk tetap terhubung dengan orang lain, game untuk releasing stress, mobile banking untuk transaksi perbankan, aplikasi photo dan video editor untuk pekerjaan yang lebih pro, sampai hal yang terkesan remeh temeh tetapi penting, seperti ide menu masak harian untuk ibu rumah tangga pun ada aplikasinya sekarang.

Untuk itu Asus memberikan RAM yang besar agar ada lebih banyak aplikasi bisa diinstall dan dijalankan di smartphone tanpa lag.

Asus mengerti, tak setiap orang bisa dengan mudah menemukan stekker listrik untuk mengisi ulang daya baterai. Contohnya aku yang sering melakukan perjalanan ke suatu tempat, seperti pulau kecil di tengah lautan dengan daya listrik terbatas. Maka diciptakannya smartphone dengan kapasitas baterai yang max untuk masa aktif smartphone yang lebih lama.

Asus mengerti bahwa manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Maka diciptakan juga reverse charging agar smartphone bisa saling berbagi daya baterai dengan smartphone lainnya.

Asus mengerti perempuan butuh merasa cantik agar lebih percaya diri, maka diciptakan tidak hanya Beautification untuk foto selfie, tetapi juga BeautyLive pada smartphone terbarunya bernama Zenfone Live. BeautyLive yang merupakan aplikasi untuk mempercantik wajah saat melakukan video live streaming, yang dapat langsung terhubung dengan berbagai sosial media yang menyediakan fitur live, seperti Instagram, YouTube atau BigoLive. Sebuah aplikasi terbaru dan terdepan karena belum dimiliki brand lain.

Asus mengerti, berdedikasi dan punya responsibility. Seperti yang diinginkan Ojrahar padaku sebagai istrinya. Ia memberiku kepercayaan dengan bayaran sebuah tanggung jawab. Seperti pesan Ojrahar saat kutanya tentang kebebasan seperti apa yang ia berikan padaku.

“Tanyakan pada dirimu, dengar hati kecilmu, dia tau mana yang baik dan buruk, mana yang boleh dan tidak, dan dia akan selalu bisa menuntunmu kemana harus melangkah” katanya dengan santai tanpa beban pun.

Jawaban yang lagi-lagi membuatku merenung dan mencoba mengenali dirinya lebih dalam lagi. Bahwa cara dia memperlakukanku itu bukan sekadar sikap, tetapi juga sebuah prinsip. Prinsip yang mampu membuatnya tetap tenang dan damai menjalani hidup dengan penuh keseimbangan. Seperti filosofi Zenfinity yang kupahami. Dan ku bahagia memilikinya.

28 thoughts on “Zenfinity – Tentang Keseimbangan, Kebebasan & Tanggung Jawab

  1. Hahaha… itu yang foto backgroud gunung sama laut sekaligus keren banget… masa itu cuma pake ponsel asus mbak jepretnya…?
    kayaknya gak deh,,

  2. Aku beli dan pakai asus karena tulisan2mu yang semuanya mengandung racun. Hahaha

    Untung yg ini gak disertakan harganya. Bisa2 aku itung2an lagi… Ini dijual berapa, beli yg itu kurang atau untungnya berapa. Hahaha

    Asus selalu mengerti kebutuhan ya, bukan cuma buat gaya gayaan…

  3. Asus memang selalu berinovasi ya. Selalu ada teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna seiring perkembangan zaman. Salut

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.