Newborn Photography by Noe, Uncategorized

Workflow untuk Pose Newborn Photography

Dulu, waktu baru mulai motret bayi, aku bisa menghabiskan waktu seharian. Bener-bener mulai pagi sampai sore. Sekarang, rata-rata 2 jam bisa kelar untuk 3 sd. 4 set up tema.

Yes, belajar dari pengalaman, akhirnya aku menemukan workflow yang cocok untuk setiap sesi newborn photoshoot, sehingga aku bisa lebih hemat waktu. Jadi pose apa dulu yang sebaiknya diberikan? Dan pose apa selanjutnya? Aku akan bahas semua dalam tulisan ini berdasar pengalamanku ya. Ke depannya, aku berharap bisa lebih rutin nulis tentang tips newborn photography yang semoga bisa memberi manfaat.

Oya, aku mau disclaimer dulu ya, workflow newborn posing yang aku tulis disini adalah urutan kerja pose paling nyaman yang aku rasakan saat ini. Nanti, mungkin akan berbeda tergantung kondisi. Yuk mulai kita bahas, secara beturutan pose-pose berikut ini yang biasa aku berikan kepada bayi dalam sesi foto bayi baru lahir.

Potato Sack Pose

potato sack pose - Sweetheart by Noe

Pose kantong kentang? Entah apa ya pertimbangan orang yang pertama kali bikin nama untuk pose ini. Hihi. Aku lebih suka menyebutnya sebagai pose kinder joy, soalnya bulet kayak telor surprise sih. đŸ˜€

Btw, menurutku ini pose ternyaman untuk semua newborn, karena posisi tangan dan kaki terlipat di depan dada, persis seperti posisi janin dalam rahim. Dengan batuan kain elastis, bayi di-wrap (dibedong) cukup kencang tapi tetap bisa bernafas dengan lancar (breathable). Kain yang digunakan minimal 2 sd. 3 lapis, ditambah sinergi posisi kaki dan tangan yang saling mendukung untuk menopang tulang punggung, jadi bayi bisa didudukan dan posisi kepala bisa tegak (standing). Di pose ini, biasanya aku bisa kasih 2 sd 3 kali ganti warna kain wrap dan aksesori berbeda untuk mendapat look yang lebih variatif.

Egg Wrap Pose

egg wrap pose - Sweetheart by Noe

Pose ini selalu aku berikan pada bayi setelah selesai potato sack pose. Untuk membuatnya, nggak butuh waktu lama dan perpindahannya nggak sampai membuat bayi bangun biasanya sih. Yang diperlukan hanya membuka bedongan dengan hati-hati dan lembut, sisakan wrap terakhir, lalu rapikan. Pada pose ini aku ingin menunjukkan tangan dan kaki bayi, walau nggak seluruh bagian terlihat jelas, tapi yang terpenting pesannya sampai, bahwa ini loh bayi manisnya, ini kedua tangan dengan 10 jari kecilnya, juga kedua kaki dengan 10 little toes-nya. Gitu.

Egg wrap bisa dibuat hanya dengan alas flokati (karpet bulu), atau juga menggunakan props seperti keranjang, bowl, kotak kayu, bahkan juga baby bed. Tergantung selera, kreativitas, dan tergantung permintaan ortu juga sih.

Chin on Hand Pose With Props

chin on hand pose - Sweetheart by noe

Sesuai namanya, posisi dagu dalam pose ini ada di atas tangan bayi. Biasanya aku menggunakan props keranjang, kotak kayu, kereta cinderella, dan baby bed. Pose ini aku berikan setelah selesai main wrap. Yang perlu kulakukan adalah melepas lapisan wrap dan menyisakan wrap lapisan pertama dan bebaskan kedua tangan. Jadi yang dibedong cuma sebatas kaki sampai pinggang aja. Posisi kedua kaki bisa dilipat di depan perut seperti bersila, atau  ke belakang seperti posisi kaki saat sujud/merangkak. Bagian yang ditonjolkan salam pose chin on hand adalah tangan yang melipat di atas sandaran untuk menopang kepala.

Fyi, chin on hand ini termasuk pose sulit. Aku harus melewati puluhan kegagalan saat mencoba membuat pose ini sampai akhirnya berhasil. Dibutuhkan trik khusus agar sukses.

Triknya bagaimana? Ikut lah kelas kursusku. Huehehe.

Posing Pod with Costume/Theme

posing pod - Sweetheart by noe

Ini pose yang biasanya aku buat di paling akhir. Kebanyakan klien yang aku dapat, akan meminta 1 set up tema dengan kostum relijius. Kalau baby girl ya pakai setelan gamis dan kerudung. Sedangkan untuk baby boy, ortu kebanyakan minta pakai set koko sarung dan pecinya, atau gamis dengan jubah dan sorban a la sultan dari negara Timur Tengah. Sebut lah tema anak soleh ya. Maklum, di Banten mayoritas muslim.

Tapi selain itu, ada juga beberapa kostum lain yang seringnya akan aku padukam dengan posing pod, atau yang lebih sering disebut baby sofa.

Untuk tingkat kesulitan pose duduk di posing pod bisa dibilang nggak terlalu susah. Bahkan pemula, kurasa bisa melakukannya. Kecuali kalau mau explore pose lain selain duduk, ya tentu lebih tricky.

Biasanya bayi akan terbangun sebelum dan setelah chin on pose, tapi akan cepet tidur lagi dengan cara diberi susu (milk break) sambil diberi sentuhan lembut di bagian tubuh yang mebuatnya merasa nyaman. Kalau sudah nyaman, tinggal pakaikan kostum dan buat pose pamungkas.

workflow pose newborn photography

Nah, jadiii, itu dia workkflow & 4 pose newborn photography yang biasanya selalu aku berikan kepada saat newborn photoshoot. Sebagai tambahan catatan, aku juga mau tulis alasannya. Kenapa pose ini dulu, kenapa pose itu terakhir? Yuk lanjut baca!

Why I said that this workflow is my comfort zone;

  1. Bayi suka dibedong dengan posisi yang sama seperti saat dia dalam rahim. Jadi biasanya bayi bakal langsung anteng sejak pertama aku mulai wrapping untuk potatp sack pose. Dalam hitungan menit, bayi akan tertidur pulas dan sesi foto bisa langsung dimulai. Oya, dengan catatan bayi sehat dan dalam keadaan kenyang ya.
  2. Egg wrap hanya butuh 1 lapis wrap, jadi aku hanya perlu mebuka lapisan luar wrapnya setelah potato sack dan menyisakan basic wrap yang jadi lapisan wrap pertama. Untuk itu, warna wrap laidan pertama harus sudah ditentukan sejak awal sebelum potato sack pose. Jadi saat akan membuat pose ini, aku tinggal tempatkan bayi ke flokati atau props yang sudah disiapkan dengan tema warna yang diinginkan ortu.
  3. Chin On Pose termasuk pose yang sulit dan tricky banget. Aku bahkan bisa bilang, nggak semua bayi merasa nyaman dengan pose ini. Bisa jadi karena posisi perut yang berada di bawah dan berpotensi tertekan, jadi kalau bayinya ada gangguan kolik, biasanya nggak mau diberi pose chin on. That’s why penting untuk pastikan dulu bahwa perut bayi tidak kembung, sudah deep sleep.
  4. Terakhir, seperti sudah kutulis di atas tadi, pose duduk di posing pod (sofa bayi) ini bisa kubilang tingkat kesulitannya rendah. Posisi bayi di posing pod juga sangat reileks, setengah berbaring gitu dengan support bantal dibawah punggung. Jadi cocok diberikan di akhir. Buatku pose ini semacam gerakan pendinginan kalau dalam rangkaian senam aerobik. Santaaaai… rileeeks. Pose yang pas untuk menghakhiri sesi foto bayi yang berharga.

So, buat temen-temen fotografer bayi yang mungkin sedang mencari workflow pose yang cocok, bisa dicoba yah.

1 thought on “Workflow untuk Pose Newborn Photography

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.