Tips Traveling

WithLocals.com – konsep traveling bijak dan menyenangkan

bali withlocals

Berinteraksi dengan penduduk lokal di suatu tempat yang dikunjungi adalah hal menarik dan menjadi hal paling menyenangkan untuk dilakukan ketika aku traveling. Banyak hal bisa dilakukan, seperti menginap di rumah penduduk lokal, melihat lebih dalam tentang budayanya, belajar dan mengenal bahasa daerah baru, mencicipi makanan khas atau sekaligus mencoba memasak makanan khas tersebut.

Bagiku, kegiatan ini sama halnya membaca dunia dalam mengartikan sebuah kutipan perjalanan milik St. Augustine. Bahwa dunia ini seperti buku, dan mereka yang tidak melakukan perjalanan berarti hanya membaca satu halaman saja.

Sebagai travel addict, masih banyak halaman buku baru yang ingin kubaca. Salah satu rencana traveling terdekat adalah mengunjungi Vietnam pada April mendatang. Beberapa hari lalu ketika aku sedang bingung saat menyusun itinerary, salah seorang teman menyarankan untuk mencoba mengikuti paket tur dari www.withlocals.com. Aku sendiri jadi penasaran, ada paket menarik apa disana. Yuk ah diintip!

Explore Beautiful Life of the Mekong Delta
Explore Beautiful Life of the Mekong Delta

Interaction with locals

Sebenarnya aku adalah tipe orang yang ogah ikut paket tur, karena ini membuatku tidak bebas dan terikat dengan jadual. Dan lagi, biayanya juga pasti lebih mahal. Akan tetapi, konsep yang ditawarkan oleh withlocals.com ini berbeda dengan tour industry kebanyakan. Aku menemukan sesuatu yang unik, dimana withlocals.com adalah situs yang manjadi perantara bagi travelers untuk dapat dengan mudah bertemu dengan penduduk lokal di wilayah Asia yang menjadi host (tour guide). Harganya pun masih dalam batas wajar, atau bisa diartikan tidak terlalu mahal.

10 hari trekking di Nepal. Wow!
Paket 10 hari trekking di Nepal. Wow!

Menikmati traveling dengan cara yang berbeda ternyata tak kalah menyenangkan, dan withlocals.com sangat peka akan hal tersebut. Menawarkan 3 macam pengalaman traveling yang bisa dilakukan bersama penduduk lokal, yaitu Eat With Locals, Tour With Locals, dan Activities With Locals. Wah, menarik! 😀

Aku jadi ingat saat traveling di Bali pada awal Desember 2013 lalu. Aku menginap di rumah Mba Wayan di desa Batubulan, seorang teman yang aku kenal melalui facebook. Di sana, aku menikmati suasana pedesaan yang masih asri. Pagi hari, aku berjalan menyusuri pematang sawah yang hijau dan bertegur sapa dengan beberapa petani. Menyusuri jalan-jalan komplek perumahan, sambil menikmati setiap detil arsitektur rumah-rumah penduduk lokal yang unik. Malamnya, kami berburu kuliner khas Bali di Pasar Senggol. Sementara di rumah, aku bisa melihat langsung bagaimana Mba Wayan melakukan prosesi sembahyang sebagai pemeluk agama hindu. Mulai dari menyiapkan sesaji dari berbagai jenis bunga yang biasa disebut banten, sampai dengan ritual sembahyangnya.

Ikut menjadi pemetik teh di Srilanka
Ikut menjadi pemetik teh di Sri Lanka

Sharing economy with locals

Betapa berarti hidup ini jika kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Konsep kepedulian ini juga yang ditawarkan oleh withlocals.com yang bertindak sebagai perantara, dan paket tur yang ditawarkan sepenuhnya di-arrange oleh penduduk lokal. Ini berarti dapat membantu penduduk lokal untuk menghasilkan pendapatan tambahan, serta membantu pertumbuhan ekonomi negara secara luas di bidang pariwisata.

Dan kabar baiknya juga, ternyata withlocals.com mencakup destinasi wisata di Indonesia, selain beberapa negara Asia yang lain seperti Thailand, Vietnam, Srilanka, Singapore, Malaysia dan Nepal. Saat aku coba cek di websitenya, ternyata sudah banyak penduduk lokal Indonesia yang terdaftar sebagai host di beberapa destinasi wisata populer dan terkenal dinamis karena budayanya seperti Jakarta, Jogjakarta, Bali dan Lombok.

A real local dinner in Mae Wang, Thailand
A real local dinner in Mae Wang, Thailand

Kedepannya, semoga akan ada lebih banyak lagi host dari daerah-daerah lain di Indonesia. Hal ini juga untuk menghindari pemikiran ekonomi praktis yang mulai membuat penduduk lokal menjadi silau karena uang. Seperti isu yang aku dengar dari penduduk lokal yang menjadi guide saat aku traveling di kawasan karst di Maros, Sulawesi Selatan, pada September 2013.

Sebagian masyarakat di sebuah dusun di Maros, hendak melepas tanah mereka untuk dijual kepada pengusaha komersil untuk ekploitasi industri. Padahal, kawasan tersebut memiliki banyak peninggalan sejarah zaman purba. Untungnya sebagian masyarakat tetap teguh bertahan. Sebagian aktivis pemuda juga giat memberi sosialisasi, mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam promosi wisata untuk mendapatkan penghasilan, dengan menjadi guide dan menyuguhkan keunikan lain seperti membuat souvenir atau menyuguhkan makanan khas.

Batik Workshop with Ibu Susi in Jogjakarta
Batik Workshop with Ibu Susi in Jogjakarta
Cycling tour in Singapore
Cycling tour in Singapore

It’s time to travel

Balik lagi ke rencanaku untuk traveling ke Vietnam bulan April 2014 nanti. Hmm.., sepertinya dapat dipertimbangkan untuk ambil paket tur melalui withlocals.com. Akan sangat menyenangkan jika aku bisa mengulang kembali pengalamanku travel with locals seperti ketika di Bali. Namun kali ini, di tempat yang sama sekali berbeda. Vietnam!

Let’s make any unforgotable moment!

Photos by Withlocals.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.