Tips and Tutorial, Tips Traveling

Traveling Simple Walau Bawa Botol Susu

Sejak dulu aku fikir, bahwa dengan hanya memberi ASI kepada bayi akan memberi keuntungan berupa ke-simpel-an saat traveling. Ngga perlu bawa-bawa termos air panas, sufor, beserta segambreng botol susu. Anggapan itu kemudian runtuh setelah aku punya anak yang keempat ini.

Saat ini, kondisi dan aktivitasku sudah berbeda. Dulu, kalau aku traveling yang berarti bener-bener buat jalan-jalan. Ngga ada kerjaan yang nengharuskan aku untuk pisahan sama baby. Kalau sekarang, ada kalanya aku traveling untuk kerja. Seperti meliput acara di luar kota sebagai blogger.

Kadang pake acara nginep, jadi ngga bisa tek tok pulang pergi dalam sehari. Mau ngga mau baby beserta bapaknya pun dibawa. Sementara aku meliput acara, si baby dan si ayah ASI menunggu di kamar hotel. Dan artinya, si baby tidak bisa menyusu langsung, harus dengan botol.

Dari pengalamanku beberapa kali traveling atau berpergian dengan baby K untuk kerja, so far aku merasa nyaman menggunakan botol susu Philip Avent wide neck. Soalnya leher botolnya lebar, jadi mudah dibersihkan. Ngga harus bawa-nawa sikat botol. Cukup dengan spons/busa pencuci, dengan menggunakan tangan atau jari-jari, seluruh bagian dalam botol bisa dijangkau dan dibersihkan.

Selain itu, ada beberapa tip dan traveling essential supaya lebih praktis dan memudahkan saat harus traveling dengan bayi, yaitu;

1. Cooler Bag dan Plastik ASI


Cooler bag fungsinya sebagai freezer untuk menjaga ASI tetap beku selama dalam perjalanan. Dan sebaiknya, yang dibawa dari rumah memang ASI beku dari freezer, sehingga membantu memberi suhu dingin di dalam cooler bag dan ASI tidak mencair. Setelah sampai, ASI bisa disimpan di kulkas yang ada di kamar hotel. Oya, lebih baik lagi kalau penyimpanan ASI beku memakai plastik khusus ASIP. Biar pulangnya ngga repot dan berat bawa botol kaca kosong.

2. Penghangat susu

Menghangatkan ASIP sebenarnya bisa dengan merendamnya di air hangat. Tetapi jadi agak repot karena harus rajin mengganti air hangat kalau sudah dingin. Dengan alat penghangat botol susu, keribetan itu bisa dibuat simpel. Hanya butuh listrik saja agar suhu air untuk merendam botol susu metetap hangat.

3. Botol susu wide neck


Botol susu dengan mulut leher yang lebar, tidak hanya memudahkan saat mencuci, tetapi juga memudahkan saat digunakan untuk menampung ASI jika memerah dengan tangan kosong. Saat berpergian, aku agak malas bawa pompa asi soalnya.

4. Sabun pencuci khusus botol susu

Untuk bayi, kita pasti maunya pakai peralatan yang steril. Kalau di rumah sih enak, bisa pakai sterilizer atau rebus-rebus di kompor. Jadi cuci botol pakai sabun pencuci biasa juga ngga terlalu masalah. Tapi saat traveling mungkin kita bakal sulit kalau mau rebus-rebus botol. Bawa sterilizer juga repot. Pilihannya bisa pakai sabun khusus untuk pencuci perlengkapan bayi seperti botol atau dot. Jangan lupa juga bawa sponsnya.

Oya, katanya, kalau pakai sabun khusus itu, kita ngga perlu repot rebus lagi untuk sterilisasi. Seperti yang sempat akubdengar langsung dari dr. Lula Kamar beberapa bulan lalu. Waktu itu aku datang di event launching Sleek Baby Diaper Cream. Sebagai brand anbassador Sleek Baby, dr. Lula Kamar juga sempat menjelaskan kelebihan produk Sleek Baby yang lain. Termasuk sabun pencuci untuk botol dot dan perlengkapan lainnya.

Walau begitu, aku rasanya kurang sreg kalau botolnya ngga disteril dulu. Minimalnya, kalau di hotel, setelah dicuci, botol susu akan aku siram atau direndam air panas, pakai teko pemanas air yang ada di hotel itu.

Intinya, aku ini tipe orang yang ngga suka ribet bawa banyaj barang bawaan kalau lagi traveling. Jadi walaupun bawa bayi dan harus bawa botol susu dan perlengkapan bayi lainnya, aku usahakan sesimpel dan seminimal mungkin deh.

Kalau kalian, moms traveler lain, gimana nih soal printilan bayi yang harua dibawa saat traveling? Punya pendapat lain?

19 thoughts on “Traveling Simple Walau Bawa Botol Susu

  1. Belum punya bayi sih Mba hehe tapi infonya aku catet nih biar kalo ada temen lahiran bisa jadi ide beliin kadonya yang bermanfaat kaya penjelasan di atas. 🙂

  2. Hahaha. komplit banget sih Mba bawaannya. Ibu-ibu itu emang super strong ya. Lebih strong lagi sama ibu-ibu yang traveling sama anak. Gak kebayang aku kalo punya anak nanti kaya gimana. Masih lanjut traveling apa engga. 😀

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.