Traveling Dengan Anak Alergi, Siapa Takut!

liburan-ceria-tempra-1

Beberapa waktu lalu ada yang kirim email ke aku. Isinya, bagimana tip traveling bersama bayi yang punya resiko alergi? Pertanyaan itu datang dari salah satu pembaca blog. Kebetulan di blog duniamaska, aku juga pernah menulis tentang Abang Ranu yang punya resiko alergi.

Beberapa tahun terakhir traveling memang booming. Pelakunya ngga cuma yang single. Yang sudah berkeluarga pun senang traveling. Entah untuk sekadar refreshing, mencoba pengalaman dan tantangan baru, atau juga untuk menciptakan kenangan berharga bersama. Masalahnya, bagi yang sudah berkeluarga punya kendala yang lebih banyak. Apalagi kalau ingin traveling sekeluarga, termasuk anak-anak dan bayi. Mulai dari budget extra, sampai kekhawatiran tentang kesehatan anak.

Terlebih kalau punya anak dengan riwayat alergi. Mengapa?

Alergen atau pemicu alergi, bisa datang dalam bentuk apapun, debu, udara dingin, makanan, minuman, dan masih banyak lagi. Aku sendiri punya alergi terhadap udara dingin. Walau tidak terlalu parah. Hanya pada saat peralihan musim panas ke musim hujan. Udara dinginnya bisa membuat kulitku bentol-bentol merah di sekujur badan. Riwayat alergiku ini ternyata menurun pada Abang Ranu.

Awal-awal MPASI, aku pernah memberinya bubur bayi yang berisi hati ayam. Seluruh badannya jadi bintik-bintik merah. Sedih rasanya. Dugaan sementara, hati ayam adalah alergen bagi Abang Ranu. Jadi aku harus menghindarinya. Tetapi untuk memastikan, satu saat nanti aku akan ajak Abang Ranu cek alergi. Supaya lebih jelas Abang Ranu alergi terhadap apa.

Orang tua di belahan bumi manapun, pasti ngga mau lah anaknya terpapar alergen. Dampaknya bisa sangat berbahaya. Mulai dari yang ringan deh, gejalanya seperti kulit kemerahan, bengkak dan gatal-gatal. Paling parahnya bisa sampai anafilaksis (atau terblokirnya saluran napas). Naudzubillah.

Tip Traveling Dengan Anak Alergi

Punya anak alergi memang PR besar bagi orang tua. Di rumah aja udah harus ribet. Memastikan kebersihan rumah dengan extra kalau anak punya alergi debu atau tungau. Atau juga memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari alergen seperti telur, seafood, kacang atau coklat.

Nah, gimana kalau diajak traveling? Lebih ribet lagi pastinya.

Tenang, keribetan itu bisa diatasi kok. Jangan takut traveling dengan anak yang punya bakat alergi. Kuncinya adalah persiapan, komunikasi dan kewaspadaan.

Pertama, kenali betul apa alergennya. Kalau alergi makanan, maka siapkan makanan dan minuman yang aman bagi anak. Dengan melakukan persiapan ini, kita dapat mengontrol lingkungan anak untuk mencegah adanya reaksi alergi, akibat hal-hal yang tidak disengaja. Usahakan menyimpan semua makanan dalam satu wadah besar. Hal ini untuk menghindari kontaminasi makanan dengan alergen.

Tetapi tip di atas sepertinya hanya berlaku untuk yang traveling dengan kendaraan sendiri ya. Kebayang dong kalau backpacker seperti aku harus bawa container besar berisi makanan. Haha.

Nah, untuk backpacker atau yang lebih suka gaya travelight, tetap bisa beli makanan on the spot. Jangan lupa cek label makanan sebelum membeli. Baca ingredients apakah aman atau mengandung alergen. Atau jika di rumah makan atau restoran, tanya kepada pelayan atau koki, untuk memastikan apakah makanan tersebut aman atau tidak untuk penderita alergi.

Prinsipnya sama kok seperti memilih makanan mana yang halal dan tidak. Kitanya yang harus aktif tanya. Itulah alasan kenapa komunikasi menjadi hal yang penting.

Kalau pergi travelingnya ke luar negeri, biasanya ada buku khusus tentang makanan dan jalan-jalan yang tersedia dalam beberapa bahasa. Jadikan itu sebagai sahabat selama traveling bersama anak.

Melakukan riset sebelum berpergian juga penting. Kenali daerah tujuan. Pelajari akses transportasinya. Cari informasi tempat makan. Pilih penginapan yang bersih dengan memperhatikan betul review para tamu di TripAdvisor.

Last but not least, obat-obatan pribadi harus selalu dibawa. Kalau perlu bawa surat keterangan dokter beserta copy resep obatnya. Terutama kalau traveling ke luar negeri. Takutnya disangka bawa obat terlarang kan. Nanti tinggal tunjukin surat dokter beserta copy resep.

Copy resep juga berguna banget kalau misal kehabisan obat saat traveling. Entah karena kehabisan atau jatuh dan hilang. Tinggal lari ke apotek untuk beli lagi.

Sebaiknya bawa juga perlengkapan lain yang menunjang. Seperti gel antiseptik dan masker. Soalnya, beberapa penderita alergi bisa sesak nafas hanya dengan menghirup udara yang mengandung alergen. Ngga cuma yang alergi debu lho. Yang alergi kacang juga bisa sesak nafas hanya dengan menghirup bau kacang, atau mengalami sentuhan dengan partikel kacang.

Simpan semua obat-obatan dan perlengkapan penunjang tadi dalam satu wadah. Letakkan di dalam tas tangan atau ransel pada posisi yang mudah dijangkau. Jadi sewaktu-waktu perlu, bisa diambil dengan mudah.

Dan jangan lupa, kunjungi dokter segera kalau ada gejala alergi yang timbul. Karena seberapapun kita sudah melakukan persiapan dan selalu waspada, bahaya alergi tetap ada.

Tetapi bukan berarti penderita alergi ngga bisa merasakan pengalaman traveling yang menyenangkan lho ya. Mari kita ulangi, kuncinya adalah JAUHI ALERGEN, lakukan persiapan, kmunikasi dan selalu waspada.

25 thoughts on “Traveling Dengan Anak Alergi, Siapa Takut!”

  1. Makasih tips nya Mba Nurul.
    Sejauh ini anak-anak saya nggak alergi.
    Memang kita harus mengenali dg baik bakat alergi anak ya agar bisa tertangani ketika kambuh.
    Apalagi kalau mau travelling.
    Persiapan tentu harus ekstra karena harus waspada terhadap alergen.

  2. anakku si Zoe alergi daging sapi, kalau kebanyakan makan daging hidung sama pipinya merah-merah. kalau bepergian diingat-ingat ga makan abon. biasanya kan kalo traveling sangunya abon abang2nya. duuh harus was[pada liat makannya

  3. Apalagi kak nadia tante…klo kumat alerginya trs asma. Makan ciki2an trs minuman yg berwarna langsung deh kumat padahal anak kecil plf ga tahan liat yg laya gtu kan πŸ™

  4. Yg ribet itu kalau si anak alergi udara, debu, yg di luar makanan menurutku,, kalau makanan cukup gak dikasi yg bikin alergi.. adikku dulu alergi dingin, tiap ke tempat dingin pasti mampir rumah sakit.. untungnya setelah terapi dan makin gede, bisa sembuh..

  5. Alhamdulillaah Yasmine aman. Ngga alergi sama makan. Aku pinginnya ngga. Jangan belum. Hahaha

    Kasian kalau ngeliat si kecil alergi ya, Mamake Ranu.

  6. Makasihh mba tipnya! πŸ™‚

    Kebetulan aku sama kid #1 alergi dingin dan debu, jadi aku dah tau lah penanganannya gimana ???? paling kalo pas dingin, yg lain jadi pada keberisikan gara2 kami berdua bersin sambil garuk-garuk. Ahahha..

  7. Anakku yang gede dulu alergi telor asin. Kalau makan langsung kulitnya bendul2. Tapi dia suka bangeet sama telor asin. Akhirnya dikit2 nyoba lagi. Eh, sekarang sembuh sendiri. Alhamdulillah πŸ˜€

    1. Beberapa klinik memang ada yg by pass prosesnya ya mba. Resep dokter lgaung dipegang sm petugas dan dibawa ke apotek. Kita tinggal antri ambil obat aja. Klo kita yg pegang kan bisa difotocopy dulu. πŸ˜€

Leave a Reply