Tips Traveling

Traveling dan gaya berpakaianku

Hari minggu lalu, salah seorang teman yang seorang wartawan di media lokal Banten, mengajakku wawancara ringan. Rupanya ia sedang melakukan riset untuk bahan tulisan terbarunya yang bertema jilbab dan traveling. Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti, ribet nggak traveling pake kerudung? Di luar negeri, ada yang memandang aneh ngga terhadap kerudung yang kamu pakai? Gaya berkerudung seperti apa yang kamu sukai ketika traveling? Dan sejenisnya.

Gaya berpakaian yang backpacker banget :D
Gaya berpakaian yang backpacker banget πŸ˜€

Ngomong-ngomong soal gaya dan fashion, aku bilang kalo aku ini suka yang simple. Biasanya aku memakai celana cargo dan atasan kaos dengan bahan yang menyerap keringat. Sedangkan untuk kerudung, biasanya aku memakai kerudung segi empat, yang jika akan dipakai harus dilipat menjadi segitiga terlebih dahulu. Tetapi aku juga tidak lupa membawa kerudung siap pakai (bergo).

Bergo ini sangat berguna untuk wara-wiri di lingkungan penginapan. Karena biasanya aku memilih penginapan murah (hostel) dengan letak kamar mandi terpisah dari kamar tidur (shared bathroom). Jadi kalo mau ada urusan sama kamar mandi, ya harus keluar kamar dulu. Jadi selama perjalanan dari kamar ke kamar mandi kan harus pakai kerudung tuh. Nah, niar praktis, pake bergo saja yang anti ribet.

Mendengar penjelasanku yang super simple itu, temanku bertanya lagi.

β€œJadi, kamu sama sekali nggak ngikuti trend fashion ya? Sekarang kan banyak tuh gaya hijab yang keren.” Tanya temanku menyelidik.

Pertanyaan itu justru mengingatkanku pada kesibukan beberapa tahun lalu, ketika aku jualan online di BBM dan facebook. Kujawab saja bahwa aku pernah sangat up to date mengenai perkembangan fashion di Indonesia. Tapi, bukan untuk mempercantik penampilanku sendiri. Melainkan untuk memenuhi permintaan pasar. Haha. Obrolan wawancara pun ditutup dengan sendirinya, seiring sharing soal pengalamanku saat menggeluti bisnis jual beli pakaian wanita.

Dulu, aku meraup keuntungan dari jualan online baju-baju perempuan, yang inovasi modelnya berkembang terus. Nggak ada matinya! Padahal jualannya cuma sebatas temen-temen BBM dan Facebook. Untungnya lumayan banget buat mempertahankan dapur supaya tetap ngebul. Maklum, waktu itu kan single parent.

β€œNah, kalo untung, kenapa berenti?” Tanya temanku kepo. Dasar wartawan ya, rasa ingin taunya gedee pisan.

Entahlah, waktu itu mulai bosan jualan. Mungkin karena aku kurang kreatif dalam mengembangkan pasar. Sempet kepikiran membuat wesite toko online untuk mengembangkan bisnis jual beli pakaian wanita. Tetapi belum sempat terwujud, eh akunya kenalan sama hobi baru, yaitu traveling. Yasudah, aku berhenti total jualan online-nya.

Dulu, stok bajuku numpuk banyak banget waktu aku berhenti jualan pakaian wanita. Sebagian aku kasih-kasihin ke teman yang main ke rumah. Ada juga yang aku obral, dan titip ke toko teman yang punya kios di pasar. Dan sampe sekarang tetep belum habis. πŸ˜€

β€œDulu, belanja dimana barang dagangannya saat menggeluti bisnis jual beli fashion?” Eh, temenku tambah kepo. πŸ˜€

Dulu aku dikirimi sama teman yang punya usaha konveksi. Dan untuk memenuhi permintaan pasar, aku juga beli di toko online yang menjual grosiran pakaian wanita dengan harga lebih murah. Sekarang, aku juga masih belanja online untuk kebutuhan sendiri. Toko online sekarang makin banyak aja, dan harganya bersaing. Nggak cuma jual beli fashion malahan, toko online bahkan jualan semua kebutuhan kita, seperti gadget sampai peralatan rumah tangga.

Pakai blouse untuk traveling selama hamil
Pakai blouse untuk traveling selama hamil

Akhir-akhir ini, web toko online yang sering aku intipin adalah lamido.co.id.

Aku lagi cari-cari blouse lengan pendek, atau malah yang tanpa lengan. Blouse ini bisa dipakai sehari-hari di rumah, ke kantor, juga untuk traveling. Blouse-nya tentu yang ukuran besar supaya bisa muat buat orang hamil. Postur tubuhku kan kecil, jadi meski hamil 9 bulan, masih muat pakai baju ukuran XL. Ngga tqu kenapa sudah aku ngga suka pakai baju khusus ibu hamil. Padahal ini sudah kehamilan ketiga, lho. Haha.

Buat kerja, blouse bisa dipadu dengan blazer yang aku punya biar tetap tampil casual, meskipun sedang hamil. Untuk traveling, blouse juga bisa dipakai, dipadu dengan manset, bolero, atau jaket. Simple, tapi tetep kece! πŸ˜‰

16 thoughts on “Traveling dan gaya berpakaianku

    1. Hihi iyaa, kalo jaket aku selalu bawa, rain coat plastik juga biasanya aku bawa kalo musim hujan. πŸ˜€

  1. kalo aku nggak bisa mak pake baju ga berlengan atau yang lengan pendek di dobelin manset atau kaos daleman, nggak sanggup sumuknya. gerah gitu rasanya. apalagi tanganku ini gede banget, model tangan gebug malng gitu, jadi wagu wes kalo pake model gitu πŸ˜›

  2. Aku dulu pas hamil juga nggak suka pake baju hamil yg feminin. Sukanya pakai celana panjang khusus bumil yg ada karetnya di perut itu, sama kaos saja. Simple dan nyaman dipakainya πŸ˜€

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.