Traveling dan Blogging jadi asik dengan Acer Aspire E1-432

Review Acer Aspire E1-432

Hal yang pertama kali terfikir dalam otak saya ketika mendengar atau membaca kata notebook adalah sebuah komputer jinjing yang bisa dengan mudah dibawa kemana saja karena bentuknya yang simpel. Tidak seperti personal computer yang paling tidak terdiri dari layar monitor, hardisk, keyboard dan mouse yang masing-masing merupakan perangkat terpisah.

Di era digital ini, semua orang tentu setuju jika komputer sudah tidak lagi dikategorikan sebagai barang mewah, tetapi merupakan sebuah kebutuhan. Seperti juga saya sebagai seorang yang memiliki hobi traveling dan sekaligus blogging.

Namun berhubung saya lebih menyukai jalan-jalan ala backpacker yang membawa semua kebutuhan selama traveling dalam satu ransel, tambahan notebook dalam ransel tentu memberi beban lebih pada pundak. Maka notebook tidak masuk dalam barang wajib untuk dibawa saat traveling. Sehingga saya harus menunggu sampai saatnya pulang, lalu menulis dan share cerita perjalanan melalui blog dari rumah.

Padahal menurut Gol A Gong, seorang traveler sekaligus penulis, menulis catatan perjalanan hendaknya jangan menunggu sampai perjalanan itu usai. “Menulislah pada saat perjalananmu belum berakhir,” katanya. Ada benarnya memang setelah saya fikir, karena saat kita telah kembali ke rumah, maka kita akan berhadapan dengan rutinitas dunia nyata. Seringnya saya menjadi tidak sempat untuk menulis. Kalaupun ada waktu luang, terkadang banyak hal yang ingin saya tulis namun saya lupa detil dari perjalanan tersebut. Hal-hal tersebut membuat saya jadi kehilangan mood untuk menulis. Alhasil, ada beberapa pengalaman traveling yang ceritanya menggantung begitu saja karena chapter-chapternya tidak rampung saya tulis dan share di blog ini. Hiks.., 🙁 menyedihkan!

Lalu saya mencoba menggunakan smartphone. Gadget dengan berbagai fitur lengkap seperti android menjadi pilihan saya. Saya mencoba beberapa kali posting tulisan di blog dengan handphone layar sentuh ini, tapi ternyata ribet. Qwerty layar sentuh yang ukurannya kecil membuat penyakit typo saya semakin parah saja. Ditambah lagi emosi yang kerap dibuat kesal karena sulitnya mengedit tulisan untuk layout supaya blogpost bisa tampil lebih cantik, seperti menyematkan foto, mengatur tulisan supaya tercetak tebal atau miring, atau membuat backlink pada kata atau kalimat tertentu. Hmm.., lagi lagi, gadget tidak banyak membantu.

Saat saya tahu bahwa Acer mengeluarkan notebook terbaru, aku tertarik. Hah? 30% lebih tipis! Lalu saya langsung browsing untuk mencari info lebih lanjut mengenai produk terbaru dari Acer, dan bertemulah saya dengan artikel dari Blog Resmi Acer Indonesia. Berikut saya kutip dua paragraf pertama dari artikel tersebut yang membuat saya kepincut.

Notebook tipis dan ringan kini memang menjadi pilihan yang menarik, terutama bagi pengguna yang aktif. Selain ringkas dan ringan, daya tahan baterai tinggi merupakan prioritas utama bagi pengguna highly mobile. Namun dari form factor tipis yang ditawarkan, umumnya produsen laptop harus mengorbankan beberapa fitur penting yang masih diperlukan sebagian pengguna.

Acer Aspire E1-432 adalah jawaban bagi spAcer yang menginginkan notebook dengan fitur esensial yang lengkap namun dengan form factor yang lebih bersahabat untuk para pengguna dengan mobile.

Dimensi: 30% lebih tipis!

Setelah membaca keseluruhan artikel, saya langsung jatuh cinta pada Acer Aspire E1-432 dan ingin memilikinya. Dimensinya yang lebih tipis itu juga tentunya labih ringan. Berarti bisa dong Acer Aspire E1-432 ini nyelip di ransel saat traveling. So, dengan gadget yang sudah saya punya yang bisa sekaligus menjadi hotspot modem, Acer Aspire E1-432 bisa terkoneksi dengan internet dan saya bisa menulis dan share di blog kapan saja saya mau. Terutama pada malam hari sebelum tidur atau saat waktu luang tersedia ketika traveling. Asiikk!

Setelah mengetahui segala fitur yang ditawarkan dari artikel tersebut, hal lain yang sangat ingin saya ketahui tentu saja soal harga. Aspire E1-432 yang sudah beredar di pasaran Indonesia dibanderol dengan harga Rp 4.749.000,-. Harga yang tidak terlalu mahal jika mengingat spesifikasi yang ditawarkan dan bentuknya yang lebih tipis. Banyak notebook dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda, namun tidak menawarkan dimensi yang lebih tipis dan harganya jutru lebih mahal. Tadinya saya fikir, lebih tipis = lebih mahal. Bukankah biasanya seperti itu? Semakin canggih dan simpel sebuah teknologi, maka harganya akan semakin mahal. Aiih, teori ini nggak berlaku pada Acer Aspire E1-432 rupanya.

Ok, Acer Aspire E1-432 sekarang masuk dalam wish list saya. Mulai sekarang saya harus menabung agar suatu hari bisa memilikinya.

Leave a Reply