Keuntungan menjadi member AirAsia Big

Traveler, Milikilah Jiwa Mengasihi

“Miliki lah perasaan mengasihi kepada sesama traveler.”

Pesan itu yang kemudian menjadi kesan yang paling kuingat dari pertemuanku dengan mba Elok, di acara launching AirAsia Big Fixed Point pada 10 September lalu. Mba Elok adalah founder Backpacker Dunia, sebuah grup facebook yang di dalamnya membahas segala hal tentang jalan-jalan ke Luar Negeri.

Keuntungan menjadi member AirAsia Big
Bersama Mba Elok, founder Backpacker Dunia

Aku jadi ingat, pertama kali memberanikan diri backpacking ke Luar Negeri tahun 2013 lalu, aku sangat terbantu dengan berbagai info yang banyak di-share oleh member BD, tentang tips seputar backpacking di Singapura & Malaysia. Mulai dari rekomendasi tempat-tempat wisata, bagaimana menghitung budget traveling, informasi transportasi, dll.

Tapi kali ini aku tidak sedang ingin membahas soal grup BD. Yang ingin kuceritakan dalam catatan di blog ini adalah pesan yang tersirat dalam obrolan kami seusai acara launching AirAsia Big Fixed Point, yaitu tentang jiwa yang penuh kasih antar sesama traveler.

Ketika traveling, kadang kita bisa saja mengalami hal buruk seperti kemalaman, ketinggalan bus atau kereta, kesasar, atau bahkan kehilangan barang. Hehe.. Jadi ingat pernah mengalami 2 kali kehilangan handphone, di Singapura & Vietnam.

Di saat kita mnegalami hal buruk itulah kadang pertolongan datang dengan cara yang tidak kita sangka-sangka, melalui orang asing yang sama sekali tidak kita kenal sebelumnya, misalnya. Hebatnya, orang asing yang menolong kita itu, benar-benar menolong tanpa pamrih, tanpa mengharap imbalan, atau pun niat jahat lainnya. Inilah yang disebut jiwa mengasihi.

Lalu apa yang terjadi jika memiliki jiwa mengasihi?

Pay it forward

Biasanya, kalau sudah pernah merasakan ditolong orang lain, kita cenderung ingin membalas budi, dan juga melakukan hal sama ketika melihat orang lain, atau traveler lain mengalami kesulitan.

Perasaan lebih peka

Pengalaman selama traveling akan mengajarkan kita banyak hal, salah satunya yaitu membaca ekspresi muka dan bahasa tubuh orang lain. Ketika melihat ada traveler di tengah kota tempat tinggal kita, kita akan bisa membaca apakah traveler itu sedang bahagia menikmati suasana, atau malah sedang kebingungan karena kesasar.

Selalu bahagia

Pernah traveling bareng teman lalu jadi musihan setelah pulang traveling? Aku pernah! Karena ketika traveling, apapun bisa terjadi, termasuk kesalah pahaman dengan travelmate. Salah paham dan sakit hati seharusnya tidak akan terjadi jika ada jiwa mengasihi dalam diri. Jiwa yang mengasihi akan selalu bisa bersabar, mencoba mengerti, dan berusaha membuat kondisi selalu aman damai sentosa. Yups, karena happiness is made, not given!

Btw, buat teman traveler yang pernah jalan bareng aku, dan merasa tersakiti, mohon dimaafkan yoo…

So, obrolan singkat dengan mba Elok tentang kasih mengasihi sesama traveler itu sukses membuatku ingat dosa-dosa di masa lalu. Haha… Ngga sia-sia deh aku datang ke acara launching AirAsia Big Fixed Point kemarin.

13 thoughts on “Traveler, Milikilah Jiwa Mengasihi”

    1. Iya ya mbaaa… Rumusnya gampang, what goes around, comes around. Klo kita baik ke org lain, InsyaAllah org jg akan baik sm kita yoo

Leave a Reply