Tips Blogging

Tips Mudah Membuat Travel Blog Bersama Anak Untuk Pemula

Beberapa hari lalu di ig story, aku curhat tentang rasa jenuh di dunia blogging. Bukan jenuh ngeblog ya, tapi jenuh karena seperti sedang kehilangan jati diri.

Dulu, tujuan awal bikin blog, niatnya untuk mengabadikan kisah traveling dengan anak. Tapi lihat beberapa tahun belakangan ini. Aku makin jarang nulis tentang kisah traveling bareng anak. Padahal ya tetep sering jalan-jalan walau destinasinya dekat-dekat rumah. Sedih lah.

Makin sedih setelah kemarin ada yang tanya, gimana caranya memulai travel blog bersama anak? Tapi dari situ aku juga jadi sadar, ternyata branding traveling bareng anak itu masih melekat juga denganku, ya? Sampe ada yang minta tips begitu? Hehe. Dan setelah kupikir-pikir, pertanyaan itu boleh lah kujadikan ide menulis untuk update blog kali ini.

Menulis dan berkarya lewat blog sekarang ini memang semakin banyak dilakukan orang. Salah satunya adalah dengan membuat blog yang sesuai dengan hobi. Ada yang bikin blog soal kuliner, beauty, fashion, parenting, dan tentunya blog tentang traveling juga banyak bermunculan.

Travel blog biasanya banyak dibuat oleh mereka yang ingin menceritakan pengalaman pribadinya saat jalan-jalan ke berbagai tempat. Isinya bisa berupa catatan perjalanan, travel guide atau berbagai tips traveling.

Nah, mengingat banyaknya blog traveling yang bermunculan, mungkin blogger baru berpikir bahwa susah untuk bisa bersaing dengan blog yang sudah lama ada. Padahal, ada banyak banget jenis travel blog yang lebih spesifik dan bisa ditelusuri. Misal, ada blog khusus yang hanya menceritankan tentang traveling ekstrem, blog khusus tentang kisah mendaki gunung, atau lainnya.

Kesimpulannya, topik yang unik pasti punya pasarnya sendiri lah. Karena itu, kita harus pinter-pinter dalam membuat konten untuk ditulis di travel blog.

Misalnya, aku yang memutuskan membuat blog traveling yang khusus menceritakan catatan perjalanan saat backpacking bersama anak, honeymoon sama suami, atau family trip dengan seluruh anggota keluarga.

Walau sempat sih aku juga merasa ragu. Tulisanku apa ada yang baca? Kan tulisanku cuma cerita pribadi. Tentang perasaan dan hati selama traveling. Bukan travel guide yang akan memberi info secara gamblang tentang objek wisata.

Lalu seiring berjalannya waktu, ternyata blogku punya pembacanya sendiri. Dan aku bukan sekedar mendapat pembaca, tapi juga teman. Beberapa di antaranya bahkan ada yang sampai datang ke rumah untuk minta wejangan sebelum traveling bersama anaknya ke luar negri. Jadi info detil tentang tip-tip traveling bersama anak malah kusampaikan dengan cara ngobrol tatap muka. Hehe.

Yha, intinya, apapun bentuk tulisan yang kita bagikan melalui blog, yang kita kira biasa aja, ternyata bisa memberi manfaat kepada pembaca, walau dalam bentuk dan cara yang tak pernah kita sangka.

Kebutuhan jalan-jalan bersama keluarga saat ini memang semakin meningkat ya. Nah, keberadaan travel blog dengan niche family traveling tentu banyak dicari juga. Sebab berlibur dan jalan-jalan bersama anak pasti sangat berbeda dengan traveling bersama pasangan atau teman-teman. Ada banyak kebutuhan lain yang perlu diperhatikan.

Jadi, kalau kalian berfikir untuk menbuat blog traveling dengan tema keluarga atau anak-anak, dimana isinya bisa menjawab kebutuhan netijen tentang info dan tip traveling bersama anak, go ahead! Karwna itu bagus banget.

Dan berdasarkan pengalamanku, tip membuat blog traveling bersama anak berikut mungkin bisa dipertimbangkan.

Tips untuk bisa sukses membuat blog traveling bersama anak.

1. Memilih Nama Domain yang Cocok

Mencari dan menentukan nama domain yang tepat akan sangat berpengaruh pada kesuksesan blog. Nama domain harus yang mudah diingat oleh banyak orang, ya. Mudah juga saat diucapkan, jadi sebaiknya hindari ejaan yang ribet.

Bukan cuma itu, nama yang dipilih juga harus sesuai dengan konten travel yang akan ditulis. Karena ini soal blog traveling, ya cari nama domain yang berbau travel. Atau bisa juga menggunakan nama sendiri sebagai branding, seperti aku, pakai nurulnoe.com atau noetraveler.com.

Nggak cuma itu, kalau bisa akun sosmed juga diseragamkan. Ini penting untuk memperkuat personal branding, dan mempermudah orang untuk mengingat nama blog dan sosmed kita.

2. Topik Blog yang Tepat

Membuat topik yang tepat memang harus dilakukan oleh seluruh blogger apapun niche atau keunikannya. Hanya saja, topik yang dibuat harus konsisten dengan identitas atau branding yang ingin ditonjolkan.

Saat kita membuat blog traveling bersama anak, sebaiknya berikan tips traveling bersama anak di setiap konten. Misalnya, kita bisa tulis kegiatan apa saja yang bisa anak lakukan, apakah ada tempat makan ramah anak di destinasi liburan, rumah sakit terdekat, dan lainnya.

Kalau aku, karena dari awal yang memang niatnya mengabadikan kisah, ya kebanyakan tulisannya berbentuk memoar.

3. Atribut yang Dibutuhkan

Lengkapi blog dengan atribut yang dibutuhkan. Misalnya logo yang unik, foto yang menarik, atau video. Bahkan ada juga yang selalu membuat infografis supaya artikel lebih menarik dan mudah dipahami. Yha, itu memang penting untuk menunjukkan identitas dari blog sih.

Dulu, aku sering kesulitan dalam membuat infografis. Kurangnya skill dan jiwa seni yang payah kujadikan alasan. Tetapi sekarang nggak lagi dong. Karena adanya platform desain online gratis seperti Canva sangat memudahkan.

Di Canva, aku bisa membuat logo, banner atau header untuk blog, begitu juga infografis dan berbagai keperluan desain lainnya. Aku sekarang mah apa-apa lari ke Canva aja. Bikin infografis, logo, foto story buat ig, sampai CV yang kadang suka diminta oleh brand atau agensi terkait dunia blogging. Ini contoh-contohnya;

Infografis untuk menggambarkan sunset terbaik yang pernah aku dapat
Logo untuk giveaway di instagram @adekkarla
Foto untuk ig story yang lebih artistik
CV/profil blogger

Oya, di Canva tersedia jutaan stok foto untuk digunakan secara gratis, juga ribuan template yang bisa digunakan biar nggak bingung lagi soal disain visual yang menarik. Gampang banget lah pokoknya.

4. Kualitas Edit Foto

Jangan abaikan kualitas foto, ya! Pastikan foto yang kita pakai untuk mendukung tulisan itu enak dilihat, clear dan nggak blur. Ssst, blog traveling memiliki nilai jual yang tinggi bila menggunakan foto berkualitas baik loh!

Oya, dengan foto berkualitas baik, biasanya pembaca dan pengunjung blog akan bisa merasakan dan melihat sendiri keeindahan tempat-tempat yang kita datangi.

5. Mainkan di Media Sosial

Terakhir yang nggak kalah penting, sebarkan semua tulisan di media sosial. Dengan begitu, setiap artikel akan lebih bisa dilihat banyak orang, sehingga traffic ke blog juga ikut meningkat.

Nah, dengan beberapa tips di atas, apakah kamu juga tertarik untuk membuat travel blog?

34 thoughts on “Tips Mudah Membuat Travel Blog Bersama Anak Untuk Pemula

  1. Wah iya mbak aku juga kehilangan jati diri ngeblog, dulu awalnya ngeblog karena suka traveling dan suka membagikannya di blog namun skrg karena sibuk kuliah dan kerja jadi jarang jalan jalan.
    Akhirnya daripada blognya kosong melompong jadi banting setir deh
    Wkwkwkw

    Btw, makasih ya aku jadi pengen pake canva.
    Kok aku ngga kepikiran ya bikin rate card atau profil blog dari situ, lebih gampang dari situ daripada lewat PS (yang manual)

    Ps : nanti kalau aku udah berkeluarga dan punya anak, terus mau jalan jalan keluar Negri. Aku mampir kerumah mbak noe dlu ya buat ngobrol wkwkkwk

  2. Wah makasih Mbak, artikelnya bikin saya belajar personal branding. Menspesifikkan diri sebagai travel blogger dengan gaya apa, juga ternyata penting banget.
    Bikin semakin semangat blogging, meskipun banyak godaan “rumput tetangga lebih hijau” dan bertransmigrasi ke youtube.

  3. Nu, menulis pengalaman sendiri apapun jenisnya, jujur, berdasarkan kisah sendiri akan mengakir dengan lancar. Kalau ada blogger pemula yg ingin menulis dengan tema ini, tulislah – jangan memikirkan tentang blog para senior yg telah ada, misalnya.

  4. Thanks sharingnya mbak. Aku jg mengalami jenuh jg di dunia blogging #tutupmuka
    Aku sempet bikin blog traveling mbak dan alhamdulillah konsisten ngisi dengan tulisan seputar travel dan makan2 sama keluarga. Cuma aku senin kamis ngisinya, jarang2. Akhirnyai tahun ini aku memutuskan utk menutup blog itu πŸ™ #malahcurcol

  5. Mba Noe makasih tipsnya untuk personal branding, dan membuat travel blog. Jadi mikir tar kalo aku ada anak, apakah bisa main traveling lebih sering hehehe pasti asik ya Mba. Rempong tapi seneng.Canva ini aku juga sering make, asik soalnya lengkap.

  6. Menulis pengalaman sendiri itu menurutku memang lebih afdol
    Soalnya mengalami sendiri dan bisa total menuangkannya.
    Istilahnya, menulis dari hati.
    Aku percaya, apapun yang bersal dari hati, Insya Allah kembali lagi ke hati

  7. Pengen siih Mbak buat travel blog juga.
    Tapi saya jarang jalan, huhuhuh. Mau diisi apa nanti blognya? Kasian banget yak, hiikss.

    Gambar pada postingan memang daya tarik sendiri ya Mbak, orang jadi bisa ikut membayangkan berada disana πŸ™‚

  8. Seru ya mbak sering travelling bareng anak dan keluarga, trus dituangkan dalam bentuk blog. Alhamdulillah jadi referensi tuk pembaca, suatu hari nanti mungkin kita bisa ketemuan ya.

  9. Pengen bikin travelo blog tapi nyari waktu selonya buat maintenancenya yg kepontal-pontal. Travel notes ku aja banyak yg blm kuposting di blog Noe. Hikz butih suntikan semangat kayaknya nih

  10. Aku udah lama download canva tapi belum dapet gregetnya pas make, emang belum nguasai banget sih, padahal lumayan banget buat ngebantu aktivitas blogging yaa.. apalagi aku gak bisa design di photoshop & corel. Mulai besok bakal lebih rajin utak atik canva ah πŸ™‚

  11. beberapa kali bepergian, foto disimpan, draft juga dibuat di lokasi, nah pas mau edit-edit tulisan maupun foto kumat malasnya, suka gregeten sendiri rasanya.
    Memamg mesti disiplin juga ya, edit sekeceh mungkin lalu posting deh

  12. aku masih gado-gado mba konten blognya.. sebenarnya aku cenderung ke traveling juga sama kuliner. Tapiii aku juga suka sastra jadinya gado-gado banget blognya hehe

  13. Nah aku masuk menggabung nih mba tulisan tulisan traveling di satu blog ini. Tapi ya memang biasanya abis nulis aku sebarkan di medsos biar banyak yang membaca πŸ™‚

  14. Travel aku masukkan dalam subblog di blog utamaku Mbak, karena memang hobiku juga jalan-jalan, beli bedak, juga kerempongan sama anak-anak kecil. Belum berpikir buat bikin blog baru khusus traveling, karena udah terlanjur nyatu sama blog utamanya. Hehehe by the way, nice sharing Mbak Noe

  15. Bagian ‘setiap blogger akan menemukan pembacanya sendiri’ itu bikin aku tertegun. Moodku pagi ini pas baca tulisan ini langsung naik. hahaha. Aku langsung auto kepo blog mbak nurul gitu haha. Dan auto klik canva. πŸ˜€

    Liburan bareng anak itu kesannya ribet bangeeeeet. Bukan kesan lagi sih tapi kenyataan. Barangkali yang merasa begitu karena belum nemu teknik yang oke kali ya. Kalau udah paham trik-triknya, pasti bisa disiasati insyaa Allah. Semoga selalu istiqomah jalan-jalan dan berbagi pengalamannya ya mbaaak πŸ™‚

  16. Pingin sebenernya bikin blog khusus traveling. Tapi ntr mikir lagi apa ya sempat? Satu blog aja kadang2 diapdetnya. Hehe. But, thanks for sharing, Mbak…tipsnya bisa disimpan buat nanti kalau berubah pikiran πŸ˜‚

Leave a Reply to handriati Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.