Featured, Tips Traveling, Tips Traveling With Children

Tip Traveling Naik Kendaraan Umum Dengan Bayi

Di antara semua anakku, Adek yang terbilang paling juara dalam hal traveling jauh sejak bayi. Umur 2 minggu dia sudah mendapat momen pertama naik pesawat, dan diulang lagi saat umur 2 bulan. Pun naik bis jarak jauh, kapal laut, dan kereta api. Semua sudah ia rasakan sebelum genap umur 1 tahun. Ya kalau naik angkot, atau ojek dan taksi berbasis aplikasi online mah jangan ditanya lagi deh. Kenyang sudah dia.

Dan kalau ditanya, momen traveling mana yang paling berkesan bareng Adek Karla? Jawabanku adalah saat pertama kali naik bis. Walau saat itu si Adek sudah umur 2 bulan, dan kondisinya tentu sudah jauh lebih kuat dibanding saat pertama kali baby Karla traveling naik pesawat ke Jogja. Hanya saja aku tetap merasa lebih deg-degan, karena aku naik bis dari Serang ke Bandung cuma berduaan dengan si baby. Nggak seperti biasanya yang selalu didampingi Ojrahar, si bapaknya anak-anak.

Dan gara-gara itu, aku jadi dapat banyak stempel. Ada yang memberi cap emak selebor, edan, sampai sableng. lol πŸ˜†

Btw, aku kok baru sadar selama ini aku belum bilang makasih untuk semua perhatian teman-temanku itu. Ya pokoknya aku anggap itu bentuk perhatian teman-teman untukku lah. Karena malau memang nggak peduli, pasti masa bodo amat kan dengan apapun yang aku lakukan? Jadi mumpung inget, aku bilang sekarang ya, terima kasih semuanyaaa.

Selain itu, aku juga mau berbagi tip, bagaimana caranya supaya berani bawa baby traveling jauh naik transportasi umum? Sekalian info kalau di situs ShopBack ada kode diskon taksi online yang jadi andalanku banget kalau traveling dengan anak-anak.

Oya, alasanku nulis ini karena nggak jarang juga ada yang nanya begitu. Beberapa hari lalu juga, pertanyaan itu datang lagi. Kali ini dari Intan, teman sesama backpacker, pegiat literasi, dan punya hobi masak sejak menikah dan tinggal di Indramayu.

Saat ini, ia sudah punya anak 1. Kalau nggak salah sudah berumur sekitar 6 bulanan atau lebih. Nah, kepinginnya, dia mengajak anaknya itu mudik ke Bogor, untuk mengenalkan si anak pada keluarganya disana. Tapi masih takut, katanya.

Bhaiq! Karena ditanya, jadi aku jawab ya. Ini memang tip naik kendaraan umum jarak jauh dengan bayi. Tapi isinya nggak akan ngebahas tentang apa barang yang wajib dibawa, pakai baju apa, atau sejenisnya. Udah keseringan aku bahas itu. Atau kalau butuh yang seperti itu, coba baca; serba-serbi traveling dengan bayi 0 sd. 6 bulan.

Untuk tulisan kali ini, lebih ke bahasan tentang moda transportasi umum seperti apa sih yang harus dipilih.

Tip Traveling Dengan Bayi Naik Kendaraan Umum

1. Pastikan bayi dalam kondisi prima
Buatku, ini syarat wajib ya. Dan aku yakin semua ortu pun setuju. Jadi nggak perlu dibahas panjang-panjang lagi lah.

2. Tetap utamakan kenyamanan
Walau memilih moda transportasi umum, bukan berarti harus mengesampingkan kenyamanan demi menghemat budget. Kalau naik bis, aku biasanya memilih bus ber-AC dengan seat 2-2, yang mana kursinya lebih lebar, sandaran bisa di reclining untuk posisi tidur, jarak antar kursi cukup luas sehingga kaki lebih bebas bergerak. Kalau naik kapal laut, biasanya aku masuk ke ruang lesehan dan ber-AC, sehingga aku bisa bebas golar-goler, dan anak juga bebas bergerak atau main melantai. Kalau kereta api, kelas ekonomi pun udah nyaman banget buatku.

Oya, rasanya aku harus bahas ini juga, mengapa barus bus ber-AC? Mengapa juga masuk ruang lesehan ber-AC selama berlayar? Jawabannya sudah pasti, di ruangan ber-AC dilarang merokok. Dengan begitu, aku nggak perlu kuatir anak-anak bayiku harus terpapar asap rokok. Berkurang satu kekhawatiran, kan?

3. Andalkan taksi online
Traveling jauh bawa anak bayi itu ribeet sama barang bawaan. Ya nggak? Itu sebabnya aku selalu memilih naik taksi dari rumah ke halte tempat tunggu bis atau terminal, atau ke stasiun kereta, atau ke pelabuhan. Ke bandara juga. Begitu juga setelah turun dari bis/kereta/kapal laut/pesawat. Taksi selalu jadi andalan untuk mengantar ke tempat tujuan akhir. Hotel misalnya. Biar nggak capek gotong-gotong koper atau ransel gede naik turun angkot gitu. Kalau taksi kan, tinggal masukkan barang bawaan ke bagasi, duduk manis dan minta anter ke tujuan.

Selfie dengan driver di dalam taksi online

Nah, 3 tahun terakhir semenjak taksi berbasis aplikasi online menjadi trend, aku selalu mengandalkan taksi online kalau memang di kota tujuan sudah tersedia. Beberapa alasan yang membuat aku lebih suka taksi online adalah seperti berikut ini;

  • nyaman tentu saja
  • proses pemesanan lebih cepat dan mudah, tinggal letak-ketuk layar hape
  • tarif lebih murah dibanding taksi konvensional
  • serasa naik mobil pribadi dan disupirin oleh teman atau kerabat sendiri
  • banyak tawaran diskon dan promo

Info Promo Cashback Grab di ShopBack

Ngomong-ngomong soal diskon dan promo, beberapa bulan terakhir aku lagi seneng sama Grab. Dia punya metode pembayaran OVO yang menawarkan diskon besar. Aku pernah lho naik grabcar cuma bayar Rp1 aja. Mantul, yak?

Nah, promo menarik lainnya yang baru aku tau nih, datang dari ShopBack.

Ternyata di ShopBack, setiap bulannya ada kupon promo Grab dengan penawaran menarik. Dan ada cashback khusus untuk pengguna Grab yang menjadi member ShopBack. Tertarik? Aku sih yes!

Jadi kesimpulannya gitu, ya. Walau memilih moda transportasi umum untuk traveling membawa bayi, tetap kenyamanan harus diperhatikan. Asal tau triknya, traveling sama bayi aman-aman aja kok naik kendaraan umum.

Nah, sudah ada rencana traveling kemana nih sama bayinya?

29 thoughts on “Tip Traveling Naik Kendaraan Umum Dengan Bayi

  1. OMG!!! Jadi inget jaman anak pertama sampai ngalamin anak diganggu yang tak terlihat, malam nangis sampai jam 3 pagi, melotot ngeliat satu sisi. Habis aku sama suami diomelin ortu. Sekarang udah ga pernsh lagi bawa bayik ngebolang

  2. Nah iya kak Noe…
    Suka takut-takut mau hamil lagi…karena tau emm, bakalan riweuh sama bayi yang pastinya mama mesti super dalam segala hal.

    Dan labelling untuk orangtua ini memang sungguh mengesalkan.
    Lebih baik kita doakan sehat slalu…daripada nyinyirin para mama super yang selalu bawa bayinya ke manapun mereka berada.

    Kereen kak Noe.
    Laaff adik Karla.

  3. Wah, keren. Aku selalu kerepotan kalo bawa anak naik kendaraan umum. Pasti aja butuh tenaga pembantu. Etapi, kalo naik GrabCar mah kayaknya bisa deh. Nyaman senyaman kendaraan sendiri ya.

  4. Aku juga suka ajak Salfa naik kendaraan umum. Waktu naik bus Suroboyo, sungguh itu pengalaman tak terlupakan baginya.

    Adek Karla ke Surabaya yuk…

  5. Bener tu Mbak yang poin tentang kendaraan harus ber-AC. Selain hawanya nggak panas buat anak, aman juga dari asap rokok. Sering tuh liat anak kecil diajak naik bus umum tapi nggak AC. Kasihan, jadinya sering rewel karena udara yang panas. Apalagi kalo busnya tipe yang asal ada orang nyegat dinaikin tanpa peduli di dalam udah sesaknya kayak apa.

  6. Aiiiih keren banget mba. Aku paling kecil ngajak travelling saat anak2 di atas 1 tahun. Yang jauh2 maksudnya. Naik kendaraan umumpun palingan pesawat atau kereta hehe.. tapi emang kenyamanan tetap paling penting ya mba, terutama buat bayi.

  7. Kalau aku belum berani ngajak traveling bayi soalnya belum punya bayi dan belum nikah juga. Hehehe. Tapi biasanya aku ngajak keponakan aku sih kalau mau traveling dan memilih kendaraan umum karena harganya lebih murah dan untuk mengurangi polusi udara juga.

  8. Eh komenku masuk nggak ya Mbak. Maaf kalau jadi double komennya he he. Asyik adek Karla dari 2 minggu udh jalan2. Anak keduaku baru jalan jauh umur 1,5 thn padahal dl kakaknya suka wira wiri. Tp nth kenapa kok aku yg ga pede ngajak jalan anak2 skrg.

  9. Razqa baru dibawa pergi jauh umur 1,5 tahunan itu jg ke kabupaten lain, ya mayan jauh si 6 jaman perjalanan darat. klo kakaknya pertama kali naik pesawat umur 6 bulan n sblm pny adek sering wir wiri. Tp pas pny anak kedua kok aku malah ga pede ya ngajak anak 2 huhuhu

  10. Itu karena Adek Karla lahir pas mamanya udah jadi blogger keren dan sering traveling yaa.. Beruntungnya Adek, tante aja kalah nih. Jarang traveling wkwk

  11. Kalau aku suka banget pegi membawa anakΒ² pergi menggunakan kendaraan umum. Repotnya kalau mereka tidur aja, hihihi.
    Tapi sekarang sangat membantu banget ya dgn adanya taksi online, jadi saat kita traveling dimana pun tinggal naek taksi online 😊

  12. Punya dua anak tapi belum pernah ngangkot bareng anak. Suami dan orang tua nggak pernah kasih ijin, pasti langsung diantar mau kemana pun. Makanya aku suka kagum sama ibu muda yang nggendong dan nggandeng anak-anak nya sambil naik bus atau angkot. Beda sih kalo naik taksi, online maupun bukan online, bisa sampai depan lokasi.

  13. Bahagianya melihat ibu dan anak traveling bareng 😍 aku belum bisa komen apa-apa nih kalau menyangkut sharing pengalaman sama bayi, msh single soalnya mba πŸ˜‚ tapi ini bacaan bergizi buatku sebagai referensi kelak 😊

    Bicara soal grab car, itu andalanku banget kalau ke mana2, tapi lebih keseringan grabbike sih 😁

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.