Air Asia Blog Contest

Tinggalkan zona nyaman demi jadi pembantu

Sadarkah bahwa sebenarnya tagline Air Asia yang berbunyi “Now Everyone Can Fly” itu sedang menantang kita untuk berani, sejenak keluar dari zona nyaman?

*****

Bagian yang paling aku suka ketika naik pesawat adalah melihat pemandangan di balik jendela. Kubiarkan diriku terbius oleh langit biru dan lautan awan yang membentang seluas mata memandang. Saat senja, semburat jingga akan tergambar di ufuk barat, menambah harmoni ketika hari berganti malam. Atau ketika malam hari, sesaat sebelum pesawat mendarat, kerlip lampu-lampu kota akan menjadi daya tarik tersendiri.

image

Memang, selalu ada harga yang harus dibayar untuk bisa menikmati panorama itu. Tapi yang kumaksud bukan uang, karena semua orang pun tau, Air Asia membuat siapa pun bisa terbang mengangkasa dengan penawaran tiket promonya yang menarik. Harga yang harus dibayar adalah soal beranikah kita keluar dari zona nyaman?

Tantangan pertama dari Air Asia untuk bisa meninggalkan zona nyaman adalah bagaimana kita mau berusaha untuk mendapatkan tiket promo. Tiket promo Air Asia biasanya dibagikan dalam periode tertentu dan mulai dibuka menjelang tengah malam. Nah, untuk mendapatkannya, kita harus rela begadang berburu tiket. Lupakan sejenak urusan tidur di kasur empuk. Karena kalau tidak, ya, wassalam! Keesokan paginya pasti tiket-tiket promo sudah ludes diserbu para ticket hunter.

Begadang berburu tiket berarti siap bersabar kalau web Air Asia sulit diakses karena kebanjiran traffic. Bersabar menunggu di online waiting room karena website yang kebanyakan pengunjung. Serta sabar kalau pada saat selangkah lagi proses pembelian tiket selesai dengan menekan tombol pembayaran, lalu muncul kotak dialog bertuliskan kurang lebih seperti ini;

“Maaf, tiket yang anda pesan sudah tidak tersedia karena kemungkinan sudah keduluan orang lain.”

Jadi, kesabaran seluas samudera harus dimiliki demi tiket promo. Lalu, masih ada kah tantangan lain dari Air Asia mengenai zona nyaman? Banyak! Salah satunya adalah dilarang berkspektasi untuk bisa merasakan kenyamanan terbang dengan service plus-plus, seperti yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan berfasilitas mewah. Ya jelas beda lah, harganya juga beda. Kalau kata orang jawa tuh, ono rego ono rupo.

Tapi meskipun demikian, sejauh ini pengalamanku terbang bersama Air Asia selalu menyenangkan. Aman dan nyaman. Tanpa ada cerita rebutan kursi seperti yang dikuatirkan banyak orang yang kerjanya kebanyakan nyinyir. Dan pelayanannya juga tidak dibedakan antara penumpang yang menggunakan tiket promo, dan penumpang dengan tiket regular. So far so good!

Ya kalau nggak good, nggak mungkin dong Air Asia dinobatkan sebagai World’s Best Low Cost Airline, serta Asia’s Best Low Cost Airline selama 6 tahun berturut-turut.

Dan yang paling penting adalah banyaknya pengalaman yang didapat. Bukankah pengalaman adalah guru yang paling berharga? Maka, kebahagiaan buatku bukan hanya saat aku berhasil mendapatkan tiket promo dari Air Asia setelah perjuangan begadang tengah malam. Tetapi juga ketika menyadari bahwa Air Asia telah banyak memberiku pengalaman berharga dalam hidup dan menjadi proses perubahan dalam hidupku. Perubahan seperti apa? Ini dia:

Jadi Pembantu

Karena keseringan jalan-jalan maka resiko dinyinyirin pun tidak dapat terhindarkan. Ibarat kata, kalimat semacam “wah, jalan-jalan mulu!”, atau “enaknya jadi kamu”, sudah jadi makanan sehari-hari. Bahkan yang lebih pahit seperti “Ih, jalan-jalan kok kayak gembel!”. Aku sih sudah kebal. Tapi tidak jarang juga ada yang bertanya, “mau dong jalan-jalan kayak kamu, gimana caranya?”. Nah untuk pertanyaan semacam ini, dengan senang hati aku akan bilang welcome to the jungle.

Jika tak ingin ketinggalan promo atau untuk mengetahui lebih cepat tentang info-info promo Air Asia, tipsnya adalah dengan mengikuti semua akun social media Air Asia. Like fans page di facebook, dan follow twitternya. Jangan lupa juga berlangganan newsletter dengan cara subscribe email di web airasia.com.

Mengajari tips ini kepada teman-teman yang sudah melek teknologi tentu saja mudah. Termasuk tips agar mudah mengakses web Air Asia saat hendak booking di periode promo agar tidak perlu mengantri di online waiting room. Yaitu, langsung saja ke www.booking.airasia.com. Tetapi bagaimana jika yang bertanya adalah kalangan emak-emak atau bapak-bapak yang ogah dan merasa ribet untuk mengenal teknologi internet? Disinilah aku mulai berperan sebagai pembantu.

Mulai dari membantu menginformasikan kalau ada promo, sampai membantu hunting tiket dan proses pembeliannya. Berikut adalah screenshot data tiket yang aku beli dari Air Asia, ada banyak nama teman yang kubantu proses pembelian tiketnya.

Dan bagian yang menyenangkan adalah ketika orang-orang yang kubantu itu sudah kembali dari perjalanan liburannya. Bisa kebanjiran oleh-oleh!

Namun kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita bisa berbagi dengan orang lain, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Jadi Duta Pariwisata

Dulu aku adalah orang paling minder dan kuper sedunia. Sulit berteman dan bergaul. Masa kecil sampai remaja kuhabiskan di ladang atau bersepeda sendirian melintasi perkebunan, sungai dan bukit di kampung di sekitar tempat tinggalku.

Sekarang semenjak kenal dunia traveling, hobi berpetualangku kembali lagi setelah sempat tenggelam dalam dunia pekerjaan dan rumah tangga. Dan semakin menjadi-jadi karena tiket-tiket promo Air Asia yang memungkinkan aku untuk bisa keliling dunia. Sampai akhirnya aku berubah total menjadi orang paling beruntung karena memiliki banyak teman.

Salah satu hal menyenangkan ketika traveling adalah bertemu dengan banyak teman baru. Bertukar nomor telepon dan email, sampai bertukar cerita tentang destinasi-destinasi wisata yang eksotis di seluruh dunia, adalah hal yang wajar terjadi ketika berkenalan dengan teman baru. Dan bagiku, itu adalah saat terbaik untuk mempromosikan prawisita di daerahku, atau pariwisata Indonesia secara luas kepada teman-teman baru dari luar negeri.

Tanpa kusadari, aku sudah menjadi duta pariwisata, walau tanpa selempang dan tiara di kepala dari mentri pariwisata.

Jadi Orang Kaya

“Travel is the only thing you buy, that makes you richer”

Quote anonymous itu sepertinya sudah tak asing lagi di kalangan pecinta traveling. Alasannya? Bisa bermacam-macam. Buatku, traveling membuatku kaya akan pengalaman hidup.

Tapi ada efek samping juga yang aku dapatkan, yaitu dianggap sebagai orang yang kaya raya karena kelihatan kebanyakan jalan-jalan. Aku anggap itu sebagai doa, dan aku aminkan sepenuh hati.

Finally, aku ingin mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih Air Asia. Semoga semakin berjaya dan terus menjadi idola dengan tiket-tiket promonya. Agar aku bisa terus terbang bersamamu, impian keliling dunia menjadi nyata, dan aku semakin kaya. Aamiin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.