All about love, Curcol

Tentang Anak-anak

Hari ini, melalui obrolan dengan salah seorang ibu dengan anaknya yang lahir dalam keadan mebutuhkan perhatian khusus, aku diingatkan oleh Tuhan tentang betapa beruntungnya aku memiliki dua anak yang tumbuh dengan sehat dan bahagia.

Dua anak yang sering menghabiskan shampo dan pasta gigi di kamar mandi untuk bermain-main. Anak yang senang menulis dan menggambar di dinding rumah hingga tak tersisa lagi ruang untuk mereka tulisi. Anak yang kadang aku keluhkan karena prestasi akademiknya tak sebagus teman-teman kelasnya yang lain. Dan atas semua hal yang membuatku jengkel itu tak jarang darahku naik ke ubun-ubun dan berubah menjadi hujan omelan.

Tuhan, ampuni aku. Aku lupa bahwa di luaran sana banyak orang tua yang menangis dan hatinya teriris setiap kali melihat buah hatinya harus di operasi berkali-kali karena lahir dengan jantung yang bocor. Atau orang tua yang harus berjuang lebih keras karena membesarkan anak-anak difabel yang lahir dengan anggota tubuhnya yang tak lengkap. Dan aku juga lupa bahwa banyak orang tua yang sangat mendambakan kelahiran seorang anak namun belum Kau kabulkan.

Aku jauh lebih beruntung dari pada mereka. Aku punya Daffa’ si penyayang dan penuh perhatian. Aku punya Abyan si periang. Dua anak lelaki yang mau mengikuti ajaranku bawa membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tak akan membuatnya menjadi perempuan. Dua anak lelaki yang serupa malaikat pelindung bagiku, yang setiap malam sebelum tidur, mereka selalu bekerja sama mematikan TV dan lampu-lampu yang tak digunakan, menutup pagar besi dan mengunci pintu. Memberiku selimut, dan mengucapkan “I Love You, Ibu” sebelum menutup mata untuk menuju alam mimpinya.

Aku, jauh lebih beruntung. Alhamdulillah… Astaghfirullah…

Tuhan… di hari ini, pada saat yang sama saat Kau menegurku, adalah hari ketika Indonesia sedang memperingati Hari Anak Nasional. Ijinkan aku berdoa kepadaMu Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga semua orang tua memilih berbahagia untuk membahagiakan anak-anaknya. Semoga semua anak-anak tumbuh menjadi pribadi-pridadi yang bahagia sehingga dunia diwarnai dengan kebahgiaan dan keceriaan. Bukan dipenuhi dengan manusia-manusia yang menyimpan dendam dan menebar kebencian.

anak-anak

Dan semoga aku masih memiliki cukup waktu untuk menciptakan moment-moment bahagia kami, untuk menghapus segala kenangan buruk tentang aku, yang mungkin terekam dalam memori ingatan anak-anakku. Aamiin…

Selamat Hari Anak Nasional…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.