Tag Archives: ROG GX800

ROG GX800 Notebook Gaming Tingkat Dewa

Hidup ini sungguh berat. Kadang kita berada di posisi terjepit. Di saat seperti itu kuingin lari ke pelukan Brad Pitt. Eh! Kok berrima? Haha. Anu, aku lagi merasa lelah. Udah 3 tahun ngeblog cuma lewat hape. Anehnya, sejak tau hamil lagi, kok mual kalo mau nulis di hape. Kan aku jadi ngebet untuk punya notebook. Tapi maunya notebook dengan prosesor Intel Core. Prosesor yang bisa memberi banyak pengalaman hebat. Bertenaga, hemat daya baterai, responsive, transfer data secepat kilat, dan ngga akan keok kalo dipakai edit & rendering video, atau saat main game berat sekalipun.

Trus semalem curhat ke suami. “Beb, beb, pingin punya letop siih” pintaku manja.

Asus ROG GX800 (source: Asus)

Dia jawab, ”ROG GX800 aja tuh, biar bisa sekalian buat main game sampe puas.” Aku tau dia itu cuma becanda. Candaan yang membuat kami bisa sama-sama mentertawai hidup. Yakali, boro beli ROG GX800 yang harganya dua kali lipat dari harga rumah yang kubeli 5 tahun lalu di pinggiran kota Serang. Lha wong ngidam ZenBook 3 aja ngga kebeli. Haha.

Spesifikasi & Harga ASUS ROG GX800

Untuk aku yang beda kelas sama sultan ini, jadi penasaran sama ROG GX800. Ngga cuma penasaran sama speknya bagaimana, atau apa keunggulannya dibanding ROG yang harga belasan juta. Malah aku juga jadi kepo, ada berapa banyak jumlah sultan di dunia ini? Ada yang punya kontaknya? Ya, kali aja ada yang naksir aku satu. Mau minta beliin ROG GX800 seharga 95 jutaan itu. Eh, gimana? *dijitak bojo*

Itu sih reaksiku waktu tau kalo ASUS merilis laptop gaming seharga mobil. Pasti beda kalau yang dapet kabar ini adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk main game. Mereka yang justru dapet duit dari sana. Ada? Ada! Dan mereka pasti bakal kesengsem sama ROG GX800 dengan spesifikasi macem gini:

Main spec ROG GX800
Tabel perbandingan spesifikasi ROG

Nah, buat mamak-mamak yang hafalannya adalah spesifikasi popok bayi, mana yang bikin ruam dan mana yang ngga, atau spesifikasi wajan mana yang anti lengket dan tetap aman nyaman saat masak, atau (lagi) mamak-mamak traveler yang cuma hafal gimana cara berburu tiket murah, kayaknya kudu penjabaran lebih untuk paham kenapa ROG GX800 ini mahal tetapi layak untuk dimiliki.

Mahalnya seberapa? Seharga mobil tapi bukan mobil yang mahalan kok. ROG GX800 dibanderol seharga Rp95.499.000 aja. ((AJA)) 😆

Keunggulan ROG GX800

Layar dan Grafis

ASUS ROG GX800 punya ukuran layar lebih lebar dibanding pendahulunya. Dengan layar 18.4” 4K UHD IPS Gsync panel, dijamin lah main game bisa lebih asik. Resolusi 4K (3840×2160), ditambah refresh rate 60Hz yang mampu menampilkan gambar sebanyak 60 frame per detik, membuat penggunanya bisa menikmati pergerakan game play dengan halus.

Jenis panel yang digunakan adalah IPS (In-Plane Switching) yang berarti bahwa visual UDH (Ultra High Divinition) terlihat lebih menakjubkan dengan kualitas warna yang dapat dinikmati dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu 178 derajat.

Spesifikasi layar resolusi 4K itu juga didukung dengan kartu grafis bertipe 2 Way SLI GTX1080. Lebih menakjubkan lagi tuh! Soalnya ada dobel VGA card GTX 1080 untuk menghasilkan kekuatan grafis yang lebih besar.

Tau kan ya, kartu grafis (VGA card) adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menterjemahkan/mengubah sinyal digital dari computer menjadi tampilan grafis pada layar monitor.

ASUS ROG GX800 sudah VR Ready

Dan … untuk melengkapi keasikan main game di layar dengan graphic super kece itu, ASUS menambahkan fitur VR Ready, serta beberapa teknologi lainnya seperti Nvidia G-Sync, vulkan API, OpenGL dan lainnya. Jadi efek game yang dimainkan bisa lebih mulus dan optimal.

Nvidia G-Sync sendiri adalah adalah fitur untuk memperhalus gerakan gambar dengan menyesuaikan refresh rate yang dihasilkan oleh GPU. Jadi, layar yang udah pake teknologi Nvidia G-Sync udah pasti punya gerakan gambar dan video yang lebih mulus dan mampu mengurangi gerakan patah-patah.

Alva Jonathan sedang demo live main Assasin Creed

Kehebatan tampilan layar ini kemarin sempat dipamerkan di event launching ROG GX800 di Empirica, pada 22 Maret. Yang demoin kak Alva Jonathan, sang professional overclocking dari Jagat Review. Doi memainkan game Assasin Creed. Gerakan playernya saat lari halus sekali, ngga patah-patah macem nonton adegan pantomim.

Terakhir di sisi layar dan grafis yang mau aku bahas, ASUS ngga lupa lupa menyematkan teknologi andalannya dalam hal gambar dan video untuk kenyamanan pengguna. Namanya Splendid Technology yang memiliki 4 buah mode agar layar nyaman saat digunakan.

Splendid Technology (source: Asus)
  1. Normal Mode, yaitu mode dimana LCD sudah disetting lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Cocok untuk penggunaan komputasi sehari-hari seperti edit dokumen atau melihat gambar saja.
  2. Eye Care Mode, yaitu mode untuk mereduksi efek cahaya biru pada layar yang efeknya bisa merusak retina mata. Cocok untuk penggunaan notebook dalam jangka waktu lama.
  3. Vivid Mode, yaitu mode yang dapat menampilkan warna yang lebih kontras, lebih tajam dan lebih tinggi dari mode sebelumnya. Cocok untuk menikmati scene panorama dalam sebuah video atau film.
  4. Manual Mode, yaitu mode yang memungkinkan pengguna untuk mengatur sendiri seberapa kecerahan layar sesuka hati.

Bicara kenyamanan untuk mata, layar ROG GX800 sudah menggunakan layar matte. Macem lipstick aja, kalau yang mate kan ngga mengkilap, jadi lebih enak dipandang. Macem Brad Pitt kalo lagi top less. Eaak.

Alva Jonathan juga sempat menyinggung mode-mode ini saat demo live kemarin. Saat mencoba konten game dengan menyetel di tingkat tertinggi, hasilnya sangat memuaskan, mata tetap nyaman dengan keluaran warna di layar, terlihat detil, jelas dan lebih hidup.

Prosesor

Pada sisi prosesor, ROG GX800 menggunakan Intel Core i7-7820HK berkecepatan 4,2GHz, RAM 64GB DDR4 2800MHz, 2 buah GPU GTX 1080 SLI, dikombinasikan dengan HDD sebesar 1,5 TB dan fitur NVMe SSD RAID 0.

Dengan spesifikasi itu, kecepatan clock speed ROG GX800 lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Clock speed yang tinggi bisa menaikkan kinerja dan kesepatan proses pada computer secara keseluruhan, seperti meningkatan frame rates (FPS), mempercepat proses rendering/proses edit video, dan mempercepat jalannya berbagai aplikasi berat lainnya.

ASUS Gaming Center

Menariknya, menaikkan clock speed (overclocking) pada ROG GX800 terbilang sangat mudah. Soalnya ASUS sudah menyediakan ASUS Gaming Center yang sudah terinstall di dalam laptonya. Jadi tinggal buka aja tuh ASUS Gaming Center, trus atur frekuensi tegangan CPU & GPU secara manual sampai ambang batas tertentu.

Alva Jonathan kemarin juga sempat menunjukkan perbedaan kinerja ROG GX800 dalam berbagai mode. Benchmarknya bisa disimak dalam screenshot berikut:

Benchmark Mode Standard

Benchmark Mode Optimized

Benchmark Mode Extreme

Benchmark Game

Screenshot benchmark di atas adalah hasil uji coba oleh tim Asus ya. Kalau benchmark yang ditunjukkan oleh Alva Jonathan saat live demo kemarin aku ngga sempat motretnyaa. Huhu. Lanjut ke keunggulan Asus ROG GX800 berikutnya yuk!

Docking Watercooling Generasi ke-2

Pertanyaannya, kalau leptopnya di-overclocking, bakal over heat dan keok ngga? Ngga dong ah! Kan ada water cooling system untuk mendinginkan. Water cooling system yang digunakan pada ASUS ROG GX800 ini sudah didesain ulang sehingga mampu mendinginkan dan bisa memberi pasokan tenaga sampai 660 Watt.

2 adaptor pemasok daya 660 watt

Pasokan tenaga sebesar itu di dapat dari 2 buah adapter yang masing-masing besarnya 330 watt.

Mengapa harus 2? Ngga cukup 1 adapter aja seperti pendahulunya ROG GX700? Ya ngga lah, soalnya ROG GX700 emang ngga perlu dua-duaan. Di amah sendirian aja udah bahagia kok. Lah?

Penggunaan 2 adapter untuk memasok daya sebanyak itu memang dibutuhkan ROG GX800 yang menggunakan 2 VGA card yang merupakan salah satu spec dewa pada ROG GX800. Karena spesifikasi yang tinggi pada ROG GX800 tentu butuh banyak daya. Saat digunakan, satu adapter disambungkan dengan notebook, dan satu adapter lagi dipasang pada docking.

Hydro Overclocking System

Sementara untuk sistem pendinginan, ada docking khusus yang disebut Hydro Overclocking Station. Proses penyambungan dockingnya juga mudah banget. Saat Alva Jonathan mendemokan saat memasang docking, cukup dengn satu langkah mudah. Tinggal tancap dan ‘click’ untuk mengunci.

Di dalam water cooling, ada dua radiator dengan cairan pendingin yang akan berkerja dalam putaran dengan bantuan selang. Cairan dingin itu nantinya akan dialirkan dengan selang ke perangkat leptop untuk mendinginkan mesin.

Water Cooling System generasi ke-2
Cairan pendingin akan mengalir mendinginkan mesin

Setelah mendinginkan, cairan yang tadinya dingin kan jadi panas ya, trus dialirkan lagi ke radiator untuk didinginkan, trus muter lagi untuk mendinginkan. Gitu terus muter ngga ada capeknya. Yang penting leptopnya tetep adem dan yang main game senang. Hehe.

Design Disempurnakan

Secara tampilan, ASUS ROG GX800 keliatannya ngga ada beda dengan ROG GX700. Warna bodinya abu-abu mengkilap (metallic grey). Di bagian tengah ada dua garis merah dan logo Republic Of Gammers yang terlihat garang tapi keren. Apalagi kalau docking water cooling sistemnya dipasang, makin terlihat gahar.

ASUS ROG GX800 yang dipamerkan saat launching event

Logo ROG juga terlihat di bagian permukaan dekat keayboard, juga pada mouse khusus yang hanya bisa didapat kalau beli ROG GX800. Mousenya itu ngga dijual bebas di pasaran. Mouse yang diberikan adalah Gladius mouse, yaitu mouse gaming yang bisa diatur DPI-nya sampai 6400. Mouse yang sangat ideal untuk main game tipe First Person Shooter.

Mouse Gladius

Sebagian besar material covernya terbuat dari aluminium, kecuali bagian bawah yaitu bagian penutup yang terbuat dari plastik khusus untuk menutupi perangkat keras seperti HDD, SDD & RAM.

RGB Mechanic Keyboard

Bagian design yang paling menarik buatku adalah keyboard mekaniknya. Ada lampu yang akan berkelap-kelip saat kita mengetik, atau saat laptop dalam keadaan menyala. Di bagian keyboard ini lah kita bisa menyadari kalau sebenarnya ASUS sudah menyempurnakan ROG GX800 pada sisi design.

Kalo pendahulunya pake keyboard yang bisa nyalanya satu warna led merah aja, yang ROG GX800 mah menggunakan RGB keyboard yang dapat memancarkan berbagai macam warna. Jadi jelas lebih kerrren!

Ventilasi

Di body bagian samping kanan dan kiri ada ventilasi untuk menyaring udara masuk. Sedangkan di bangian belakang notebook ada exhaust fan untuk membantu pendinginan. Dan di mataku, bentuk ventilasi yang di bagian samping notebook ini mengingatkan pada lubang-lubang insang di badan ikan hiu. Garang gitu. Rrr. Haha. 😆

Other Convenience

Di atas tadi aku sempet singgung kalau di bodi belakang ada exhaust untuk buang angin panas. Iya, di dalam body ROG GX800 ada fan yang cukup besar. Tapi ngga usah khawatir bakal keganggu. Terutama saat main game online multiplayer dan harus real time video chat.

Soalnya ASUS punya teknologi Noise Supression untuk menyaring polusi suara seperti suara hentakan saat mengetuk keayboard, suara kipas di dalam leptop, atau suara dari game yang sedang dimainkan. Dengan begitu, lawan bisara tetap bisa menangkap suaramu dengan jelas.

ASUS juga memberikan fitur Dual Array Microphones yang bisa menangkap suara dengan jernih tanpa terganggu suara lingkungan yang berisik dari lingkungan. Jadi kalo misalnya kamu main gamenya di outdoor, atau di ruangan yang berisiiik, kamu masih tetep enjoy laa.

Asus Game First (source: Asus)

Untuk mendukung keasikan bermain, ASUS masih punya fitur lain lagi. Yaitu fitur ASUS GameFirst III yang berguna mengoptimalkan koneksi internet untuk gaming. Jadi walau main game online disambil buka aplikasi lain yang butuh internet, misal browser untuk download apa gitu, tetep lah koneksi internetnya bakal ngutamain game yang sedang dimainkan. Yekan namanya juga laptop khusus gaming.

Ngomong-ngomong soal koneksi internet, ROG GX800 dilengkapi dengan WiFi antenna external. Fungsinya tentu untuk menangkap sinyal internet agar lebih baik dan lebih cepat dibanding kalau hanya mengandalkan internal antenna standar. Dan lagi, external antenna jangkauan bisa lebih luas. Jadi oke banget buat mendukung penggunanya main game online.

Selanjutnya, ngga ketinggalan juga kelengkapan Port Input Output sebagai berikut:

  • Port HDMI 2.0 untuk memfasilitasi monitor resolusi 4K dengan tingkat refresh rate 60Hz
  • Display Port 1.3 yang mendukung monitor 8K (60Hz) atau dual monitor 4K 60Hz
  • 2 buah port USB 3.1 type C yang sudah support Thunderbolt 3.0
  • 3 buah port USB type A
  • Headphone jack
  • Microphone jack
  • WiFi Antena External jack
  • 2-1 card reader
  • Port LAN dan Kesington lock

Sementara speaker letaknya di bezel bagian bawah layar dan di bawah palm rest. Eh, palm rest maksudnya tau kan yah. Area di sekitar track pad itu loh, tempat kita meletakkan kedua telapak tangan kalo lagi ngetik.

Terakhir sebelum ke bagian kesimpulan untuk penutup, mari kita bahas travel bag ROG yang bikin aku ngiler. Bentuknya koper ukuran kabin. Itu kalo dipake traveling pasti keren banget. Huahaha.

Mengingat ROG GX800 ini punya bobot yang lumayan, jadi memang butuh travel bag buat ngangkut water cooling system yang bentuknya gede dan beratnya mencapai 4,7 kg, serta dua buah adapter dan juga mouse gladius yang spesial.

Sementara notebooknya sendiri yang beratnya juga sebelas dua belas sama water cooling system, dibawanya kudu pake ransel. Ngga bisa dimasukin sekalian di koper. Tenang, kalo beli unit ROG GX800, udah dapet keduanya kok. Dapet ransel dan kopernya sekalian.

Kesimpulan

Buat aku yang kepingin punya notebook sekelas ZenBook aja entah kebeli atau engga, rasanya ngga mungkin memiliki ROG GX800. Lagian aku bukan gamers juga.

Main game pakai ROG GX800 memang seru

Beda cerita kalo aku lahir di keluarga sultan. Pingin ROG GX800 tinggal bilang. Ngedip bentar udah ada tuh notebook gaming seharga 95 jutaan depan mata. Mau nantinya cuma dipake main Dinner Dash juga. Yang penting gaya. Haha.

Tetapi aku udah harus cukup berbahagia juga lah. Karena berkesempatan hadir di launching event Asus ROG GX800 tanggal 22 Maret lalu. Beberapa keseruannya sempat kurekam dalam video berikut.

Oya, beda cerita juga kalo seandainya aku ini hobi main game dan bahkan dapet duit dari main game, aku pasti bakal kumpulin duitnya untuk beli ROG GX800.

Untuk apa? Ya, supaya saat main game bisa menang terus. Macem Alva Jonathan kemarin yang nunjukin bukti-bukti kemenangannya karena main pakai ROG GX800. Soalnya ROG GX800 punya spesifikasi paling dewa dan belum ada yang menandingi saat ini.