Tag Archives: Air Asia

Air Asia ASEAN Pass, Cara Hemat Keliling Asia Tenggara

Yeay! Akhirnya Air Asia ASEAN Pass yang ditunggu-tunggu sudah diluncurkan di pertengahan bulan Mei 2015. Tentu ini menjadi kabar gembira juga bagi traveler, terutama pelanggan setia Air Asia yang doyan terbang dengan harga tiket murah. Karena apa? Ya, karena dengan AirAsia ASEAN Pass, kita bisa keliling ke negara-negara ASEAN dengan hemat! Kok bisa? Yuk, lanjut baca! šŸ™‚

Apa itu Air Asia ASEAN Pass?

Air Asia ASEAN Pass adalah tiket perjalanan berupa kartu dengan sistem credit point (poin kredit), yang dapat ditukarkan dengan tiket penerbangan antar negara ASEAN.

Terkait dengan kredit poin tadi, kartu Air Asia ASEAN Pass ini ada dua jenis, yaitu AirAsia ASEAN Pass, dan AirAsia ASEAN Pass +. Letak perbedaannya dimana? Yuk, cek tabel dibawah ini;

Air Asia Asean Pass

Kalau di rupiahkan, AirAsia ASEAN Pass (10 kredit) itu harganya sekitar Rp1.950.000. Sedangkan untuk AirAsia ASEAN Pass + (20 kredit), harganya sekitar Rp3.550.000.

Untuk menggunakan Air Asia ASEAN Pass, kita perlu menukarkan poin-nya dengan rute penerbangan yang kita inginkan. Yang perlu diingat adalah, dibutuhkan waktu 14 hari sebelum tanggal penerbangan yang kita inginkan. Jadi, nggak bisa, ya, mau tuker sekarang buat terbang besoknya.

Setelah penukaran pertama, poin kredit yang tersisa harus dihabiskan selama 30 hari untuk AirAsia ASEAN Pass, dan 60 hari untuk AirAsia ASEAN Pass +. Nah, kalo nggak segera dipakai selama masa berlakunya, yah angus deh poin yang tersisa. Sedangkan jika belum digunakan, kartu Air Asia ASEAN Pass masa berlakunya selama satu tahun. Nah, masa kadaluarsa yang 30 atau 60 hari itu akan dihitung sejak penukaran poin pertama kali.

Misal, kita beli kartu AirAsia ASEAN Pass yang 10 kredit pada tanggal 1 Juni 2015. Kita bisa gunakan kartu itu untuk perjalanan keliling ASEAN untuk periode terbang maksimal tanggal 31 Mei 2016. Kalau kita memutuskan untuk menggunakan poin itu pada 1 Desember 2015, maka kita harus menukarkan poinnya maksimal tanggal 15 November 2015. Dan masa kadaluarsa poin yang 30 hari itu akan dihitung mulai tanggal 1 Desember 2015. Jadi, kita bisa menggunakan seluruh poin yang kita punya samai dengan maksimal tanggal 30 Desember 2015.

Kelebihan & Kekurangan Air Asia ASEAN Pass

Dengan membeli Air Asia ASEAN Pass, keuntungan yang paling bisa dirasakan adalah sisi hematnya. Karena dengan membeli Air Asia ASEAN Pass, kita tidak perlu lagi memusingkan harga tiket yang fluktiatif yang kadang mahal, atau bisa juga murah sekali kalau pas periode promosi. Kita tinggal pintar-pintar mengatur rute perjalanan dari satu negara ke negara lain, sefektif mungkin, sampai kita bisa kembali lagi ke tanah air.

Berikut adalah contoh rute perjalanan dengan 10 poin kredit;

Keuntungan lainnya adalah, kita tidak dikenakan biaya proses saat hendak menukarkan poin dengan rute penerbangan yang kita inginkan. Selain itu, untuk setiap penukaran poin, kita akan mendapat BIG point sejumlah 250 poin. Nah, dobel untungnya, tuh! BIG point-nya nanti bisa dituker lagi dengan tiket pesawat. šŸ˜€

Sedangkan kekurangannya, dari sisi aku yang sukanya kalo jalan ngajak anak-anak, Air Asia ASEAN Pass ini ngga bisa digunakan untuk anak dibawah umur 12 tahun. Eheheā€¦ Selebihnya sih, apa yang kubaca dari Syarat & Ketentuannya, oke oke aja.

Ini dia syarat dan ketentuannya;

  • Kredit hanya dapatĀ ditukarkan untuk tarif dasar dan biaya tambahan bahan bakar.
  • Semua pajak bandara dan biaya lain seperti bagasi check-in, makanan dalam penerbangan, kursi dan asuransi perjalanan dibayar secara terpisah.
  • Setiap penerbangan harus ditukarkanĀ minimal 14 hari sebelum tanggal keberangkatan.
  • Setiap rute hanya dapat ditukarkanĀ satu kaliĀ menggunakan Asean Pass.
  • Wisatawan harus berusia 12 tahun ke atas.
  • Klaim penerbangan disediakan terbatas dan tunduk pada ketersediaan,kursi itu mungkin tidak akan tersedia pada setiap penerbangan atau hari,akhir pekan, libur umum dan sekolah libur.
  • Penukaran penerbangan terbatas dan tergantung pada ketersediaan kursi. Penukaran ini mungkin tidak tersedia untuk setiap penerbangan atau hari-hari tertentu, seperti akhir pekan, libur umum dan libur sekolah.

Nah, jadi udah pada siap beli Air Asia ASEAN Pass, kan? Langsung aja meluncur ke https://aseanpass.airasia.com ya!

Untuk informasi jumlah kredit untuk tiap-tiap rute penerbangan, bisa di-cek di link ini; http://www.airasia.com/id/id/book-with-us/asean-pass.page

Cerita di Hari Penyerahan Hadiah Air Asia Blog Competition

Tiba-tiba aku merasakan gemetar di sekujur tubuh saat memasuki Air Asia Cafe, di lantai 6 Gedung Air Asia Indonesia. Gara-gara melihat seorang MC yang sedang gladi resik untuk acara seremoni penyerahan hadiah untuk pemenang Air Asia Blog Competition. Ya Tuhan, aku tak tau harus berkata apa nanti dipanggil. Dari beberapa hari lalu, Mba Ika sebagai Manager Komunikasi Air Asia, sudah mengingatkan untuk menyiapkan diri karena akan diminta sharing di depan audience, tentang cerita yang kutuliskan untuk diikut sertakan dalam lomba.

MC acara Air Asia

Ya, meskipun ini memang hari yang sangat aku tunggu-tunggu, sejak pengumunan pemenang oleh Air Asia di awal bulan September lalu. Tetapi sungguh aku tak menyangka kalau acaranya bakal semeriah ini. Tidak hanya dihadiri oleh crew Air Asia Indonesia, tetapi juga Air Asia All Star dari Kuala Lumpur, serta Trinity Traveler selaku juri tamu.

Belum habis rasa shock karena harus sharing, Mba Ika memberi kabar lain yang tidak kalah mengejutkan.

“Nanti siapkan juga ya, kata-kata testimoni tentang air asia, karena kami ada rencana juga untuk membuat videonya,” ujar Mba Ika.

Duh, rasa nervousku semakin menjadi-jadi. Meskipun sebenarnya ada senangnya juga. Aku bisa numpang beken nanti. Hihi..

Padahal semalam sebelum hari H, aku sempat lupa pada rasa nervous itu. Soalnya Daffa’ punya PR banyak sekali, sehingga konsentrasiku benar-benar fokus hanya menemani Daffa’ membuat PR.

Dan sekarang, rasa nervous itu datang lagi dan lebih dahsyat. Untungnya keramahan Mba Ika, dan keseruan megobrol dengan pemenang lain, Ebent, Mita & suaminya, membuatku sedikit relax.

Sembari gladi resik berlangsung, kami diberi kesempatan untuk sarapan dengan menu yang tersedia di Air Asia Cafe. Aku memilih mi goreng, sementara Daffa’ & Abyan memilih roti bakar isi coklat. Sebenarnya aku tergoda dengan nasi uduk, tapi aku penasaran dengan mi goreng yang penampakannya mirip dengan menu mi yang dijual di cabin pesawat. Aku kan tidak pernah beli karena mahal kalau di pesawat. Hihi.

Tak lama usai makanan kami habis, Trinity pun datang. Dan acara dimulai sekitar jam 11 siang. Kami, para pemenang diminta duduk di kursi paling depan, bersanding dengan Trinity Traveler dan CEO Air Asia. Dag dig dug rasanya, terlebih ketika namaku disebut.

“Inilah juara kedua yang mendapatkan 2 tiket return ke Penang, Akomodasi 4 hari 3 malam di Golden Sands Resort, serta uang saku sebesar Rp7.500.000,-. Nurul Aslamiati silakan maju ke depan,” seru si mba cantik yang membawakan acara. Dan ternyata, selain hadiah yang disebutkan tadi, kami juga diberi piala kristal berbentuk pesawat, serta piagam yang telah difigura.

Aku lalu maju ke depan untuk menerima hadiah-hadiah itu. Namun sebelumnya, aku bercerita tentang kisah yang aku tuliskan yang aku ikutkan lomba. Aku memegang mik dan bercerita dengan merasakan gemetaran dari kepala hingga kaki. Berbeda sekali dengan Ebent dan Mita yang kulihat begitu santai dan asik saat bercerita pengalamannya dengan Air Asia, yang membuatnya terpilih sebagai pemenang di Air Asia Blog Competition ini.

Usai acara, kami disuguhi makan siang dengan menu prasmanan yang semuanya yummy. Lalu kami diajak tour singkat di dalam gedung Air Asia Indonesia. Sekilas aku jadi teringat pada kenangan saat aku mengunjungi kantor Google Indonesia bersama Kumpulan Emak Blogger bulan Februari lalu.

Kantor Air Asia Indonesia ini ngga kalah keren dengan kantor Google Indonesia. Selain ruangan kerja yang tanpa sekat, interior design yang nyaman, di kantor Air Asia ini juga ada berbagai fasilitas yang bisa membuat karyawannya betah. Ada ruang tidur siang yang dipisah antara lelaki dan perempuan, ruang nge-band, ruang gym, serta mushola yang luas dan bersih.

Oya, aku tadi lupa menceritakan kalau menu makanan di Air Asia cafe sangat murah. Aku sempat bertanya harga satu porsi nasi uduk lengkap dengan lauk, oreg tempe, dan taburan kacang goreng. Harganya cuma Rp8.000,-! Ih sudah nyaman, disediakan cafe dengan harga murah pula. Asik banget!

Nah setelah tour singkat, tibalah saatnya interview dan membuat video testimoni. Dan Alhamdulillah, semua berjalan lancar!

Aku kembali ke rumah dengan perasaan bahagia. Bagiku, ini sebuah prestasi besar dalam hidupku. Aku menjadi pemenang dari 700 orang lain yang megikuti lomba ini, aku juga bertemu dengan Trinity Traveler, seorang penulis best seller sekaligus seorang seleb traveler. Aku mendapat teman-teman baru yang tak kalah awesome seperti Mba Ika, Mita, dan Ebent.

Dan yang paling penting, aku sudah membuat Daffa’ & Abyan bangga. Bukan tanpa alasan aku mengajak mereka ke acara ini. Aku ingin mereka melihatku menerima anugrah kemenangan, aku ingin menjadi contoh sehingga tumbuh jiwa berjuang dalam dirinya, berjuang untuk mimpi-mimpinya.

Ya, sejatinya kita berasal dari benih yang berhasil dalam perjuangannya untuk menang dan kemudian lahir ke dunia. Kita memang terlahir untuk menang!

Terima kasih Ya Rabb, terima kasih juga Air Asia. Terima kasih Daffa’ & Abyan yang selalu menjadi sumber inspirasi dan kekuatanku. Love you…

Ah, jadi ingat komentar Trinity Traveler tentang tulisanku. “Sebenernya banyak tulisan lain yang sejenis dia,” ujarnya sambil menunjuk ke arahku ketika kami sedang mengobrol bersama. “Tapi pas baca tulisannya tentang anak-anak itu loh, bikin aku hampir nangis,” lanjutnya lagi.Ā Hehe… Dan aku pun GR.