Tips Traveling

Smart Memilih Jenis Akomodasi Saat Traveling

Ide menulis postingan berjudul Smart Memilih Akomodasi atau tempat menginap ini berawal dari perasaan yang agak berbeda saat bangun pagi hari ini. Entah kenapa kok aku kangen suasana bangun pagi di hostel. Kangen kamar sempit yang dipenuhi bunk bed, kangen antri mandi di shared bath room, kangen sarapan di pantry yang menunya cuma ada roti tawar plus teh atau kopi, dan kangen juga ngobrol pakai bahasa rimba dengan receptionist hostel yang beda bahasa.

Perbedaan hotel dan hostel

Untuk tipe budget traveler sepertiku, hostel memang jadi pilihan paling murah kalau ngga dapat tempat menginap yang gratisan. Hostel adalah jenis akomodasi/tempat menginap dengan harga murah, dan fasilitas secukupnya yang digunakan bersama-sama dengan tamu lain, seperti kamar dengan tempat tidur bersama (dormitory), dan kamar mandi bersama (shared bath room).

Hostel biasanya menjadi pilihan favorit para backpacker yang ketika traveling lebih banyak eksplore tempat wisata dan hanya menjadikan penginapan sebagai tempat untuk tidur malam. Jadi bagi backpacker, memang fasilitas hotel seperti kolam renang, spa, dan kemewahan lainnya yang biasa ditawarkan hotel bukan lah sesuatu yang wajib ada di tempat menginap.

Ya kecuali kalo ada yang memberi kamar hotel gratisan ya, book! Boleh lah sesekali stay cation, dan leha-leha aja di hotel untuk nikmatin semua fasilitas mewahnya. Mulai dari kamar yang luas, kasur empuk, AC adem, privat bed room, sarapan dengan bejibun menu, nyebur-nyebur di kolam renang, de el ell. *jadi kangen nginep gratis di hotel juga nih* haha…

Balik lagi soak hostel deh. Sebenarnya, ngga setiap pergi backpacking aku memilih hostel untuk tempat menginap lho. Aku punya batas budget untuk menginap setiap kali pergi backpacking. Biasanya ngga boleh lebih dari 300 ribu rupiah per malam per kamar. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan kota/daerah yang menjadi tujuan kita. Atau sesuaikan juga dengan kondisi dan dengan siapa kita traveling saat itu. Jadi memang kita harua smart saat memikih jenis akomodasi ketika traveling.

Misal kalau ke Singapura, budget Rp300.000 tentu dapatnya hostel. Beda lagi kalau geser dikit ke kota yang ngga jauh dari Singapura, yaitu di Johor atau Malaka. Di Malaka kisaran harga menginap di hostel seharga dibawah Rp100.000 pun banyak! Salah satu hostel bagus dan murah di Malaka yang pernah kujadikan tempat singgah adalah Sayang Selalu Guest House.

Nah, banyaknya hostel dengan fasilitas yang baik dan murah ini yang jadi pertimbanganku untuk tetap memilih hostel, dibanding hotel ketika backpacking with children ke Malaka. Padahal kamar hotel dengan harga kisaran Rp300.000 ada banyak. Tetapi kan kalau kamar hotel biasanya hanya bisa untuk 2 orang tamu. Karena aku sekeluarga (2 dewasa & 2 anak), jadi harus cerdas memilih penginapan dengan batas budget yang kubuat. Di Sayang Selalu Guest House itu, aku memilih family room yang bisa menampung kami sekeluarga, dengan harga masih dibawah Rp300.000.

Beda ceritanya waktu aku traveling ke Phnom Penh & Ho Chi Minh City. Di dua kota tersebut banyak juga hostel dengan harga kisaran Rp100.000 per orang. Tetapi berhubung ingin tidur berduaan suami, jadi memilih kamar hotel sebagai akomodasi. Untungnya, kisaran harga kamar hotel di Phnom Penh & Ho Chi Minh City tidak terlalu mahal. Budget Rp300.000 bisa dapat kamar tipe standard dengan privat bath room, plus sarapan di hotel bintang 3.

Hitungannya tetap murah lah, ya. Rp300.000 sekamar berdua. Ngga jauh beda jika dibandingkan dengan menginap di hostel yang harganya rata-rata Rp100.000 per orang per malam.

So, sudah punya gambaran kan, akan memilih jenis akomodasi seperti apa saat traveling, nanti? Buat yang udah bisa mbolang kesana kemari sih, udah ngga perlu tips dibalik cerita pengalamanku ini kali ya. Tapi semoga tulisan Tips Memilih Jenis Akomodasi Saat Traveling ini bisa membantu buat yang newbie.

32 thoughts on “Smart Memilih Jenis Akomodasi Saat Traveling

  1. Kalau aku seringnya di hotel. Walaupun bawaan backpacker, untuk masalah tempat tidur sama wc aku agak riweuh. Entah kenapa belum sreg kalau nginepnya di hostel. Huaaaaa *kekep dompet*

    1. Hihi… Emang sih, urusan pertoiletan bs jd masalah banyak trveler. Tp aku klo udh kebelet mah bodo amat mau ky apa tampilan si kloset 😀

  2. aku biasanya liat lokasi..kalau oke..dan harganya ngg terlalu jauh, better hotel hehehe…apalagi kalau jalan dengan anak2 et Udi. Satu lagi ..faktor keamanan yang selalu kita perhatikan juga. Soalnya kalau traveling dengan bawa kamera dan lensa kit yang banyaaak suka deg2an hehehe

    1. Akuu, masih tergantung budget walau dg anak juga, haha… Tp klo budgetnya cukup utk ke hotel, ya pilih hotel supaya anak2 nyaman. 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.