Tips Traveling With Children

Serba-serbi Traveling Bersama Bayi 0-6 Bulan

Hiking ke Batu Lawang

Siapa bilang bayi ngga boleh berpergian? Ya kalau pun orang tua melarang, sebenarnya untuk alasan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Wajar saja, karena daya tahan tubuh bayi memang masih lemah dan bisa saja dengan mudah terkena bakteri atau virus berbahaya.

Selain itu, traveling bersama bayi memang akan ribet. Ya, stay di rumah aja udah ribet, apa lagi jalan-jalan kan? Yang pasti akan lebih banyak barang bawaan, dan banyak syarat harus dipenuhi. Seperti pilihan moda transportasi dan akomodasi yang harus ramah bayi.

Berarti, menikmati traveling bersama bayi bukan lah hal yang tidak mungkin kan? Berikut ini serba-serbi traveling bersama bayi berdasarkan pengalamanku traveling bersama baby Ranu.

Umur Berapa Bayi Cukup Kuat Diajak Traveling?

Aku ingat pertama kali berencana traveling naik pesawat bersama baby Ranu. Aku cukup galau ketika akan membeli tiket. Sebab usia Ranu belum genap satu bulan. Boleh ngga ya naik pesawat? Apakah aman membawa bayi naik pesawat?

Lalu aku mencoba mencari jawaban. Kebetulan tiket yang mau kubeli adalah AirAsia. Maklum, lagi promo. Supaya cepat, aku bertanya langsung kepada beberapa crew AirAsia yang kukenal. Umur berapakah bayi sudah boleh naik pesawat Air Asia?

Tiket pesawat baby Ranu
Tiket pesawat baby Ranu

Dalam syarat dan ketentuan penerbangan AirAsia ternyata sudah dijelaskan. Bahwa kategori bayi yang diijinkan terbang bersama AirAsia minimal berumur 9 hari.

Baca juga: Pengalaman Traveling Dengan Bayi Umur 12 Hari

Umur 9 hari? Masih fragile banget dong ya? Iya banget! That’s why kudu extra hati-hati juga. Paling ngga sampai umur 3 bulan lah bayi masih sangat fragile. Setelah 3 bulan, bayi sudah lumayan kuat walau masih terlalu kecil.

Namun beberapa bayi yang terbilang gemuk sudah pasti ngga terlalu terlihat kecil lagi. Sama seperti Ranu yang sudah ndut banget waktu umur 2 bulan. Ngga risih lagi saat mau gendong. Tapi ya, karena gendut itu, jadi bikin sakit leher kalo kelamaan gendongnya.

Setelah problem solved untuk syarat umur, selanjutnya aku juga harus memastikan diri bahwa aku berani membawa bayi traveling. Ya, seperti yang sudah sering aku bilang. Syarat utama kalau mau traveling with children and baby adalah BERANI, BERANI, BERANI! Yes, Mental Preparation is a must!

Persiapan Mental Seperti Apa Sebelum Traveling Bersama Bayi?

Seperti yang sudah kutulis di atas. Yang namanya ngurus bayi dan anak-anak itu, di rumah aja udah ribet. Which is mean akan lebih ribet ketika traveling. Untuk itu, sadari lah keribetan itu. Ketahui apa saja yang harus dipersiapkan. Apa saja yang harus dibawa. Serta bersiap untuk segala kemungkinan terburuk.

Kebun Binatang Surabaya

Jika sudah mempelajari semua, tanyakan lagi pada diri sendiri, siapkan menghadapi keribetan itu? Siapkah memenuhi segala hal yang harus ada jika traveling membawa bayi? Siapkah pundak pegel dan sakit leher karena harus gendong bayi kesana kemari? Terutama untuk backpacker atau tipe travelight yang ngga mau repot bawa stroller segede gaban.

Atau pertanyaan ini; siapkah keluar budget lebih banyak dari biasanya? Sebab yang namanya ada bayi, ngga mungkin kan untuk urusan tidur malam gegoleran di emperan mushola. (gaya gue banget itu dulu tidurnya asal. Haha)

Well, jalan-jalan bareng bayi memang identik dengan kenyamanan ya. Ngga perlu mewah sih kalau aku. Tapi paling ngga ya ngga boleh nggembel banget seperti biasanya. Nah buat backpacker minded, kenyamanan yang berpengaruh terhadap budget tentu menjadi perhatian tersendiri. πŸ˜‰

Bagaimana Membuat Bayi Merasa Nyaman Saat Traveling?

Sebenarnya, bayi bisa saja menjadi seorang traveler yang asik aja diajak jalan. Selama kita sebagai orang tuanya bisa memastikan bahwa si bayi dalam keadaan sehat, selalu hangat dalam pelukan, dan perutnya selalu dalam keadaan kenyang.

Pikirkan lagi sebelum mengajak bayi menempuh perjalanan jarak jauh jika bayi mengalami colic (masuk angin/perut kembung), demam, atau jika jika kita sebagai ibu/ortu mengalami masalah psikis karena kerepotan menjadi orang tua baru.

Klenteng Hok An Kiong

Jadi agar nyaman saat traveling dengan bayi, pastikan semua dalam keadaan sehat, baik fisik maupun psikis. Istirahat yang cukup sebelum memulai traveling adalah keharusan.

Selama traveling, pastikan juga kita memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Jaga bayi agar tetap hangat dalam pelukan ibunya. Jadilah slow traveler yang tidak terlalu padat membuat itinerary. Susui kapan saja bayi butuh menyusu. Ganti popoknya segera jika sudah basah atau poop.

Dalam hal susu menyusu, jika bayi masih ASI exclusive tentu sangat menguntungkan. Karena ASI siap saji kapan saja. Jadi ngga perlu repot bawa botol dan termos air panas. Dengan begitu, barang bawaan pun bisa sedikit lebih ringan.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Rewel?

Awal kehidupan bayi biasanya masih lebih banyak tidur. Hal yang mebuatnya terbangun dan menangis adalah jika merasa lapar, popoknya basah, atau merasa sakit. Kalau bayi nangis dan sudah coba disusui masih ngga bisa tenang, coba cek popoknya siapa tau sudah harus diganti.

Perut kenyang, popok ngga ada masalah, tetapi masih nangis juga? Jangan-jangan bayinya sakit. Coba periksa. Buka bajunya. Apakah ada semut yang mengigit di balik baju? Apakah ada memar? Kalau ngga ada memar, coba lakukan pijatan ringan. Takutnya kecetit. Kalau memang iya, biasanya bayi akan bereaksi ketika anggota badan yang sakit disentuh.

IMG_20151128_220121

Pada bayi yang sehat-sehat saja, jaga bayi tetap tenang dengan selalu ada dalam pelukan. Saat perutnya kenyang, dia akan terus tertidur dan tetap nyaman saat ibunya bergerak, berjalan, atau meskipun hanya duduk dalam perjalanan.

Kalau segala cara sudah dilakukan tapi bayi tetap rewel, biasanya aku memilih kembali ke hotel. Istirahat saja di kamar. Kalau anaknya udah tenang, bisa juga diajak menikmati fasilitas hotel seperti kolam renang atau taman. Sembari bayi renang, kita bisa ikut nyebur untuk relaksasi. Dengan catatan bayinya ngga sakit ya. Kalau sakit harus ke dokter.

Bagaimana Menjaga Bayi Agar Tetap Ceria?

Jika bayi sudah mulai besar, waktu tidur mulai berkurang. Ada waktunya bayi melek dan minta main. Untuk itu perlu juga membawa beberapa mainan yang disukai bayi. Kalau perlu beli mainan baru yang memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Colorful. Warna-warni cerah lebih menarik perhatian bayi
  • Musical toys. Bayi biasanya suka suara musik dari mainannya
  • Teether untuk digigit-gigit
  • Squeezable (bisa diremas) dan banting-able
  • Textur lembut dan peluk-able
  • Dst.

bayi duduk

Namun ada saatnya bayi bosan bermain dengan mainannya. Yang kulakukan biasanya adalah mengajaknya melihat ke luar jendela (jika sedang di dalam kendaraan). Mobil-mobil di jalanan, atau pohon-pohon yang terlihat berjalan biasanya bisa menarik perhatiannya.

Ketika tertidur di perjalanan, biarkan bayi rebah di dada. Baringkan jika memungkinkan. Biarkan bayi bebas ngulet (menggeliat) karena bayi juga perlu melepas penat dengan melemaskan otot.

Saat di hotel atau di tempat wisata, biarkan bayi bebas merangkak jika memang memungkinkan. Istirahat bersama sambil mengajaknya ngobrol atau bernyanyi juga OK banget!

Transportasi & Akomodasi Apa Yang Cocok?

Bisa dibilang aku selebor. Moda transportasi ojek masih bisa diandalkan walau bawa bayi. Toh sejak lahir kalau check-up ke dokter sama bayi juga naik motor. Jadi kufikir ngga apa lah naik ojek. Kalau di Jakarta, atau ketika di Surabaya, ojek online sering jadi pilihan.

Tetapi ojek ngga bisa terus-terusan jadi andalan kalau barang bawaan segambreng. Naik ojek paling kalau dari hotel ke tempat wisata, yang mana segala barang bawaan sudah aman di dalam kamar hotel.

sleeping ranu

Kalau dari dan ke bandara atau hotel, taxi adalah pilihan terbaik. Terlebih kalau ngga tau rute angkutan umum, atau jika hotel yang sudah dibooking alamatnya ngga dilalui angkutan umum. Naik angkutan umum juga masih OK! Pastikan aja ngga ada yang merokok di dalamnya. Kalau ada yang berani, tegur!

Soal akomodasi, buatku bisa jenis apa saja asal memenuhi 5 syarat sebagai berikut;

  1. Bersih
  2. Private bathroom dengan water heater
  3. Wastafel yang bisa dipakai untuk mandiin bayi
  4. Family room/superior room + extra bed
  5. AC & Teko pemanas air. Lebih oke lagi kalau ada kolam renangnya.

Traveling Essentials

Selain mainan bayi yang sudah kusebut di atas, berikut adalah barang-barang yang wajib dibawa:

Untuk kebutuhan bayi:

  1. Seperangkat baju bayi (jumpsuit, piyama, legging, kaos kaki, topi, jaket, selimut). Sepatu prewalker ngga wajib, tapi aku selalu bawa biar unyu buat difoto. Haha
  2. Seperangkat perlengkapan mandi bayi dalam satu pouch (Sabun cair, shampoo, minyak telon, baby cream, baby parfum, tisu basah)
  3. Baby diapers. Kalau traveling aku lebih memilih disposable diapers, supaya praktis. Sekali pakai, buang. Sedih juga sih sebenarnya karena harus menyumbang sampah di daerah orang. (haha lebay banget gue). Well, pokoknya kalau di rumah aku adalah clodi freak! Lagian clodi lebih ekonomis. πŸ˜‰
  4. Obat-obatan in case dibutuhkan (paracetamol bayi dalam bentuk drop ber-pipet, balsam bayi, termometer)
  5. Neck ring. Since I know that Ranu demen berenang, cincin leher wajib dibawa kalau traveling. Bisa dipakai buat renang di kolam hotel kalau lagi males jalan-jalan.

bayi berenang 1

Untuk kebutuhan ibu/ortu:

  1. Baju bukaan depan supaya mudah ketika mau menyusui bayi. Aku biasanya pakai kemeja, atau pakai dress dengan bukaan depan untuk lebih simple.
  2. Apron menyusui. Kalau pakai kerudung, tinggal pakai kerudung lebar aja untuk menutupi bayi jika sedang menyusu
  3. Alas kaki yang nyaman supaya kaki ngga mudah lelah atau lecet kalau harus jalan kaki. Nyaman dalam artian ngga kesempitan, ngga kebesaran, ergonomis, sol empuk, ngga licin, dll.
  4. Disposable panties (celana underwear sekali pakai buang)
  5. Obat-obatan in case dibutuhkan

Seiring dengan bertambahnya anak, bertambah pula barang yang harus dibawa kalau family trip. Untuk mengurangi bawaan, aku kadang sengaja ngga bawa handuk dan perlengkapan mandi. Toh sudah disediakan di hotel.

Dalam hal obat-obatan, aku ngga bawa obat-obatan oral. Sebab masa menyusui memang ngga boleh sembarangan minum obat tanpa resep dokter. Jadi obat-obatan yang kubawa hanya obat luar untuk mengatasi masalah yang sering timbul, seperti sakit leher karena kebanyakan gendong bayi.

Salah satu obat yang selalu ada dalam travel pouch-ku adalah counterpain. Baik dalam bentuk yang bisa dioles-oles seperti Counterpain cool (kemasan biru), maupun yang patch (koyo). Awalnya sih clueless banget deh waktu punya bayi dan berencana mengajaknya untuk family trip. Clueless karena biasanya bawa obat oral untuk diminum kalau badan pegal-pegal.

cara mengatasi sakit leher non-farmakologik

Sampai satu hari Ojrahar memberiku link berisi informasi mengenai sakit leher dan cara mengatasinya. Ternyata sakit leher adalah masalah umum yang sering kita alami. Biasanya akan membaik dalam beberapa hari dan counterpain bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sakit leher secara Non-Farmakologik.

Anyway! Sebenarnya banyak yang ingin kubahas mengenai serba-serbi traveling bersama bayi. Tetapi sepertinya tulisannya sudah terlalu panjang. Jadi biarlah kubagi menjadi beberapa post.

Selanjutnya aku mau cerita soal serba-serbi traveling dengan bayi 6 bulan ke atas. Yang mana di umur tersebut bayi sudah mulai MPASI, lebih aktif, banyak bergerak, sudah lebih besar dan lebih banyak lagi tantangannya. Aniway, thanks a million for reading!

77 thoughts on “Serba-serbi Traveling Bersama Bayi 0-6 Bulan

  1. Salam kenal, Bundaa
    Wahh, keren nih tipsnya, terutama yang bayi naik pesawat soalnya saya masih jiper ngajak debay naik pesawat. Traveling pertama 6 bulan, antarkota. Lanjut, pas 10 bulan, antarpropinsi. Semuanya lewat jalur darat. Enggak rewel, sih. Alhamdulillah. Cuma kalau ngajak naik pesawat ini yang rada2 gimana sayanya, hehehe. Baca ini jadi semacam tercerahkan.

  2. Moms ranu mau minta pendapat. Umur 9 bulan plan mau ikut ghatring fams dari kantor. Surabaya ke bali full via darat. Sebelumnya sudah pernah umur 5 bulan ke jogja pake kereta api.. gmn baiknya ya..

    1. Pertama, pastikan ibu dan anak sehat dan cukup siap untuk pergi jauh ya. Jangan berangkat kalau ragu-ragu.

      Umur 9 bulan berarti udah makan, akan sangat menguntungkan kalau bayinya minum ASI. Tapi kalau mmg bukan ASI, bawa termos air panas yg ukuran kayak botol itu praktis. Makannya selama di perjalanan waktu Ranu biasanya pisang ambon dan biskuit bayi.

      Bawa diapers dan tisu basah, karena biasanya butuh ganti selama di perjalanan.

      Jaga baby agar selalu hangat, terutama kalau dlm kendaraan AC nya terlalu dingin.

      Bawa mainan jg ya, kalau bisa mainan baru supaya ngga bosan.

      Semoga perjalanannya menyenangkaaann.

  3. Wah saya belum berani membawa bayi travelling… bahkan bawa dari Bekasi ke Jakarta saja usia sebulan saya dag dig dug..
    Suami ingin ajak anak-anak travelling akhir tahun… bayi masih sekitar 5bulan.. saya masih mikir-mikir.. soalnya akhir tahun juga rame dimana-mana…
    Ada masukan mbak.. waktu/bulan nyaman untuk bawa bayi travelling…

  4. Mksh tips nya mbak..seruu bgt ya klo sy pgn ajak bayiku br 8 bln ke jogja tp rombongan bersama tmn2 guru di tempat sy kerja ada tips tdk?

  5. kalau aku juga masih belum terlalu berani sih bawa bayi aku pergi atau traveling jauh sebelum dia berumur 1 tahun. Apalagi kalau ngajak si kecil naik pesawat. Takut kenapa-kenapa.

  6. NAH, wastafel itu ptg memang, yg bisa utk mandiin bayi ;p.. kmrn aku baru aja ngereview hotel yg wastafelnya lumayan gede dan aku jadiin tempat bayiku mandi, eh, bnyk yg heran mbak :D.. soalnya ga semua jenis kamar di hotel yg nyediain bath tub kan.. lagian kalo adapun, males aja ngisi baknya cuma utk mandiin bayi sebentar bgt ;p..

    kalo utk bawa anak traveling, jujurnya aku mulai umur 8 bln ke atas.. dulu suamiku mulai dibawa naik pesawat, ke korea utara pula, pas umur 3 bulan :D.. itu saking mertuaku pgn cari aman, rutenya sampe dipilih yg banyak transit . jadinya memang lbh lama sampai, tapi demi suamiku yg masih bayi saat itu ga kenapa2.. apalagi jaman dulu bayi diajak pergi jauh kyknya masih blm direkomendasiin yaa.. aku pribadi sih ga mau ngajak ankku semuda itu traveling krn males rempongnya aja sih mbak ;p.. makanya selalu sabar nunggu dia agak gedean πŸ˜€

    1. Hihi… Aku nekat bawa bayi krn justrj gk sabar pingin cpt traveling. Btw, suamimu udh jd petualang sejak bayi berarti yaa :p

  7. Ternyata asyik juga ya Mbak Noe kalau travelling bawa bayi. Dari pada bayi ditinggal sama omanya kita jalan-jalannya juga ga enjoy inget si dedek terus dirumah. he he

    1. Hehe.. Udah setahun udh bs jalan ya, tp punya kerempongannya sndiri juga sih. Intinya smua mah repot, tp jalani saja kaan

  8. Kok ya saya bs nemu artikel ini. Lha beberapa menit yg lalu anak sy bilang: ma, kenapa sih gak mau punya dedek bayi lg? Trus sy jawab: kita kan mau jalan2 dan wisata kuliner. Kalo punya bayi batal deh semuanya… tinggal d rmh aja…. hihi…. untung anak saya gak baca ini wekekeke????

  9. Noe aku kembali lagi nich buat sharing juga obat obatan yang kubawa. Repot kan ya, namanya bawa Bayi dan anak. Selain obat anak, aku juga kudu bawa obat, tentunya saya gak boleh sakit dong, bawa Bayi pergi kok malah sakit. Jadi yg kubawa biasanya obat sakit kepala, obat utk meredakan sakit pinggang, sakit punggung ..kan bawa Bayi suka pegel. Gitu Noe, sama kan kita

    1. Berhubung nasih menyusui, aku anti obat2an yg diminum mba Astin. Jd andalanku skrg selama hamil & menyusui ya Counterpain deeh πŸ˜‰

  10. kadang kalau jalan-jalan sama bayi kasian juga masuk angin…
    terutama di jalannya, kalau naik mobil sih gpp, tapi kalau naik motor kasian…
    udah pernah ke bali mbak ?
    di bali juga banyak tempat wisata yang menarik di kunjungi bersama keluarga.

  11. sebenarnya klo ajak bayi jalan, masih minum asi aja ga repot ya.. tapi memang ibunya harus yakin dan siap mental ini, bawa bayi belum setahun wah.. perjuangan yg hebat, klo aku gak pede hahaha, selain malas rempong, juga ga mau resiko krn bayi masih rawan gampang sakit. Hebat Mak Noe, salut!

    1. Hihi iyaa Ristin, bayi memang fragile, kudu yakiin bgt kalo dia sehat sebelum dibawa berpergian, plus banyak doa supaya dilindungi. πŸ™‚

  12. Salut aku, Ranu udah jalan-jalan jauh, karena nyali ibunya yang oke. Pasti akan membeas di memorinya, saat dewasa besok akan dingatnya, diajak jalan-jalan jauh oleh bundanya.
    Aku sekarang ini saja, masih suka ingat pernah diajak jalan orang tua, dan itu menjadi kenangan manis seorang anak.

    1. Memorable ya mba perjalanan bersama ortu. Aku harap anak2 nantinya bs mengingat, sama seperti ingatanmu itu mbaa. Aamiin

  13. Aku travel bawa bayi itu pertama kali pas ibam usia 4 bulan. Ke sydney dan di pesawat 7 jam full. Sampe sana diperiksa sama imigrasi buat mastiin yg aku bawa itu susu bubuk bukan bubuk yg lain…hahahahha..seru banget mana gak bisa bahasa inggris waktu itu

    1. Wiih, ketat ya imigrasinya. Eh klo bubuk kayaknya krn dicurigai bawa bubuk narkoba kali yah. Klo cairan susu mgkin malah lbh aman sebab utk bayi

  14. Bawa bayi naik pesawat kadang suka khawatir di tekanan di telinga. Haha. Paling suruh mimi asi yak pas take off… dulu Azka sama Aisya juga gitu keluhannya sakit telinga.

    1. Nah, mungkin bayi jg ngerasain sakit telinga, tapi krn blm bs bilang jd nangis. Tips nya usahakan bayi tdr selama penerbangan πŸ˜€

  15. Selama ini jadi silent reader. Sekarang mau ikutan komen aah, hihi *salim*
    Aku pertama travelling bawa bayi umur 4bln. Naik pesawat dari Jakarta ke Makassar. Dan yaampun, bayiku nangis terus. Sampe nggak enak sama penumpang lain :(. Makanya sampe sekarang kok rada trauma mau travelling lagi. Pulang kampung aja nanti deh nunggu anaknya gedean. Padahal sekarang anaknya udh 2tahun! Hiks.

    1. Ayo ayo pulang kampuung. Nangis saat awal awal diajak pergi itu wajaar. Lama-lama terbiasa kok mereka πŸ˜‰

  16. Wiiih keren banget bayi cilik menthik diajak ke Surabaya. Faris sulungku pertama kali pergi jauh dari rumah utinya di Blitar Jatim ke Jogja naik kereta umur 2 bulan. Trus umur 2,5 bulan lanjut naik kereta dari Jogja ke Jakarta. Umur tiga bulan sudah jalan-jalan ke kebun teh Puncak.Kalau sekarang nggak bayangin bawa-bawa bayi pergi-pergi. Tapi kok dulu bisa ya? Tapi bawa mbak pengasuh sih. Kalau sendirian aja sama ayahnya juga gak bisa.

  17. Bawa bayi traveing susah2 gampang. Anak pertamaku selalu gembira kalau jalan2. Sedang yang kedua selalu muram, kyk gk nyaman. Tapi herannya begitu nyampai indoor/ hotel, ceria lagi. Hehehe emang seru jalan2 bawa bayi.
    Trism tipsnya Mbak Nurul πŸ™‚

    1. Hihi iya mba April, anak beda2, dulu anak keduaku jd ngambek mulu kalo diajak trekking, atau jalan kaki keliling kota, tapi lama2 kebiasa dan asik aja. Hihi

  18. Kemaren saat kami rombongan wisata religi, sempat terpikir untuk membawa anak yang sudah 4 bulan. Tapi, dengan berbagai pertimbangan gak jadi. Beberapa pertimbangan itu ada yang sama dengab diatas. Than’ks sharingnya, mbak.

    Salam hangat dari Bondowoso..

    1. Naah iya kaan, counterpain memang jd andelan deh mau traveling sendiri atau sama anak juga πŸ˜‰

  19. Kebijakannya AirAsia sama ya kek Garuda, karna dulu adik ipar pas mau balik Bandung pake maskapai lain nggak bisa. Minimal 3 bulan kalo nggak salah.
    Mba mba, baby Ranu masya allah ngegemesin yak.

    1. Iya, beda-beda tiap maskapai. Untung maskapai favorite aturannya ngebolehin bayi umur 9 hari. Hihi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.