Akomodasi / Hotel, Kuliner

Sensasi Mongolian Barbeque di Best Western Mangga Dua

Best western mangga dua Mongolian Barbeque

Yang paling berkesan dari Best Western Mangga Dua Hotel & Residence adalah Mongolian Barbeque yang yummy saat dinner. Juga kasur single yang selebar 120cm. Kalau di rumah, kasur seukuran itu cukup banget untuk bobok berdua sama Abang Ranu.

Tetapi karena kemarin aku nginepnya sendirian, ya Tuhan, malamku jadi terasa sepi. Haha.

Menginap tanpa anak di Best Western Mangga Dua menjadi semacam percobaan jauh-jauhan antara aku dan si baby. Ya, kalau jadi, dalam waktu dekat aku bakal pergi sendiri ke luar kota selama beberapa hari.

Relax best western mangga dua

Dan lagi, sekali waktu aku juga perlu jalan sendiri. Benar-benar keluar dari rutinitas. Mencari udara segar. Bersantai saja di kamar hotel. Haha-hihi bareng teman. Atau sekadar menyendiri dan berfikir, lalu menyadari bahwa apa yang sudah kumiliki adalah yang terbaik yang diberi oleh Tuhan. Ya, kadang semuanya akan terasa lebih berarti dan dirindukan justru saat mereka jauh atau tak ada, kan?

Ngintipin Beberapa Fasilitas Hotel

Anyway, balik lagi ke cerita menginap di Best Western Mangga Dua.

Sabtu siang, 27 Agustus. Aku menuju hotel dengan Uber taxi. Untuk orang yang ngga tau jalan dan susah mengahfal rute, taxi selalu jadi pilihan terbaik. Aku tinggal duduk manis dan minta di antar ke tujuan. Terserah mau lewat mana, yang penting ngga disasarin.

Sampai hotel, aku merasa sesak. Lebih sesak dari jalanan Jakarta yang selalu macet. Rupanya hotel lagi fully booked. Saat aku check-in, sedang ada beberapa bus yang ngedrop tamu dari luar kota untuk menginap di sana.

Lobby hotel yang luas pun penuh. Tak ada sofa kosong. Tamu-tamu berdiri di sana-sini. Termasuk di depan lift. Berderet semacam antri sembako. Aku jadi ingin menyimpulkan kalau Best Western Mangga Dua ini hotel favorit yang ada di sekitaran Mangga Dua. Mungkin.

Sambil menunggu antrian lift sepi, aku melipir ke dining room. Mengobrol dengan teman blogger yang sama-sama ingin menghabiskan weekend di hotel.

Sebelum masuk ke kamar, kami jalan-jalan dulu untuk melihat beberapa fasilitas hotel. Kami naik ke lantai F1 & F2 (setara lantai 6). Ada sarana untuk berolahraga ringan di sana. Swimming pool, gym dan sauna. Kepingin nyebur, sayang ngga bawa baju buat basah-basahan.

Ada juga Bhuvana Spa yang menawarkan layanan pijat dan perawatan tubuh. Aku sempat masuk ke dalam ruangan spa. Cuma buat liat-liat harga aja sih. Haha. Sambil ngobrol dikit sama mbak-mbaknya, Kapan-kapan deh nyobain spa di Bhuvana Spa yang terapis-nya professional dan berpengalaman itu.

Bobok di Kamar Super Deluxe

Menjelang magrib, aku masuk kamar untuk istirahat sebentar. Aku dan Mba Yennie mendapat kamar nomor 3210 di lantai 32. Dari atas lantai setinggi itu, harusnya bisa mendapat pemandangan yang oke. Sayangnya, tepat di depan jendela kamar ada balkon yang agak lebar dan terhubung dengan ruangan room service.

Pemandanganku jadi agak keganggu karena adanya balkon itu. Tetapi itu bukan masalah besar. Aku tinggal tutup tirainya dan memilih untuk ngga buka-buka lagi. Lagi pula, room service kadang ke luar ke balkon itu. Ngga asik kan kalau mereka nengok dan keliatan semua isi kamar. Hehe.

Di dalam kamar super deluxe twin room, terdapat dua kasur ukuran 120x200cm, yang dipisahkan oleh meja kecil di antara keduanya. LED TV terpasang di dinding berhadapan dengan tempat tidur. Di kanan dan kiri TV, ada meja tulis dilengkapi kaca rias, perlengkapan untuk membuat kopi dan teh, juga minibar.

Kamar mandinya cukup bersih. Lengkap dengan semua kebutuhan mandi. Standing shower dengan air panas dan dingin mengalir lancar. Urusan MCK aman lah. Di dekat pintu kamar mandi tersedia lemari pakaian dari kayu. Di dalam lemari terdapat beberapa gantungan baju dan mini brankas untuk menyimpan benda berharga selama menginap.

Dari semua yang ada di dalam kamar, yang paling aku suka justru lampu-nya. Cahayanya ngga terlalu silau meskipun semua lampu dinyalakan.

Satu lagi, slipper alias sendal hotelnya aku suka banget. Bukan karena bagusnya, tetapi karena lantai kamar tidak berkarpet. Dingin pwol kalau telapak kaki bersentuhan dengan lantai yang terkena AC.

Selain kamar yang kutiduri, aku sempat ngintip suasana kamar Suite Room. Luas kamarnya 60 m² dengan tempat tidur king size, sofa menyusui, sofa tamu untuk 4 orang, 2 LED TV, dan bagian lantai kosong yang masih cukup luas. Cukup banget untuk menampung 3 extra bed. Ada bathub di kamar mandi.

Atau kalau mau nginep rame-rame, pilih aja kamar Suite dengan 2 tempat tidur double. Bisa memuat 4 orang dewasa dan 2 anak. Mau tambah extra bed lagi juga bisa. Rate extra bed 300k per bed per orang termasuk sarapan.

Sensasi Dinner a la Mognolian Barbeque

Habis magrib, aku dan mba Yennie turun ke lobby. Untuk apa lagi kalau bukan makan. Kebetulan kalau weekend ada Mongolian Barbeque. Menunya a la buffet all you can eat diiringi live music di area Sunda Kelapa Lounge.

Yang perutnya Indonesia banget, bisa makan nasi lengkap dengan lauk dan sayur. Yang Vegetarian, boleh pilih makan buah atau sayuran dengan dressing mayo. Tapi kalau mau sensasi berbeda, boleh lah melahap menu andalan Mongolian Barbecue.

Mongolian barbeque adalah masakan yang berasal dari bangsa Mongolia. Sejenis tepanyaki kalau di Jepang. Isinya berupa daging dan seafood serta sayuran, dimasak dengan cara ditumis di atas sebuah piringan semacam besi datar. Saat disajikan, tumisan disiram dengan saus barbeque yang yummy.

Tungku untuk memasak Mongolian Barbeque diposisikan didepan pintu lobby. Aroma barbeque segera mampir di indera penciuman saat aku mulai membuka pintu kaca. Chef-nya bilang, “supaya baunya mengundang siapa saja untuk datang dan makan”. Aih, bisa aja!

Sebelum makan besar, aku icip-icip dulu makanan ringan yang ada di Sunda Kelapa Lounge. Makanannya manis semua dan harusnya untuk dessert. Tapi biar lah kumakan sebagai makanan pembuka. Hehe. Boleh kan? Jaman udah merdeka gini kok!

Habis cobain dawet, cake coklat dan pudding, baru deh minta dimasakin tepanyaki sama chef ganteng. Habis satu piring, masih nambah makan nasi dengan lauk kungpao chicken dan sayur capcay. Haha. Bener-bener makan besar aku!

Tidur Dengan Drama

Habis makan malam, aku buru-buru balik ke kamar. Berharap untuk tidur dengan nyenyak. Nyatanya susah. Terkenang-kenang tangisan baby Ranu minta nenen menjelang tidur. Terbayang senyum lucunya. Tingkah yang ngegemesin. Juga kangen Mamas & Kakak yang suka minta jatah peluk dan ciuman sebelum tidur. Aduuuh! Semacam pingin pulang. Hehe.

Besoknya, setelah bangun pagi, mandi dan sarapan, aku buru-buru pulang deh. Membawa beban rindu yang udah berat. 😉 Oya, menu sarapan disajikan a la buffet juga. Mostly masakan Indonesia. Nasi sayur dan lauk pauk tentu saja jadi makanan utama. Lainnya ada bubur sumsum, nasi uduk, rebusan kacang, jagung, ubi serta pisang. Ada cakwe juga.

Menu kebarat-baratan ada juga. Aneka pastry, roti, waffle, omelete, pudding, dan aneka sereal. Yoghurt juga ada. Banyak deh. Dan belum semua aku cobain. Perutku ngga sanggup nampung semuanya sekaligus gitu. Hehe.

So, kapan-kapan merasa harus balik lagi bawa keluarga lengkap. Mereka juga harus coba Mongolian Barbeque yang harganya cuma 135k nett/person. All you can eat loh! Murmer yak.

Best Western Mangga Dua Hotel & Residence
Jalan Mangga Dua Abdad No. 111
Jakarta Pusat
+6221 6122 999
Email: info@bwmanggaduahotel.com
Instagram: @BWManggaDuaHotel
Twitter: @BWManggaDua
Facebook:  Best Western Mangga Dua Hotel & Residence

44 thoughts on “Sensasi Mongolian Barbeque di Best Western Mangga Dua

  1. Weheheee…malah jatohnya kangen Ranu ya Noe bepergian sendiri gitu 🙂

    Waaww…itu nasi uduknya pastinya bakalan kusikat duluan klo ikutan nginep di sana. Lidah Jawa nih kudu nasi ya sarapannya 😀

  2. Samaaa, kalo pergi ninggalin anak rasanya malah nggak bisa menikmati, inget anak-anak terus. Penginnya aku sih pergi sekeluarga aja berlima, baru asyik.
    Best Western Mangga dua ini keliatan nyaman banget utk menginap ya, ngiler liat foto makanannya.

  3. Ada nasi uduknya. Jaranf banget saya lihat menu nasi uduk di hotel kalau untuk breakfast. Padahal nasi uduk memang enak buat sarapan, ya. Saya ngiler juga lihat penampakan Mongolian BBQ. Pengen cobain ah kapan-kapan 🙂

  4. Bisa ngebayangin malam2 sepi tanpa Ranu deh..pasti seenak apapun kasurnya jd ga senyaman khlo ada Ranu di samping ya mak. Moga2 next time bisa bawa pasukan lengkap sisan ngincipin mongolian barbeque…
    Ish…. bumil ngilerrr

  5. Aku yg pergi2 ngga sampai nginep aja klangenan sama Jasmine. Apalagi yg sampai nginep. Uwuwuwu. . .

    Makanannya menggoda. Seafood mauu. 😉

  6. Menunya kayaknya nyami banget ya mba. Dining roomnya juga lega dan nyaman. Pasti deh tambah nikmat barbequean di sana.

    Ih Mba Noe mau jalan2 lagi.. keren euy. Baby Ranu dan Abang maska rugi deh ga diajak.. hihi… #kompor

  7. Wah ini rezeki setelah komen di postingan Mbak Alaika kemarin ya? Enaknyaaaa. Makanannya bikin mupeng, kolam renangnya juga bikin pengen nyebur. Barbeque-nya bikin ngiler euy pas baca, kebayang aromanya, haha.

    1. Hihi, aku ambil waffle karena ngga ada pancake. Aku lebih suka pancake dr pd waffle malahan. Eh waffle jg suka sih kalo dikasi es krim. Haha

  8. Menang kalau berada di dalam kenikmatan tanpa ada keluarga tercinta bikin tidur jd kurang ya.

    Besok pasti kembali lagi kan Noe, ke kamar yang memberikan sambutan hangat seperti di Best Western Mangga Dua ini

    1. Sikilku kan elegan. Hahaha. Yuk kapan nginep di Best Western Mangga Dua. Nyobain Mongolian Barbeque nya nih, enak!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.