Tips and Tutorial

Sendal Gunung Kesayangan

sendal gunung
Narsis dengan sendal kesayangan

Hai-hai, apakah kalian punya barang kesayangan yang harus selalu menemani perjalanan saat traveling? Jawabannya jangan hape, charger dan kartu identitas ya. Yang selain itu ada tak? Kalau aku, sandal gunung! Why, oh why?

Alasan pertama, aku nggak punya sandal lain lagi selain sandal gunung satu-satunya itu. Sendal itu aku beli akhir tahun 2012. Tepatnya bulan Desember sebelum backpackeran ke Krakatau. Sejak itu, sandal gunung eiger nomor 37 ini nggak pernah tergantikan. Menemani kemanapun aku pergi. 😀

Alasan kedua, ternyata sendal gunung memang pilihan terbaik untukku. Pernah beberapa minggu lalu, aku berselingkuh dengan sandal jepit yang baru aku beli. Sendal gunungnya aku istirahatkan dulu di rak sepatu, lalu jalan-jalan ke Atrium Pasar Senen, Jakarta, menggunakan sandal jepit. Hasilnya? Oh, kakiku pegal-pegal! Terutama di bagian telapak kaki. Kenapa ya? Seingatku, meski trekking berjam-jam, dengan menggunakan sandal gunung, telapak kakiku tidak sampai sesakit ini. Paling-paling hanya pegal di lutut dan paha, tidak di telapak kaki.

Aku mencoba menebak-nebak, mungkin sandal jepit yang bentuknya flat ini kurang ergonomis, meski terbuat dari gabus yang lembut namun tidak terlalu lentur. Untuk pemakaian yang sebentar saja di keseharian, seperti untuk ke warung lalu balik lagi ke rumah, sandal jepit akan nyaman-nyaman saja di pakai. Tapi, bagaimana jika digunakan untuk jangka watu yang lumayan lama, berjam-jam misalnya?

Yeps, ternyata, sandal gunung memang lebih ergonomis. Lihat saja bentuknya yang mengikuti lekukan kaki. Bagian terpenting yaitu di bagian tumit, bentuk sandal yang meninggi di bagian belakang menjadi bantalan untuk kaki shingga beban tumit berkurang.

Apa itu Ergonomis?

Ergonomis adalah bentuk kata sifat dari kata ergonomi. Dan menurut Wikipedia, ergonomi adalah cabang ilmu yang mempelajari manusia dalam suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nirfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien.

Tentang sandal gunung

Sebenarnya, nggak ada tuh yang namanya sandal gunung. Yang ada, sandal outdoor.  Karena kalau disebut sandal gunung, kesannya itu sandal khusus dipakai untuk naik gunung. Padahal, naik gunung sebaiknya pakai sepatu trekking, demi keamanan dan kenyamanan.

Lalu, kenapa disebut sandal gunung ya? Hmm…, mungkin karena selain pakai sepatu, para pendaki juga selalu membawa sandal ini untuk dipakai saat di camp. Kan, lebih praktis untuk digunakan saat memasak, atau mengambil air yang jaraknya dekat. Mungkin.

Tips jalan-jalan dengan sandal gunung

Tips ini aku buat berdasarkan pengalamanku bersama sandal kesayanganku itu.

Gunakan kaos kaki jika trekking dalam jangka waktu yang relative lama. Hal ini untuk menghindari lecet akibat gesekan antara tali sandal dengan kulit kaki saat trekking. Selain itu, kaos kaki juga menghindari punggung kaki dari sengatan matahari yang bisa membuat kaki belang.

Aku sih nggak suka pakai kaos kaki. Untuk menghindari lecet, aku nggak terlalu kencang saat merekatkan tali sandal yang mengikat pergelangan kaki. Dan aku juga cuek-cuek aja, meski kakiku belang. Tapi, akan aku pertimbangkan lagi. Mengingat pacarku itu kadang suka komentar; “Duh, kakinya istrikuuu…!” 😆

1 thought on “Sendal Gunung Kesayangan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.