NOE's Mind

Sebab tak ada yang abadi…

Pagi ini aku mendapati taman kecil yang ada di jalan utama komplek perumahan Bukit Kramatwatu Indah telah dibersihkan. Sepertinya, weekend kemarin telah diadakan kerja bakti. Ya, taman dan kondisi jalan sekarang sudah lebih rapi, tapi… bunga-bunga itu…

20140322_093533

Tidak ada lagi sekumpulan semak kecil dengan bunga-bunga putih yang bermekaran. Tak ada lagi tumbuhan rambat dengan bunga-bunga kuning kecil yang cantik. Tak ada lagi rerumputan dengan setangkai bunganya atau mungkin juga buah yang akan menelusup ke serat kain celanaku. Tak ada juga rumput dengan kelopak bunga putih yang digemari semut-semut, dan tumbuhan putri malu dengan bunganya yang pink dan daunnya yang akan segera menguncup jika disentuh.

Aku kehilangan…

Aku ingat, terakhir kali menyapa bunga-bunga itu. Sabtu 22 Desember lalu, aku mengantar dan menunggui Daffa’ di sekolah yang jaraknya hanya 1 km saja dari rumah. Sepulang sekolah, aku megajak kedua anakku untuk jalan kaki saja. Tak perlu mengojek, hitung-hitung sambil olah raga, karena waktu itu masih jam 10 pagi.

Di perjalanan kami berkali-kali berpapasan dengan beberapa tukang ojek langganan, juga para tetangga dengan sepeda motornya. Mereka bertanya mengapa kami jalan kaki? Ah, 1 kilometer buat kami tak seberapa. Ya, dibandingkan dengan 30 km pergi pulang di tanah adat Baduy. Lagi pula, selama perjalanan kami banyak menemukan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang kadang luput untuk disyukuri. Berjalan bergandengan, sambil bernyanyi bersama, atau sekedar mendengar celotehan anak-anak, atau terkadang kami juga balapan lari. Atau…, ya, bunga-bunga liar itu!

Aku ingat, lusa di hari sabtu, setelah berjalan 1 km dari sekolah menuju rumah, kami singgah di taman itu. Matahari menjelang siang sudah mulai jumawa dengan panasnya yang menyengat. Tapi kami sudah terbiasa bergaul dengannya, maka, kami tak mengeluh panas. Di taman itu, seperti biasa, aku mulai beraksi dengan kamera di ponselku. Daffa’ & Abyan membantuku menemukan objek-objek menarik untuk dibidik. “Ibu fotoin yang ini, yang itu juga!” Begitu antusiasnya mereka.

Dan pagi ini, aku kehilangan…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.