Snorkeling di Pulau Rubiah Sabang

Sabang, Bersantai & Snorkeling di Pulau Rubiah

Bersantai dan snorkeling di sekitar Pulau Rubiah adalah agenda kami di hari kedua backpacking di Sabang. Pengalaman di Pulau Rubiah adalah satu yang terbaik dan sulit dilupakan. Terlebih untuk Daffa’ & Abyan. Karena di sanalah untuk pertama kalinya mereka snorkeling dan melihat langsung dunia bawah laut yang mempesona.

Snorkeling di Pulau Rubiah Sabang
Menyapa ikan di Pulau Rubiah

Bagaimana tidak terpesona, air laut di sekitaran Pulau Rubiah sangat bersih dan jernih. Saking beningnya, dasar laut dan ikan-ikan bisa terlihat dari atas, tanpa harus menyelam lagi.

Sayangnya, terumbu karang di depan pulau Rubiah, tepatnya di sisi timur Pulau Rubiah, terumbu karangnya sudah rusak. Hanya ada coral keras dan pasir saja di dasarnya. Kufikir ini hal yang wajar jika mengingat cerita pemikik guest house di Iboih yang kami sewa. Panggilannya Mr. Bean.

Dia bilang, beruntung kami datang bukan saat hari libur, sehingga di Iboih maupun di Pulau Rubiah suasananya sepi. Biasanya pada hari libur, Pulau Rubiah dipenuhi wisatawan, dan kebayakan wisatawan lokal. Mendengar pernyataan Mr. Bean, aku mulai menduga kalau Pulau Rubiah adalah tempat wisata keluarga favorit bagi warga sekitar Sabang atau pun Aceh, juga wisatawan lokal lain, termasuk backpacker sepertiku. Aku khawatir, kebanyakan wisatawan yang datang dulu, kurang bisa menjaga, sehingga terumbu pun rusak.

Snorkeling di Pulau Rubiah Sabang
Abyan snorkeling untuk pertama kali

Namun ada satu hal yang membuatnya tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi ikan-ikan, yaitu banyaknya kima yang hidup di sana. Seperti diketahui, kalau kima merupakan biota laut yang bisa membersihkan air laut. Karena tubuhnya dapat menjadi filter saat menyerap air dan mengeluarkannya kembali. Belum lagi jutaan telur yang ia hasilkan, menjadi pabrik makanan bagi ikan-ikan.

Nah, ikan-ikan di Pulau Rubiah itu jinak-jinak. Sepertinya mereka sudah sangat terbiasa diberi makan oleh wisatawan. Bahkan pedagang makanan di Pulau Rubiah pun menyarankan kami membeli mie di warungnya untuk diberikan kepada ikan. Dan benar saja, saat kami mencoba menebar sedikit remahan mie instan, ikan-ikan langsung berkerumun di tepian pantai, mengelilingiku beserta Daffa & Abyan.

Air yang jernih, ikan yang banyak, & cuaca cerah, adalah perpaduan yang pas untuk didefinisikan sebagai hari yang indah & sempurna di Pulau Rubiah.

Telepon Iboih Dive Center
Kontak Iboih Dive Center

Sebenarnya, jika ingin meikmati keindahan underwater yang lebih baik lagi, dengan terumbu karang yang masih terjaga dan biota laut yang lebih banyak jenisnya, bisa menyewa perahu untuk berkeliling dan mengantarkan kita ke spot snorkeling & penyeleman yang bagus. Hanya saja biaya sewanya mahal sekali.

Jadi, setelah lelah bermain-main dengan ikan di depan Pulau Rubiah (sisi barat pulau), kami kemudian hanya leyeh-leyeh (bersantai) saja di pantai hingga sore menjelang. Kami malah sempat tertidur di kursi & bangku yang ada di pantai. Sayang tidak ada hammock. Jika ada hammock, pasti pengalaman tidur siang di pantai di Pulau Rubiah akan lebih sedap.

Hammock adalah salah satu peralatan adventure yang sangat cocok untuk dibawa ke pantai. Malah sekarang, para traveler tidak hanya menjadikannya barang yangvwajib dibawa ke pantai, tetapi juga ke gunung, atau untuk aktifitas outdoor lainnya. Ya wajar, hammock memang enak banget did akai untuk bersantai, dan traveling adalah salah satu cara untuk memperoleh kesenangan bersantai sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Tentang Pulau Rubiah

Pulau Rubiah terletak di sebelah timur Pulau Weh, tepatnya di dekat pantai Iboih dan atau pantai Teupin Ayeu. Jaraknya dari pantai sekitar 350-an kilometer. Untuk menuju ke Pulau Rubiah bisa menggunakan perahu yang disewakan di Pantai Iboih.

Pantai teupin ayeu di Sabang
Landmark Pantai Teupin Ayeu

Ada berbagai jenis perahu yang bisa disewa, di antaranya yaitu perahu boat dan parahu kayu. Tarifnya juga berbeda-beda. Jika hanya antar jemput ke Pulau Rubiah seperti kami krmarin, tarifnya Rp300.000 untuk perahu boat dengan kapasitas maksimal 10 orang. Tarif perahu kayu sebenarnya lebih murah, hanya saja kapasitas penumpang yang bisa diangkut tidak banyak. Hanya 4 orang saja. Sedangkan jika ingin diving, tarif boatnya akan dihitung per jam. karena kita akan diantar ke spot-spot diving yang oke.

Di Pantai Iboih, terdapat satu dive center yang menyewakan peralatan diving, dan ada banyak sekali yang menyewakan peralatan snorkeling. Harga sewa peralatan snorkeling di Iboih relatif murah, hanya Rp45.000 saja untuk dipakai seharian. Satu set peralatan snorkeling yang disewakan mencakup pelampung (life vest), masker & selang snorkel. Untuk anak-anak, disediakan juga pelampung dengan ukuran khusus.

Sebagai kawasan wisata favorite, ada banyak penginapan di Iboih, yang menjadi tempat paling mudah untuk mengakses Pulau Rubiah. Kisaran harga sewa penginapan per malam mulai Rp200.000 sampai sejutaan, tergantung fasilitasnya. Kalau aku kemarin, menyewa kamar seharga Rp350.000 dan bisa diisi 3 orang.

Sunrise di Iboih, Sabang
Panorama sunrise dari Iboih, Sabang
Nasi gurih Sabang
Sarapan Nasi Gurih

Penginapan yang kami sewa di Iboih lokasinya persis di sisi pantai dan menghadap ke timur, berseberangan dengan Pulau Rubiah. Dari depan penginapan kami biaa menikmati panorama sunrise yang lumayan. Setiap pagi, setelah bersantai sambil meninkmati panorama matahari terbit yang menenangkan, kami akan mencari sarapan di sekitar pantai. Menu favoritku adalah nasi gurih dengan telur bulat. Harganya Rp10.000 per porsi. Terbilang murah lah, jika ditambah dengan panorama laut Pulau Weh yang spesial.

Untuk itinerary dan rincian budget wisata di Pulau Rubiah bisa dibaca di Itinerary Trip Aceh & Sabang.

25 thoughts on “Sabang, Bersantai & Snorkeling di Pulau Rubiah”

  1. Hallo semua… jika berkunjung ke sabang bersama teman atau keluarga, jangan bingung jika tidak ada kendaraan atau tidak tau tempat yg indah yg akan dituju. Kami menyewakan Mobil van dan mini bus (innova & Avanza) free dgn driver yg siap mengantarkan anda ke tempat yg menakjubkan di Sabang dgn harga yg terjangkau. Silahkan hub nomor berikut. 082116467688 (imanuel)

  2. hallo semua… jika berkunjung ke Sabang bersama teman atau keluarga. Jangan bingung jika tidak ada kendaraan untuk berkeliling Sabang. Kami juga free menyediakan driver untuk mengajak ke spot2 menarik di sana. Kami memiliki mini bus yg muat 10 – 12 orang, ada juga minibus Toyota Innova & Avanza dgn harga yg terjangkau. Silahkan hubungi nomor berikut untuk booking ya
    -082116467688 (Imanuel)

  3. rencana mau kesana 22 desember.. kira2 kalo sehari aja cukup g yah..? untuk sementara sih hanya ingin ke 0 km, dan snorkling… minta sarannya donk Noe.. Thanks

  4. Sebenarnya saya sudah pernah menghabiskan 2 malam di Iboh tahun 2012 dan mengunjungi 0 kilometer (dulu 0 kilometer belum secantik yang di foto Noe). Tapi, saat itu bersama kawan-kawan, sementara sekarang saya mau bawa mamak dan kakak liburan ke sana.
    Terus tadi ada tulisan Noe β€œDia bilang, beruntung kami datang bukan saat hari libur, sehingga di Iboih maupun di Pulau Rubiah suasananya sepi. Biasanya pada hari libur, Pulau Rubiah dipenuhi wisatawan, dan kebayakan wisatawan lokal.” Kemarin datangnya pas bulan berapa Noe soalnya saya ada rencana bawa ibu dan kakak liburan ke sana dan boleh minta nomor drivernya gak? Terima kasih sebelumnya. Tolong balas ya Noe.

  5. “Dia bilang, beruntung kami datang bukan saat hari libur, sehingga di Iboih maupun di Pulau Rubiah suasananya sepi. Biasanya pada hari libur, Pulau Rubiah dipenuhi wisatawan, dan kebayakan wisatawan lokal.” Kemarin datangnya pas bulan berapa Noe soalnya saya ada rencana bawa ibu dan kakak liburan ke sana? Terima kasih sebelumnya. Tolong balas ya Noe.

    1. Hai Wernando, makasih sudah mampir di blog saya yg alakadarnya hehe.

      Kemarin saya kesana awal april. Kalau ngga mau terlalu ramai, nginap di iboih jangan pas hari libur weekend, atau libur nasional lainnya. Kebetulan waktu kesana aku hari rabu kamis, jadi sepi. πŸ™‚

      Semoga mamak & kakak bisa menikmati liburan di Sabang, ya. Aamiin

  6. aku nyesel kenapa suka traveling ini baru setelah menikah… pdhl dulu 18 thn tinggal di aceh utara, dan ga prnh kepikiran utk main ke sabang -__-.. Rugiiii.. nyeselnya baru skr..

    cakep bgt mba… dan aku kgn ama makanan2 aceh πŸ™‚

Leave a Reply