Featured, Technology

Review Huawei P20 Pro

Beberapa bulan lalu saat pertama kali pakai hape dengan AI Camera, diam-diam aku mbatin, duh kalau hape harga mid range aja udah secakep ini, gimana hape flagship yang harganya belasan juta itu ya? Kapan aku ngerasain punya hape flagship?

Nggak pake lama, Tuhan dengar doaku. Dengan jalan yang nggak disangka-sangka, Huawei P20 Pro mendarat di rumah dan sekarang jadi senjata baruku untuk motret dan blogging thru smartphone. Yeah, Alhamdulillah!

Nah setelah sekitar sebulan lebih nih aku pakai hape yang kamera belakangnya ada 3 dari Leica, yang kamera depannya bikin selfie cantik tapi nggak lebay, yang RAM dan internal storagenya 6/128GB, yang body hapenya cantik bersinar bagai mentari menyinari bumi, dan yang kusayang-sayang selalu pokoknyaaa… maka kurasa ini saat yang tepat untuk nulis review Huawei P20 Pro.

Design

Pertama, aku mau bahas disainnya yang aduuh, cakep amat si. Body bagian belakangnya itu loh, menampilkan gradasi warna camaro, yaitu perpaduan antara twilight dan pink gold, sangat mencuri perhatian. Kalau di bawah cahaya matahari, Huawei P20 Pro seolah nggak mau kalah bersinarnya. Liat deh nih, liat deh! πŸ˜†

Belum lagi penempatan tiga kamera yang berjajar secara vertikal di sisi kiri atas, diikuti lampu flash dan label Leica, siapa yang nggak akan tertarik coba?

Untuk bagian layar, ukurannya 6.1 inchi dengan full view display OLED. Di bagian atasnya ada poni (top notch) yang masih jadi trend tahun 2018 ini. Di bagian poni itu disematkan kamera depan dan speaker earphone.

Sensor sidik jari ada di bagian bawah yang sekaligus bisa difungsikan sebagai tombol home.

Btw soal layarnya, ada fitur eye comfort untuk mengurangi efek sinar biru. Brightnessnya juga bisa diatur otomatis, jadi dia bakal langsung menyesuaikan dengan kondisi cahaya. Kalau dibawa masuk ke ruangan gelap, kecerahannya langsung berkurang biar cahayanya nggak nusuk mata banget. Atau kalau dibawa ke luar ruangan di bawah sinar matahari langsung, kecerahannya akan ditingkatkan biar mata kita bisa liat semua yang ditampilkan di layar. Gitu.

Di bagian bawah ada port USB type C dan lubang speaker. Port USB ini punya dua fungsi sekaligus, yaitu untuk charging baterai dan untuk colokan earphone. Jadi jack earphonenya bukan yang bulat dengan ukuran 3.5mm itu ya. Tapi tenang, kalau nggak mau pakai earphone bawaan Huawei, tetep bisa pakai earphone lamamu dengan bantuan adapter yang sudah disediakan dalam paket pembelian P20 Pro.

Terakhir soal disain, ukuran, bobot dan bahannya bikin enak digenggam, nggak licin dan nggak terlalu berat atau terlalu ringan. Semua pas.

Baterai

Kapasitas baterainya 4000 mAh. Tahan untuk seharian. Biasanya aku cuma 1 x ngecas setiap hari untuk pemakaian wajar seperti upload konten & scroll-scroll sosmed 4 sampai 5 jam sehari (gile hidup gue banyak di sosmed), chat whatsapp dengan grup aktif sampai belasan jumlahnya, blogging, YouTube rata-rata 1 jam per hari, dll.

Proses pengisian baterainya super cepat. Aku biasanya ngecas hape kalau udah tinggal 10%. Nggak sampai 2 jam udah penuh.

Storage & Performa

Huawei P20 Pro adalah hape dengan RAM & internal memory terbesar yang pernah aku pakai. Dengan RAM 6GB dan internal memory 128GB, aku bisa install baaanyak aplikasi yang aku butuhkan tanpa terganggu notif “maaf anda memiliki tidak cukup memory untuk install aplikasi ini”.

Aku juga bisa menjalankan baaanyak aplikasi tanpa terganggu kinerjanya yang melemot, apalagi lag. Oh, maaf, itu tidak akan terjadi! Soalnya didukung juga dengan chipset Kirin 970 dan GPU Turbo.

Tapi, kalau ditanya soal game, jujur aja aku nggak main game berat. Dan aku menulis review ini sebagai pengguna, bukan reviewer, jadi nggak kepingin juga nyobain ngegame pakai P20 Pro. Waktuku udah abis untuk ini dan itu, nggaj semoet main game. Heuheu.

Kamera

Terakhir, mariii kita bahas kameranya yang the best banget. Triple Leica Camera yang sudah didukung AI technology, masa iya sih kamu nggak jatuh cinta?

Huawei P20 Pro dibekali kamera Leica 40 MP RGB dengan spesifikasi super menakjubkan. Ketajamannya nggak ada tanding, punya akurasi warna, fokus, dan kontras yang baik untuk setiap gambar yang kita ambil. Ditambah 2 kamera lagi dengan resolusi 20 MP mono lens & 8 MP telephoto.

Lalu didukung juga dengan teknologi AI (artificial intelligence) yang secara cerdas akan memilihkan mode yang tepat setiap kali kita mau ambil foto. Apakah itu panorama dengan langit biru, atau kah laut, gunung, city scape, hewan, benda kecil, kondisi terang, gelap, wajah manusia, laki, perempuan, dll. Mode terbaik akan otomatis dipilihkan oleh software kamera. Kita sebagai user, taunya cuma jepret trus dapat gambar bagus. Eaa. Secanggih itu memang.

Jadi dengan perpaduan Triple Leca Camera dan AI technology, kita bisa bikin foto bagus dengan mudah.

Kamera depannya juga keren. Resolusi 24MP. Mau selfie hasilnya jadi cakep tapi nggak lebay. Aku paling sering pakai kamera depan untuk instagram story, menampilkan kehidupan nyata tanpa kuatir wajah keliatan kusam karena efek beautificationnya udah otomatis bikin aku keliatan cakep. Bibir keliatan rada merah dan wajah cerah walau tanpa makeup.

Fitur-fitur dan keunggulan kamera Huawei P20 Pro ada banyak. Pingin banget aku bahas. Tapi nanti aja ya di postingan terpisah. Sekarang liat-liat foto hasil jepretanku dulu yuk pakai kamera Huawei P20 Pro.

Capturing Moment

Dalam hidup, ada banyak momen berharga terjadi. Coba ingat-ingat, seberapa banyak foto masa kecil yang kita punya?

Aku, sedikit. Sedikiiit banget. Yang kuingat, aku cuma pernah liat fotoku jaman masih bayi umur 6 bulan dan foto ulang tahunku yang pertama.

Beda dengan sekarang, aku bisa motret anak-anakku setiap hari, pakai hape berkamera yang nggak perlu banyak usaha untuk bikin hasilnya jadi bagus. Siang, malam, terang, cahaya redup, semua oke. Aku juga jadi suka malas bawa kamera lagi kalau mau liputan blogger. Hape aja cukup. Ini contohnya (klik pada foto untuk melihat gambar yang lebih besar) ;

Night Mode

Sebelum bener-bener pegang hapenya, mode malam di kamera Huawei P20 Pro adalah yang paling bikin aku penasaran. Kok bisa motret malem-malem tanpa noise? Dan awalnya, kufikir motretnya pakai mode manual, diatur long exposure gitu. Ternyata enggak. Huawei P20 Pro sudah menyediakan night mode yang tinggal kita “klik” aja tanpa ngatur apa-apa lagi.

Portrait Mode

Gimana rasanya bikin foto portrait pakai hape, yang bisa bokeh backgroundnya, yang nggak blur walau objeknya anak-anak aktif nggak bisa diem, yang tetap terang dan tajam walau di dalam ruangan dengan cahaya redup? Yha, rasanya seneng lah. Dengan Huawei P20 Pro di tangan, aku bisa menangkap lebih banyak momen menyenangkan dalam hidup dengan hasil yang memuaskan.

Foto Liputan ke Proyek Perumahan

Sebagai blogger, aku sering diundang ke berbagai event atau liputan ke lapangan. Belum lama kemarin, aku diajak meliput proyek pembangunan perumahan di daerah Maja, Lebak-Banten. Aku bawa kamera sebenernya, tapi suasana di proyek tuh panasnya naudzubillah. Bikin nggak mood mau ngapa-ngapain. Tapi kalo nggak motret untuk bahan tulisan kan aneh ya. Jadi aku pakai P20 Pro aja. Surprisingly, hasilnya kece. Huhu.

Foto Traveling, Food & Product

Jalan-jalan nemu tempat bagus, langsung cekrek pakai P20 Pro. Mau makan ramen pingin difoto dulu, cekrek pakai P20 Pro. Liat bayik lucu banget pingin minum kopi, langsung cekrek juga. Atau perlu motret produk untuk bahan review, cekrek juga oakai P20 Pro.

Foto Iseng/Creative

Foto ini diambil di rumah sakit saat Abang Ranu diopname. Boseen rasanya dipenjara di ruang rawat. Untung punya suami yang freak banget sama rubik. Kemana pun, rubik nggak ketinggalan. Jadi, mariii kita bikin foto-foto kreatif.

Foto Newborn

Ini sebenarnya nggak sengaja sih. Kebetulan lagi nengok teman lahiran, trus diminta coba fotoin. Sayang waktunya kurang pas memang, aku nggak siap, jadi motret seadanya tanpa didukung props, lighting, dll. Untung aja sih Huawei P20 Pro bisa diberdayakan. Walau dari segi angle, komposisi dan lainnya masih kurang oke.

Yow, udah kepanjangan ya aku nukis review Huawei P20 Pro yang jadi kesayangan. Next post aku pingin bahas fitur kameranya secara lengkap. Termasuk test video dan mlde super slow motion yang keren itu. Tapi kalau udah penasaran banget, cus ke landing page Huawei P20 ProΒ yang harganya saat ini kalau nggak salah sekitar 11.9 juta rupiah.

Last, thanks for reading. See you next…

40 thoughts on “Review Huawei P20 Pro

  1. Ya Allah, harga Mirrorless sama lensaku masih kalah sama harga Huawei p20 ini, hahahaha.
    Tapi ada harga ada rupa, cantik bingiitsss, bikin terpana ya Mba Noe! Apalagi kameranya itu, nggak bisa bohong. Kalau biasanya mode portrait HP ngeblurnya keliatan kasar, ini mah alus pisan!
    Kapan bisa ngerasain pegang HP ini yaaa

  2. Mantep banget ini ya P20 Pro nya pake 3 kamera. Buening dan tajem banget ya hasilnya. Mana bodynya super duper cantiiikkk

  3. Paling suka kalau henpon batereinya tahan lama. Jd cocok ya klau misal dibawa traveling gtu?
    Wih kamera pkai night modenya juga cakep mbak. Jd walau malam gak ragu lagi ya motret2 πŸ˜€

  4. HUawei sekarang kenceng banget mengeluarkan ponsel canggih dengan gambar yang aduhai ya Mba Noe.
    Masih gemes sama yang lomba kemarin itu aja udah canggih, tambah yang ini aduh. Mupeng yakin

  5. Waahh foto-foto hasil jepretan pakek kamera hp huawei p20 pro kece bin keren bgd mbk. Bening-bening euy. Dah, kalau partner kerjanya seperti huawei gini, yang ada bakal makin semangat kerja ya, Mbk.

  6. Mbaaak..ngga ada rencana bikin giveaway lagi kah? Yang kemarin saya belum berhasil lho, huhuhu.. padahal hp satu-satunya udah sekarat, hiks.. memorinya udah penuh, makanya ngga berani tambah aplikasi lagi.

    *Curcol

  7. Nah aku senang nih kalau nge casnya nggak perlu lama. Soalnya biar bisa dipakai juga untuk kegiatan bersosmed ria. Hahhaa

  8. Wah, wah, waaah, 3 kamera berderet? Ya, ampuuun, baru tau ada hp cabggih gini. Hasil jepretan2nya kinclong punya, Noe. Keren. Bahagianya kau, Noe, punya hp kek gini. Selamat ya.

  9. Kamera, storage desain semua juara. Iya sih sesuai harganya hehehe.
    Bahagia ya mba punya hp yang bisa di andalkan sekarang

  10. Baterainya awet juga ya. Bisa dipakai seharian dan cuma satu kali nge-charge. Foto-fotonya cakep semua. Kayak foto kamera profesional. Jadi pengen punya smartphone ini juga. Nabung dulu deh buat beli smartphone baru. Hehehe.

Leave a Reply to indah nuria savitri Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.