World of NOE

Rencana Traveling Setelah Lahiran, Kemana? Nusa Penida Mungkin!

Cuti panjang sudah di depan mata. Due date lahiran juga sudah semakin dekat. Dan saat ini, ada dua hal yang sedang aku idam-idamkan setelah melahirkan. Yaitu … motretin bayi dan ajak si bayi traveling.

Keinginan nomor dua itu, mungkin terdengar aneh. Tetapi aku sudah biasa melakukannya sejak Abang Ranu masih bayi juga. Entah kenapa, rasanya gatel aja pingin traveling mumpung lagi cuti melahirkan. Hehe.

Dulu, waktu umur si abang belum genap 40 hari, aku mengajaknya hiking ke Batu Lawang di daerah Merak. Jangan tanya ada atau engga komen dan reaksi orang-orang yang melihat aksiku ini. Banyak. Tetapi dari pada itu, aku lebih peduli pada kesehatan jiwaku. Habis lahiran, aku ngga boleh stres. Harus tetap waras supaya bisa mengurus anak-anak dengan akal sehat. Jangan sampai baby blues parah apalagi PPD. Gitu pokoknya pikiranku. Lagi pula, bayiku juga sehat-sehat aja dan cukup kuat diajak jalan.

 

Lalu saat umur si Abang baru 2 bulan, kubawa dia family trip ke Surabaya naik pesawat. Waktu itu banyak yang nanya, ngga ribet apa bawa bayi traveling? Menurutku ngga, karena bayi umur 2 bulan masih banyak tidurnya. Kalau bangun paling juga karena 2 kemungkinan. Antara lapar atau mulai ngga nyaman karena popoknya basah. Sekali lagi, yang penting pastikan di bayi dalam kondisi sehat.

Nah, sekarang si Abang udah berumur 2 tahun. Adiknya juga udah mau mbrojol. Aku dan Ojrahar mulai menyusun rencana traveling with babies lagi. Dan satu-satunya yang jadi kendala kami dalam rencana ini adalah soal budget. Haha 😆

Kadang kami berdua seperti orang oon. Udah diskusi panjang lebar, pingin ini di sana, pingin aku disitu, dll. Trus ujung-ujungnya terlontar pertanyaan, “duitnya ada ngga?” lalu kami cuma bisa ngakak berdua kalau ternyata jawabannya ENGGAK!

Tetapi, yang namanya rejeki tuh kadang suka datang tiba-tiba. Dan dari jalan yang ngga disangka-sangka. Jadi kalau sekarang aku masih aja mikirin traveling, menurutku wajar aja. Malah sekalian buat motivasi dan menguatkan kerja LoA (Law of Attraction).

By the way, ngomongin traveling sama bayi, ada beberapa teman yang tanya, terutama soal menentukan destinasi. Baiknya destinasi wisata seperti apa yang cocok dijadikan tujuan kalau bawa bayi?

Dalam memilih destinasi wisata untuk traveling bersama bayi, aku punya 3 pertimbangan sbb;

1. Pilih yang paling mungkin

Maksudnya gimana? Pertama, aku akan pertimbangkan budget yang ada. Cukupnya buat kemana? Perhitungkan betul segala biaya yang bakal timbul. Biaya tiket, hotel, makan, transportasi selama di kota tujuan, tiket masuk obyek wisata, dll.

Dalam hal budgeting, aku juga ngga ada capeknya ngintipin berbagai situs online travel agent (OTA). Biasanya suka ada promo-promo menarik. Entah itu diskon tiket pesawat kalau menggunakan pembayaran dengar kartu dari Bank tertentu, gratis tiket pesawat kalau pesan hotel, atau diskon gila-gilaan kalau pesan tiket sekaligus hotel dalam satu transaksi.

2. Biasanya lebih memilih wisata kota

Kebanyakan destinasi wisata kalau aku traveling bawa baby Ranu adalah daerah perkotaan. Alasannya karena perkotaan tuh akses transportasinya mudah. Banyak hotel buat tidur nyaman. Banyak tempat makan biar jangan sampe kelaperan. Soalnua busui kan harus selalu kenyang. Muahaha. Satu lagi, ada banyak klinik, apotek atau rumah sakit kalau misal (amit-amit) si baby tiba-tiba butuh pertolongan medis.

Tetapi, bukan berarti aku menghindari destinasi wisata yang sepi sunyi dan terpencil jauh dari keramaian. Sekali dua kali aku jabanin kalau memang udah kangen banget back to nature dan jauh dari hiruk pikuk kota. Misal jelajah pulau gitu. Sekali lagi, yang penting pastikan si baby sehat dan bawa barang-barang yang dibutuhkan (traveling essential), seperti obat-obatan, selimut bayi, popok yang cukup, dll.

3. Ada kenalan

Punya teman atau kenalan di kota tujuan buatku penting. Untuk apa? Untuk dimintai pertolongan kalau butuh apa-apa yang mendesak. Wkwkwk. Ya Allah, jahap amat gue sama temen. Eh tapi bener loh, teman lokal kan sudah tau betul tentang tempat tinggalnya. Jadi kita bisa dapat rekomendasi dari sumber yang dapat dipercaya.

Selain itu, bisa sekalian jalan-jalan bareng juga. Apalagi kalau dia adalah teman lama yang udah bertahun-tahun ngga ketemu. Itung-itung reuni.

Nah, salah satu daerah tujuan wisata yang lagi pingin banget aku kunjungi lagi adalah Bali. Di sana ada seorang teman yang dulunya sering banget ngetrip bareng. Dia pindah ke Bali semenjak sehabis nikah, lalu diterima jadi PNS.

Dulu waktu ngetrip bareng, kami masih sama2 belum punya bayi. Sekarang, udah sama-sama punya balita. Kadang kami kalau chat di WA, suka membayangkan, seandainya bisa family trip bareng. Pasti seru.

Nah, pembicaraan kami soal family trip bareng itu sedikit banyak membuatku punya keinginan traveling ke Bali setelah lahiran nanti. Pinginnya ke Nusa Penida. Dan kalau melihat dari 3 pertimbangan yang sudah kusebut di atas, rasanya masih mungkin lah untuk bisa ke Nusa Penida.

Mengapa Nusa Penida?

Nusa Penida adalah salah satu pulau cantik yang ada di Bali. Soal banyaknya oantai udah pasti lah. Yang membedakan dengan pantai-pantaj di pulau Bali yang besar adalah suasananya. Nusa Penida ngga terlalu rame seperti Kuta.

Suasanya yang relatif sepi ini yang aku butuh untuk slow traveling bersama anak-anak balita.

Akses menuju Nusa Penida juga mudah dan murah. Dari Sanur cuma perlu baik boat ngga sampai 1 jam dengan tarif 100 ribu rupiah. Soal makan halal dan murah, aku percayakan pada temanku yang udah pernah kesana. Dia yang udah jadi orang lokal Bali, udah jauh lebih paham.

Dan untuk itu, kemarin aku sempat browsing dan coba-coba pesan tiket pesawat di Traveloka. Eh, pas buka aplikasinya ternyata ada fitur booking paket tiket dan hotel sekaligus dalam satu transaksi. Ternyata lagi, harganya jadi lebih murah dibanding kalau beli secara terpisah. Kalau gini sih, bukan cuma hemat biaya ya, tapi hemat tenaga dan waktu juga.

Dan menurutku, paket tiket hotel traveloka ini memang menarik sih. Kalian boleh coba sendiri kalau ngga percaya. 😀

Oya, bu-ibu traveler lain ada yang kayak aku juga ngga sih. Memanfaatkan waktu cuti melahirkan untuk traveling atau family trip. Share sini pengalaman dan tipsnya.

20 thoughts on “Rencana Traveling Setelah Lahiran, Kemana? Nusa Penida Mungkin!

  1. Hi, ke nusa penida bawa bayi bisa gak yaa? Bayi sy 5 bulan heeheh… Kan naik fast boat nya harus masuk laut… Trus belom lagi pas naik ke boat ny gimanaa ya?
    Thanks before

  2. ya ampuuun emak yg satu ini kereeen bgt sih, klo aku harus nunggu 4bulan dulu pasca lahiran baru bisa kemana2, ini terkait izin suami, huhu… jadi mupeng jg ke Nusa Peninda, uuuh

    1. Kebijakan setiap orang tua terhadap bayi kpn boleh pergi memang beda2 mba. Yg penting gk saling usik yaa 🙂

    1. Haha, sama kayak aku kalo pergi traveling sendirian kemanaa gitu, trua berasa punya utang ajak anak2 jg ke tmp yg sama

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.