Traveling

Pesona Indonesia di 3 Destinasi Yang Pernah Kukunjungi

Baru-baru ini, aku agak heran dengan banyaknya mahasiswa tingkat akhir yang menghubungiku. Padahal kami tidak saling kenal. Mereka menemukanku lewat sosial media dan blog. Dalam sebulan terakhir, paling tidak ada 3 orang. Dan tujuan mereka sama, memintaku menjadi nara sumber untuk penelitian tugas alhir kuliahnya. Skrepweet. Ah, so sweet. Haha. šŸ˜†

Ada salah satu pertanyaan mereka yang sukses membuatku berfikir. Bahwa ternyata, pengalaman travelingku masih receh. Pertanyaan itu adalah … apa 3 destinasi paling berkesan yang pernah kukunjungi di Indonesia? Trus kuingat lagi jawabanku. Kok bisa sih, jawabannya bukan Raja Ampat, Pulau Komodo dan Derawan?

Salah satu yang japri aku di instagram

3 destinasi yang tadi kusebut, adalah destinasi wisata impian di Indonesia yang mbuh kapan bisa kucapai. Untungnya ya, bagaimana aku memandang kata “traveling” bukanlah hanya soal tujuan untuk mencapai gengsi semata. Bukan untuk gegayaan supaya dibilang sah sebagai traveler Indonesia karena sudah berhasil ke Raja Ampat.

Traveling buatku adalah sejauh mana aku bisa memaknai sebuah perjalanan dan dengan siapa melakukan perjalanan itu.

Tapi kalau ditanya, destinasi wisata apa saja yang pernah kukunjungi untuk mewakili kata “indah dan memesona”, maka ini jawabanku.

1. Sulawesi Selatan

Panorama dusun yang sunyi di tengah pegunungan karst terbesar nomor 2 dunia amat sulit untuk dilupakan. Sungainya yang tenang, sampan dan senyum ramah penduduk yang menyusurinya, juga taman batu karst dan goa purba juga tak kalah memesona. Letaknya di kabupaten Maros, tak jauh dari Makassar sebagai ibukota SulSel.

300 km ke arah utara, panorama gunung kapur dan goa yang dijadikan komplek pemakaman oleh masyarakat adat Toraja menjadi bonus keindahan bagi wisatwan yang ingin mengenal budaya Toraja.

Atau 250 km ke arah selatan dari Makassar, adalah pantai-pantai dan underwaternya yang aduhai. Lebih jauh lagi ke utara, sempat juga kucicipi pesona Taman Nasional Takaborate di Kepulauan Selayar. Bagaimana aku bisa lupa harmoni pagi di pulau Tinabo, dengan kepiting yang dicumbu ombak dan matahari pagi yang kemilau. Bayi-bayi hiu di pantai. Matahari sore membulat dan merah yang perlahan turun lalu tenggelam di balik horizon.

Juga pantai-pantai berpasir putih di Pulau Gusung yang damai, dan sapa senyum nelayannya. Duh, ya… kalau ingat itu aku jadi kangen vitamin sea. Sakau!

2. Malang

Tak akan menyesal berjuang malawan dinginnya udara di pegunungan yang bisa saja membuat tubuh beku, kalau bayarannya adalah panorama seindah Bromo. Kabut pagi menggantung di atas lautan pasir, dihias puncak-puncak gunung yang gagah, juga kemilau matahari terbit dari ufuk timur.

Samar, sebuah pura perlahan terlihat saat matahari sudah meninggi dan mengajak kabut pergi. Pertanda sudah saatnya turun ke lautan pasir, mendaki bibir kawah Bromo juga merasakan menjadi butiran debu di tengah padang savana berlatar bukit teletubbies.

Dan apa yang kugambarkan itu masih belum habis untuk mewakili pesona Malang. Karena aku juga sempat menyambangi air terjun Coban Pelangi dan mengintip sejarah para raja dan ksatrianya lewat beberapa candi yang masih tersisa.

3. Belitong

Yang paling ingin kunikmati dari Belitong, adalah batu-batu granit yang tersebar di pantai-pantainya; serta negeri laskar pelangi yang layak dijadikan legenda. Tetapi yang kudapat lebih dari itu.

Ada banyak kejutan yang kutemui. Pantai-pantai berpasir putih, berlatar langit biru dan awan putih, semua dapat diakses dengan gratis. Tak ada karcis masuk, tak ada tarif parkir seperti pantai di Jakarta. Hehe. Oya, pom bensin yang lebih banyak waktu tutupnya dibanding jam buka, juga hal yang unik bagiku. Tak sampai waktu dzuhur, stok BBM habis karena diborong pedangang eceran. Harga yang dipatok pedagang eceran pun tak jauh beda dengan harga di pom.

Satu lagi soal makan. Hampir semua rumah makan yang kusambangi tak memberi informasi harga pada daftar menunya. Saat akan memesan dan mulai makan, kan aku jadi deg-degan. Maklum, bikirin budget. Haha. Tapi ternyata makanan di sana relatif murah. Ada yang mirah banget malah. Masaaak, makan gangan (gulai seafood kha Belitong) harganya cuma 15 ribu satu porsi udah termasuk nasi. Mana ikannya ada 3 iris besar-besar, dan nasinya segambreng. Dimakan berdua aja masih sisa. Jadinya makan berdua cuma 15 ribu aja. Haha.

Yup, bagiku, ketiga destinasi yang pernah kukunjungi di atas paling tidak bisa mewakili keindahan Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam adat; budaya; suku & bahasa.

Menariknya lagi, aku bisa menarik satu benang merah dari ketiga perjalananku itu. Destinasi wisata yang sebenarnya mainstream, tapi butuh biaya yang lumayan untuk ukuran traveler yang ngga bisa dibilang tajir macam aku. Haha.

Benang merahnya adalah, hampir semua tiket pesawat yang kubeli untuk menuju ke sana, kudapatkan melalui Traveloka.

Kenapa kubilang hampir semua? Karena pertama kali ke Makassar tahun 2013 dulu, aku pakai maskapai AirAsia dengan tiket promo 0 rupiah dan kubeli langsung di websitenya. Tapi setahun kemudian, di tahun 2014, AirAsia menutup rute penerbangan ke Makassar. Mau ngga mau aku harus cari tiket dari maskapai lain. Nah, aku memilih membeli tiket lewat Traveloka supaya lebih mudah dan praktis.

Soalnya, Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka ini memudahkan kita untuk membandingkan harga dan jadwal yang tersedia dari setiap maskapai yang ada. Tinggal pilih saja mana yang paling sesuai lalu lakukan pembayaran.

Sebagai OTA yang berkomitmen memberi pelayanan lebih, sekarang Traveloka juga menyediakan banyak kemudahan baru. Di antaranya yang pernah kurasakan adalah fitur Easy Reschedule. Sudah pernah baca tulisanku tentang rencana ke Belitong yang harus direschedule jam penerbangannya kan? Baca dulu lah kalo belum. Haha.

Di TV, sering liat juga ada fitur bantuan check-in hotel kalau menemukan kendala. Tapi aku belum pernah coba. Soalnya selama ini kalau pesan hotel via Traveloka selalu lancar jaya untuk urusan chek-in.

Oya, sekarang ada layanan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka. Layanan yang bakal disukai para traveler yang mengutamakan budget. Soalnya bisa lebih hemat kalau beli tiket pesawat dan hotel bersamaan dalam satu traksaksi.

Selain itu, ada 3 keunggulan lain kalau beli “paket pesawat dan hotel di traveloka”. Apa saja?

  1. Lebih Hemat dari sisi harga kalau pesan pesawat dan hotel bersamaan.
  2. Praktis, Tanpa Repot karena hemat waktu dengan proses pemesanan yang lebih simpel. Pesan pesawat dan hotel dalam satu waktu sebuah rencana perjalanan yang lebih nyaman.
  3. Pilihan Variatif. Ada ratusan tawaran eksklusif yang tersedia, tapi tetap bisa kita ubah sesuka hati untuk mendapatkan kombinasi terbaik.
  4. Banyak pilihan pembayaran seperti Cicilan, Transfer & ATM, dan Kartu Kredit.

Uh, jadi panjang gini. Dan kok ya hafal banget aku sama layanan Traveloka. Mungkin karena keseringan pakai dan puas dengan layanannya.

Ngomong-ngomong, kalau ada mahasiswa yang mau nyusun skripsi dan butuh nara sumber yang biasa menggunakan aplikasi atau website Online Travel Agent, boleh lah hubungi aku. Wkwk.

Ngga minta bayaran kok, cuma tulung doain supaya punya rejeki buat ke Raja Ampat. Teteup! Eh ngga ding, doa yang lebih aku butuhkan sekarang dari teman-teman adalah … semoga anakku yang keempat ini perempuan, lancar menjalani kehamilan sampai melahirkan, sehat sempurna ibu dan bayi, tumbuh jadi anak solehah yang menentramkan hati orang tuanya.

Jangan lupa, doakan juga untuk Indonesia. Agar tetap terjaga keindahan alamnya, persatuan dalan keberagamannya, selalu menjadi negara yang aman damai sentosa. Sehingga jika anak-anaku, anak-anak kita nanti bisa menjelajah Indonesia, mengenali dan bangga pada tanah kelahirannya.

Aamiin…

29 thoughts on “Pesona Indonesia di 3 Destinasi Yang Pernah Kukunjungi

  1. Waaah seru banget perjalananmu ya Noe, banyak tempat telah dimaknai atas nama kesukaan. Traveling tanpa dasar suka engak mungkin kaan..hehehee. APalagi semua itu terbantu berkat adanya Traveloka

  2. Kepengin banget ke Indonesia Timur, alamnya mempesona karena masih banyak yang belum tercemar ya mba, tulisanmu keren, bikin pengin ke Belitong šŸ˜€

  3. Dan pun sukses dibuat meleleh membaca tulisanmu, bukan karena karena begitu indahnya Indonesia sehingga mengharu biru kepengen ke sana dan bukan pula pula karena foto fotomu yang berhasil membuatku terharu itu alasan yang sudah pasti. Namun karena aku menyesal menyesal kenapa pas ke Malang aku tidak jadi ke gunung Bromo HUAaaa…Segitu indahnya gunung Bromo ya..

  4. Aku pernah ke Bromo waktu SMA. Dulu itu perginya dalam rangka pelajaran bahasa Inggris.
    Pergi ke Bromo cari bule buat prakek ngomong Inggris, padahal begitu ketemu ya diem aja hahaha

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.