#10daysforASEAN

Persiapan Pengusaha Salon Menghadapi Komunitas ASEAN 2015

Bagaimana kalau di sekitar perumahanmu banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional, apakah itu akan menggeser salon lokal ? Apa analisismu ?

Pertanyaan di atas adalah tantangan hari pertama yang diberikan untuk peserta kontes blog #10daysforASEAN. Jujur saja, penetahuan saya akan rencana pembentukan komunitas ASEAN 2015 sangat minim. Maka saya akan menuliskan opini menurut kacamata awam.

Sebagai perempuan dari kalangan menengah ke bawah, perawatan ke salon adalah sesuatu yang terbilang mahal. Saya mengkategorikan hal ini dalam kebutuhan tersier yang bisa dibilang sebagai sesuatu yang sama sekali tidak penting bagi saya. Maka, bagi saya pribadi, tidak ada pengaruh apapun bagi saya meski bermunculan banyak salon Thailand di Indonesia.

Akan tetapi, karena pertanyannya ditekankan kepada pengaruh terhadap salon-salon lokal, maka saya mencoba sedikit melakukan wawancara dengan seorang pengusaha salon yang ada di daerah Cilegon. Hal ini saya lakukan untuk sedikit membuka wawasan tentang persaingan usaha dari kacamata pengusaha salon itu sendiri.

Namanya Harminy Marzuzy, pemilik salon muslimah di komplek perumahan Pondok Cilegon Indah. Saya biasa memanggilnya Mba Suzy. Betikut adalah wawancara saya dengan beliau.

Hallo mba, apakah mba sudah tahu akan adanya komunitas ASEAN 2015?

Jujur saya belum mengetahui hal tersebut.

Dengan adanya komunitas ASEAN 2015, akan sangat mungkin pengusaha dari luar Indonesia masuk dan membuka usahanya di sekitar kita, termasuk salon Thailand yang bersertifikat Internasional dan banyak menjadi favorit konsumen Indonesia. Apakah ada kekhawatiran salon yang Mba miliki akan tergeser?

Meskipun saya belum mengetahui tentang komunitas ASEAN 2015, sebenarnya saya sudah melakukan banyak hal dalam menghadapi persaingan bebas yang bisa terjadi kapan saja. Bicara soal sertifikasi, mulai tahun ini saya juga mulai melakukannya dengan mengirimkan karyawan salon untuk mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat Indternational. Pangsa pasar kita juga berbeda. Itulah pentingnya label salon muslimah. Mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang memeluk agama inslam terbesar di dunia. Maka, meskipun banyak salon-salon dari luar negeri dan bersertifikat internasional masuk ke Indonesia, salon Muslimah tidak akan mati.

Bagaimana Mba Suzy bisa yakin akan hal itu?

Sasaran konsumen salon muslimah, sesuai dengan namanya tentu saja para muslimah. Karena perempuan jaman sekarang sadar akan pentinnya merawat kecantikan meskipun tubuh mereka tertutup oleh jilbab. Maka, saat melakukan perawatan di salon mereka membutuhkan kenyamanan dan keamanan. Bukan sekedar tidak berbaur dengan lelaki dalam salon, tetapi juga terjaminnya kerahasiaan informasi pribadi. Itu yang kita jaga. Selain itu, kami juga selalu berusaha memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen, serta menjalin hubungan baik secara personal.

Untuk menghadapi persaingan usaha dengan adanya komunitas ASEAN 2015 persiapan apa yang sudah dan akan Mba Suzy lakukan?

Mulai tahun 2013 ini kami mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi internasional. Dan kami akan terus meng-upgrade standart kami setiap tahunnya dengan mengikuti uji kompetensi setiap tahun. Meskipun biaya uji kompetensi ini agak mahal, tapi menurut saya ini adalah investasi yang penting dalam mepertahankan keberlangsungan usaha saya.

Boleh saya tau berapa biaya untuk uji kompetensi ini?

Biayanya Rp1.000.000,- per karyawan salon yang diikut sertakan dalam ujian. Biaya ini cuku wajar jika dilihat dengan banyaknya materi untuk ujian praktek yang meliputi bayak hal seperti penanganan berbagai kebutuhan konsumen. Selain ujian praktek, ada juga ujian tertulis untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan karyawan akan kebersihan dan kesehatan yang merupakan unsur penting dalam usaha salon.

Ini pertanyaan terakhir saya, apa harapan atau pesan yang ingin Mba sampaikan untuk salon-salon Indonesia dalam menghadapi persaingan bebas dengna adanya komunitas ASEAN 2013?

Sebagai pengusaha, kita harus bisa bersaing di tengah pasar global. Selain memperhatikan standart dengan mengambil sertifikasi Internasional, kita juga perlu memperhatikan hal lain seperti contohnya menjadi unik dan menonjolkan kelebihan dibanding salon lainnya. Salon dari luar negeri mungkin saja bisa membuka salon muslimah, maka selain unik kita juga perlu menjalin hubungan secara personal kepada konsumen. Caranya bisa dengan banyak hal, misal dengan promosi diskon member atau perawatan gratis bagi konsumen yang tanggal lahirnya sama dengan tanggal berdirinya salon kita. Hal ini penting untuk menarik konsumen agar menjadi konsumen yang loyal.

Dari hasil wawancara di atas, saya mencoba menarik kesimpulan bahwa salon-salon di Indonesia seharusnya mampu bertahan jika mereka memiliki pelanggan yang setia. Untuk mendapatkan itu, salon-salon indonesia perlu meningkatkan kualitas agar dapat bersaing dengan salon-salon dari luar negeri seperti Thailand.

Uji kompetensi terhadap karyawan ini tidak cukup dilakukan hanya sekali, tetapi perlu diupgrade setiap tahun. Soal biaya ujian yang mahal, saya rasa pemerintah perlu memberikan subsidi. Hal ini harus dilakukan demi pengusaha salon Indonesia agar mereka tidak tergeser dalam perasaingan bebas nantinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.