Tips Blogging

Persiapan Blogger Menghadapi Era MEA

Sumber: disperindag.pemkomedan.go.id
Sumber: disperindag.pemkomedan.go.id

Beberapa waktu lalu aku sempat kaget. Miss Mita, temanku yang seorang guru bahasa inggris di salah satu kursus bahasa kenamaan bercerita, ada travel blogger yang mengambil kursus bahasa inggris khusus untuk menghadapi datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Responku, “wah, keren!”. Sebab aku tau, travel blogger ini memang sudah terkenal. Bisa dibilang dia seleb blogger lah. Belakangan, setelah program MEA mulai terealisasi, doi sering mendapat job dari beberapa negara tetangga untuk mempromososikan berbagai hal yang berhubungan dengan wisata di negara tersebut.

Asiknya, job untuk blog post boleh berbahasa Indonesia. Hanya saja, kesulitan yang dihadapi justru saat berkomunikasi dengan pemberi job. Seperti proses negosiasi harga melalui email, karena harus menggunakan bahasa Inggris. Itu berarti, kemampuan berbahasa Inggris harus baik. Baik saat berbicara langsung, maupun dalam tulisan dan surat menyurat. Oleh sebab itu lah travel blogger tersebut mau berinvestasi dalam hal belajar bahasa Inggris.

Tidak tanggung-tanggung, nilai materi yang diinvestasikan untuk belajar di tempat kursus bahasa Inggris itu senilai lebih dari Rp 30 juta! Ini yang kubilang membuatku kaget tadi. 30 juta adalah nilai yang sangat banyak untuk ukuran kantongku. Dan itu membuatku berfikir dan menebak-nebak. Wiih, bayarannya pasti gede juga dari job sebagai blogger. Haha… *sindrom rumput hijau mikik tetangga*

Memang, kalau melihat kesuksesan orang kadang suka lupa, bahwa untuk sampai pada titik itu, ada perjalanan panjang di belakangnya. Ada perjuangan, pengorbanan, jatuh dan bangun. Karena tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara instan. Bahkan untuk menghidangkan semangkuk mi yang katanya instan saja butuh perjuangan. Perjuangan mengalahkan rasa malas. *eh, itu sih gue. 😀

Nah, kalau malas terus, gimana mau maju? Sementara, persaingan di dunia blogger makin pesat. Blogging sekarang sudah bukan sekedar menulis. Tetapi juga harus ditunjang dengan foto, bahkan juga infografis, dan video. Lha saya? Nulis aja belum bener. Wekekek. Sudah gitu, MEA sudah di depan mata. Kalau gini-gini aja, yang siap-siap gigit jari liat blogger lain yang melesat prestasinya.

Ikut Training Berbayar

Well, sebagai blogger, kita juga harus bersiap menghadapi MEA. Karena banyak peluang yang bisa saja jadi jalan rejeki. Salah satu persiapan menghadapi MEA yang sudah kulakukan yaitu dengan mengikuti training berbayar. Yes! Walaupun ilmu gratis banyak bertebaran dan bisa diakses lewat internet. Tetapi kadang, yang gratis-gratis kurang bisa melecut kita untuk maju.

Misal, dari internet ada tutorial untuk membuat template blog. Tapi dengan enteng, (mungkin) aku dan banyak blogger lain akan bilang “download dulu ah, belajarnya bisa nanti”. Hehe *plak

Berbeda kalau ilmu berbayar. Mungkin sikap kita akan berubah menjadi, “Duh! Sayang amat nih, udah bayar masa ngga dimanfaatkan!”. Nah, ada yang suka gitu juga ngga sih? Apa aku aja? Aih, jadi inget materi bahasa inggris dari teman yang dikirim via drop box. Haha. Baru didownload doang. Hiks. Maafkan aku Miss Mita.

Membiasakan Menulis Bahasa Inggris

Iya, belajar bahasa Inggris memang salah satu yang wajib dalam menghadapi jaman MEA. Sedikit-demi sedikit aku sudah mulai mencoba meng-upgrade diri. Caranya dengan membiasakan diri menulis dalam bahasa Inggris.

Sekitar dua atau tiga bulan lalu, aku membeli domain noetraveler.com dan di-redirect ke blog noestyle.wordpress.com.
Rencananya, blog itu aku khususkan untuk menulis dalam bahasa Inggris. Karena di blog itu aku sudah punya beberapa teman blogger dari luar negeri.

Eh tapi sayangnya, ternyata menghidupi banyak blog itu ngga mudah. Ditambah keriuhanku sebagai ibu dari 3 anak yang salah satunya masih bayi. Juga keseharianku sebagai karyawan kantoran. Duh! Bener deh, aku masih keteteran bagi waktu.

Tetapi keinginanku untuk bisa membiasakan diri untuk menulis dalam bahasa inggris masih begitu besar. Akhirnya aku membuat akun instagram baru. Supaya berbeda dengan akun instagram yang lama, kali ini aku membuatnya khusus untuk update tumbuh kembang Abang Ranu, dan aku bertekad untuk menulis caption foto yang dengan bahasa Inggris.

Akun instagram-nya adalah @abangranu. Follow yaa, pliis! Hehe.

Selain itu, aku juga merasa beruntung karena salah satu training yang pernah kuikuti kemudian membentuk komunitas. Komunitas itu tentu beranggotakan para peserta training yang sudah berjalan. Tau dong yah, apa nama komunitasnya. Yup! Fun Blogging namanya.

Dalam komunitas Fun Blogging, ada program Friday English. Sebuah program di mana seluruh aktifitas dalam grup facebook harus menggunakan bahasa Inggris. Ada fun games juga untuk latihan, seperti membuat kalimat menggunakan vocab tertentu. Seru ya!

Belajar Fotografi

Berhubungan dengan blog dan instagram, rasanya sekarang agak gimana gitu kalau fotonya asal. Untuk itu aku kepingiin banget belajar fotografi. Tapi keinginan unthk belajar secara serius dengan mengikuti pelatihan atau kelas fotografi berbayar belum terlaksana. Lagi-lagi aku kesulitan mengatur waktu. Karena kerja dari Senin sampai Jumat. Sabtu kadang masih lembur. Minggu pinginnya sama keluarga.

Tapi meski demikian, ngga boleh habis akal untuk belajar. Kan bisa belajar sendiri untuk sementara waktu. Memanfaatkan kamera yang ada, dan browsing ilmu di internet, lalu praktek jeprat-jepret. Hasilnya lumayan. Paling ngga, udah merasa risih untuk upload foto yang ngga instagramable. Haha. *sombong*

Beberapa foto bahkan ada yang diregram oleh akun official sebuah brand. Seperti foto kaki Abang Ranu dan sepatu prewalker yang diregram oleh @freddiethefrogshoes. Juga foto Abang Ranu yang lagi pakai jumper @carters. Duh, aku norak nih. Gitu aja bangga! Eh tapi boleh dong ya, bangga dan bahagia karena hasil karya kita diapresiasi.

Doaku sih, apresiasi yang kudapat itu merupakan pertanda baik buatku sebagai blogger ke depannya di era MEA. Aamiin.

1 thought on “Persiapan Blogger Menghadapi Era MEA

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.