Kuliner

Perjalanan Menikmati Sate Tuna Yang Bergizi

Dulu aku benci makan ikan. Ikan itu amis. Amis telur jauh lebih menyenangkan dari pada ikan. Dari pada makan ikan, lebih baik makan nasi disiram kecap saja. Sampai suatu hari aku berubah fikiran.

Ceritanya, aku dan teman-teman backpacking ke komplek Gunung Anak Krakatau selama 2 hari 1 malam. Agenda hari pertama adalah jelajah pulau, snorkeling dan hunting sunset di pulau Umang. Malamnya, aku merasa capek luar biasa. Wajar saja, aku terlalu excited melakukan banyak hal. Energi jadi terkuras.

ikan-bakar

Saat makan malam, ada ikan bakar yang dihidangkan. Aku heran melihat temanku pada rakus makan ikan. Ikannya kan cuma dibakar begitu saja lalu dihidangkan dengan sambal. Apa enaknya?

Ditengah keherananku, ternyata temanku juga heran melihatku. Dia merasa aneh melihatku ngga ikut makan ikan. Lalu diceramahi lah aku. Dia menjelaskan bahwa protein pada ikan itu tinggi. Juga tentang segala kegunaan protein bagi tubuh.

“Makanlah ikan banyak-banyak sekarang, supaya energimu terisi lagi dan besok bisa muncak ke Krakatau” katanya.

Kalimat itu yang menjadi titik balik bagiku untuk mulai menyukai ikan. Apalagi, ternyata ikan yang aku makan di Pulau Sebesi itu berbeda rasanya. FYI, Pulau Sebesi adalah pulau kecil berpenduduk yang lokasinya dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

Ikan-ikan di Pulau Sebesi masih segar. Baru ditangkap sesaat sebelum dibakar. Wajar lah, menangkap ikan segar bukan perkara sulit untuk penduduk di pulau kecil di tengah laut.

Ikan yang diolah saat masih segar, tidak terlalu amis rasanya. Berbeda dengan ikan yang sering aku jumpai waktu kecil dulu.

Aku ingat, orang tuaku harus pandai-pandai memilih ikan yang akan dibeli. Pilih yang matanya tidak berwarna merah, dagingnya tidak lembek saat ditekan dengan jari, dan jangan pilih yang mulai berbau busuk. Ribetnya memilih ikan di desaku.

{"uid":"e75f4632-0945-4a52-ad30-c4f5047bcf9d","origin":"unknown","total_effects_time":0,"total_effects_actions":0,"effects_applied":0,"effects_tried":0,"total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"total_editor_time":11,"total_editor_actions":{},"photos_added":0,"tools_used":{"resize":1},"longitude":-1,"latitude":-1,"fte_image_ids":[]}

Entah sudah berapa panjang perjalanan ikan dari laut sampai ke desaku. Desa yang jauh dari laut. Mungkin sudah berhari-hari lamanya. Dan ikan-ikan itu hanya menggunakan es balok sebagai pengawet.

Itu sebabnya ikan yang kukenal sejak kecil cenderung tidak enak. Rasanya berbeda jauh dengan ikan yang kumakan di Pulau Sebesi.

Dan sejak di Pulau Sebesi itu, aku melakukan perubahan besar pada pola pikir. Ikan = enak. Sehingga aku tidak pernah melewatkan momen traveling ke daerah pantai tanpa makan ikan.

Salah satu pengalaman makan ikan yang menyenangkan adalah ketika di Pantai Kondang Merak, Malang.

Sate Ikan Tuna

Sebenarnya, aku juga makan balado gurita di sana. Sayang aku ngga punya fotonya. Jadi, cukuplah aku membahas sate ikan tuna saja.

sate ikan

Di Pantai Kondang Merak, banyak warung-warung penjual makanan. Warung makan yang menyediakan menu olahan berbagai jenis seafood adalah warung Pak Basuki.

Kebetulan aku datang ke pantai tersebut setelah sunset dengan kondisi perut lapar. Sehingga pengalaman makan dengan lauk sate ikan tuna menjadi begitu memorable.

Dan yang lebih asik lagi, karena aku bisa mengikuti proses pembuatannya. Mulai dari ikan yang masih berupa potongan dadu, lalu ditusukkan ke tusuk sate bersama daun bawang dan potongan paprika.

Begitu juga saat aku ikut memanggang sate ikan tuna di atas bara api. Ada tantangan tersendiri saat mengipasi dan mengolesi sate dengan bumbu kacang yang dicampur minyak sayur. Aroma sedap menguar saat asap bercampur aroma daging yang terbakar itu mampir di indra penciuman. Hm, perutku semakin keroncongan dibuatnya. Sampai akhirnya sate matang dan waktunya mengucapkan ‘bon apetite’!

Jangan tanya bagaimana rasa sate ikan tuna ini ya. Aku ngga punya kosa kata lain selain kata enak pake banget. Mungkin juga karena sedang dipengaruhi rasa lapar.

panggang sate

Saat dihidangkan, sate ikan tuna ditemani dengan sambal kecap berisi potongan cabe rawit dan bawang. Kecap memang kesukaanku sejak kecil. Jadi aku tak lupa mencocolkan sate ke sambal kecap sebelum memakannya.

Saat dikunyah, daging tuna terasa empuk dan lembut. Menyatu dengan manis pedas bumbu kecap. Juga paprika dengan sensasi rasa pedasnya yang unik. Pokoknya enak deh.

Kalau kalian ke Malang, jangan lupa siapkan perut kosong dan mampir ke warung makan Pak Basuki di Pantai Kobdang Merak ya! Cicipi aneka kreasi olahan makanan laut yang ada. Karena bukan cuma rasanya yang enak, tapi gizinya itu lho, ntapz!

21 thoughts on “Perjalanan Menikmati Sate Tuna Yang Bergizi

  1. aku sejak kecil udah dibiasain makan ikan sama orang tua,lah pas skarang punya anak juga begitu, tapi sayang arfa gak suka ikan..dilepeh melulu. Mdh2an yg awalnya gk suka nanti jadi suka kaya mba noe..

  2. Sugesti positif sangat berperan ya Mbak. Dari tak doyan, butuh energi, lalu mencoba. Suatu kebetulan yg dimakan adalah ikan yg segar.. jadi pengalamannya positif.

  3. Weh…. aku belum.pernah nyobain maem ikan.tuna di pantai mba Noe. Pernah.juga sihh.kek.ga mau makan ikan bakar yg ditawarkan penjual di pinggir pantai. Etapi begitu.pas diajak + ditawari makan bareng si bos. Kokyaa enak itu ikan lautnyyaahh.. hueeee
    *ketauan cap ratu hhee

  4. Ikan itu enak tau mba apalagi kalo hasil mancing sendiri, almarhum bapakku hobbi mancing, kalo mancing dilaut pasti langsung kita bakar kaya ikan baronang itu legit banget. Tp ini baru tau aku ternyata ikan tuna bisa di sate yaa…

  5. Wah tutup muka, aku termasuk yg rakus makan ikan šŸ™‚ sate tuna ini belum pernah makan, solanya nunggu diundang yg punya Blog ke krakatau lagi

  6. Hiyaaah, kebalikan aku nih Noe. Aku suka banget ikaaaan. Makanya surga banget pas pindah Palopo. Ikan segar dan kawan2nya ada di mana2.
    Tapi emang iya beda banget rasanya ikan segar yang baru ditangkap. Dagingnya manis dan kenyal. Enyaaak pokoknya. Nyam2.

    Btw aku sering banget beli tuna. Mau coba sate tuna ini ah kapan2.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.