Sumatera Utara

Pengamen cilik di kapal menuju Samosir

image
2 pengamen cilik

Posting kali ini disponsori oleh mobil mogok di jalan Sisingamangaraja, Medan. Mobil rental avanza warna hitam berplat nomor B2111OZ akhirnya ngambek, setelah disiksa selama dua hari. Perjalanan jauh mulai dari Medan – Samosir via pelabuhan Ajibata – Tongging – Berastagi – Medan, mulai Sabtu s.d. Minggu, 15-16 Juni 2013.

Nasibku sekarang bersama 6 orang teman ngetrip kali ini, tentu sedang menikmati malam di pinggir jalan. Mungkin menunggu pagi sampai masa rental mobil ini habis. Hahaha.. Tapi bukan ini sih yang mau aku share kali ini. Setelah lihat album foto, lalu dapatlah satu foto yang di atas itu. How? Lucu yah expressinya?

Ceritanya, saat baru aja kapal ferry KMP. Tiger yang aku tumpangi untuk sampai ke pulau Samosir yang ada di tengah danau Toba, meninggalkan pelabuhan Ajibata, dua anak ini menghampiri.

“Kak, kita nyanyi boleh?”
“Mau nyanyi apa?”
“Lagu Batak.”
“Ya, nyanyilah dulu.”

Lalu menyanyilah mereka dengan bahasa Batak yang aku nggak tau artinya. Tapi aku suka, expressi wajahnya itu loh terlihat sangat menjiwai sekali. Suaranya itu volume maksimal. Powerful! Bahkan sampai falseto yang tinggi sekali pun, lewaat.

Aku dan teman-teman tentu saja terhibur. Sejenak terlupa angin kencang dan dingin yang membuat badan mengigil. Selesai mereka menyanyi, standing applause kita beri sebagai tanda penghormatan. Duit juga dong tentunya. 😉

Oke, sampai di bagian ini. Satu pelajaran lagi bisa dipetik. Bukankah selama ini kita sudah terlalu sering bertemu pengamen? Tapi apa yang unik kali ini?

Sopan santun mereka, meminta ijin sebelum menyanyi, di usia mereka yang masih dini. 🙂

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.