Banten, Traveling

Pelangi kecil di Curug Gendang

Doc. Haqistar
Doc. Haqistar

Pelangi setengah lingkaran terlukis indah di dinding tebing yang basah. Warna-warni indah itu adalah cahaya matahari yang di pantulkan oleh titik-titik kecil percikan air terjun. Curug Gendang, 27 Januari 2013.

Airnya jernih, sejuk, segar, dan dapat langsung diminum. Air terjun yang tingginya hanya 7 meter ini, berada di ketinggian 170 meter diatas permukaan laut. Diapit tebing batu yang bertextur cantik. Pohon-pohon tinggi di sekeliling bak payung yang melindungi dari paparan sinar matahari langsung. Berada disini seperti mencicipi syurga. Menenangkan dan menyenangkan. Saya betah berlama-lama, bahkan tak ingin pulang.

Hari itu cuaca cerah. Bersama teman-teman, saya berangkat menuju sebuah surga kecil yang tersembunyi di Taman Wisata Alam Carita. Sebuah air terjun yang namanya sangat unik. Curug Gendang. Setiap kali bercerita tentang curug gendang ini, tak jarang ada yang bertanya. mengapa dinamakan curug gendang? Apakah ada gendangnya? Ternyata, dinamakan Curug Gendang karena bagian bawah curug, tempat yang menampung jatuhnya air terjun, memiliki kedalaman hingga 13 meter, dan bentuknya mengembung seperti gendang.

Sungai diatas curug
Sungai diatas curug

Dengan menggunakan mobil sewaan, kami berangkat dari Cilegon. Menyusuri jalan raya di sisi garis pantai Anyer sampai memasuki kecamatan Carita yang secara administratif merupakan bagian dari kabupaten Pandeglang, Banten. Di pertigaan pantai Carita, mobil kami berbelok ke kiri. Tepat di pintu gerbang Taman Wisata Alam Carita. Dari titik ini, jarak ke curug gendang sekitar 3 kilometer. 1 kilometer pertama sudah dibangun jalan beton, 1 kilometer kedua masih merupakan jalan berbatu kasar dan masih dapat dilewati dengan kendaraan roda empat. Hingga sampailah kami pada pos jaga Taman Wisata Alam Carita. Disinilah kami harus memarkirkan mobil kami. Karena 1 kilometer terakhir merupakan jalan setapak.

Setelah melapor kepada petugas dan membayar retribusi sebesar Rp3.000,- kami mulai trekking. Jalan setapak ini seolah jalan setapak di lereng bukit. Tebing di salah satu sisinya, dan disisi lain merupakan jurang. Melewati jalan ini harus dengan extra hati-hati, karena kondisi udara yang lembab membuat jalan setapak yang ditutupi bebatuan besar menjadi licin. Tak jarang di beberapa titik saya juga menemui aliran air kecil yang dibuat seperti pancuran. Disitulah saya memuaskan rasa haus dengan meminum langsung air yang dinginnya lebih menyejukkan dibanding air es.

noe curug edited2
Berasa di surga beneran

Sepanjang perjalanan trekking, suara gemuruh air terjun memeuhi telinga. Menelan suara-suara burung kecil yang biasa bernyanyi dan binatang pengerat pohon yang biasa bersahutan. Hingga sampailah kami di bagian atas air terjun. Sungai di tengah-tengah hutan yang cantik. Bebatuan besar di tengah sungai menciptakan jeram-jeram kecil. Saya langsung saja menceburkan diri ke sungai itu. Hilang sudah semua lelah.

Puas bermain-main di atas sungai, kami memutuskan untuk turun ke bawah. Melewati anak tangga seadanya di dinding tebing dengan hati-hati. demi untuk melihat air terjun dari dekat. Berjalan perlahan masuk ke sungai yang arusnya sangat deras. Tak sia-sia perjuangan kami. Pemandangan yang kami dapat disini benar-benar indah.

Matahari sedang terik, tepat di atas kepala. Aku melihat ke atas. Cahaya matahari terlihat menembus rimbun dedaunan. Langit biru dan awan putih berarak. Debit air terjun sedang tinggi karena bulan Januari tahun 2013 ini curah hujan memang sedang lumayan tinggi juga. Aku sedang berditi di sisi salah satu tebing, lalu terpana ketika mataku menangkap lengkung warna-warni itu. Pelangi! Ini untuk pertama kalinya aku melihat pelangi yang bukan di langit.

Tertegun di melihat pelangi
Tertegun di melihat pelangi

Gara-gara pelangi itu saya jadi tak rela untuk pulang saat hari sudah mulai sore. Sayangnya, saya tidak membawa kamera waterproof untuk menangkap moment itu. Lain kali, saya harus kembali lagi kesini.

Rute & Biaya ke Curug Gendang

Dengan angkutan umum dari arah Jakarta, bisa menggunakan bis jurusan Merak. Turun di terminal Seruni Cilegon. Lalu, naik angkot sampai ke Simpang Tiga Cilegon. Ongkosnya Rp4.000,- Dari Simpang Tiga Cilegon, lanjut menggunakan angkot warna silver arah pantai Carita. Ongkosnya Rp10.000,-

Catatan, tidak semua angkot warna silver (arah Anyer) sampai ke Carita, jadi sebelum naik angkot, pastikan dulu. Tanyakan kepada sopirnya, apakah angkotnya mau mengantar sampai Carita atau tidak. Jika terpaksa, bisa saja naik angkot dua kali. Naik angkot silver dan turun di lapangan Anyer. Dari sini, bisa sambung angkot warna yang sama sampai ke Carita.

1 thought on “Pelangi kecil di Curug Gendang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.