Pekerjaan saya nongkrong di cafe

Traveling adalah hobi saya selama setahun terakhir ini. Mungkin jika boleh saya analogikan, jalan-jalan itu seperti meneguk air laut yang semakin diminum akan semakin membuat haus. Ingin terus dan terus. Sulit untuk berhenti. Maka jangan heran jika dalam jangka waktu satu tahun ke depan, saya sudah punya rencana traveling ke berbagai destinasi. Saya biasa menyebutnya dengan istilah trip bucket.

blogger-336371_1280

Trip bucket ini tentu berbeda dengan wish list. Jika wish list adalah daftar impian yang belum tahu kapan bisa tercapai, maka trip bucket adalah semacam daftar agenda atau to do list yang sudah mulai disiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakannya. Contoh; Bali pada bulan Desember 2013 adalah salah satu destinasi dalan trip bucket saya. Maka saya sudah harus bisa memastikan bahwa saya punya jatah cuti kantor yang cukup, membeli tiket dan menabung untuk akomodasinya.

Saya adalah seorang traveler opportunis. Artinya, setiap ada kesempatan, maka saya akan jalan-jalan. Kesempatan yang saya maksud adalah soal waktu dan tiket murah. Setiap kali ada promo tiket pesawat murah, saya tidak pernah menyia-nyiakannya. Selama masih ada jatah cuti kantor dan budget sesuai dengan kondisi dompet, hajar saja tiket murahnya. Tiket-tiket ini saya beli secara online di web resmi salah satu maskapai penerbangan yang sering memberi penawaran harga murah. Yuk! Intipin hasil daftar tiket yang ada dalam trip bucket saya. ūüėȬ†Beberapa nama saya tutup untuk menghormati privasi dan identitas teman-teman jalan saya.

Dan karena saya juga seorang yang extrovert, saya senang bercerita kepada siapa saja tentang tiket-tiket dalam trip bucket tersebut, khususnya kepada sesama traveler. Tanpa bermaksud pamer, biasanya saya bercerita dengan tujuan untuk mencari teman jalan bareng. Rasanya kurang asik kalo jalan sendirian. Dan karena kebiasaan bercerita tersebut, saya tidak hanya mendapat teman jalan, tetapi juga mendapat banyak pertanyaan. Kok bisa sih dapet tiket murah? Gimana caranya sih beli tiket online? Ajarin dooong!

Kalau sudah begini, biasanya saya akan ketemuan dengan teman yang meminta diajari membeli tiket secara online. Caf√© dengan fasilitas free wifi tentu saja menjadi pilihan paling asik untuk ketemuan. Dan satu senjata yang wajib dibawa adalah notebook. Heuheu.., inilah bagian tersulit. Karena¬†yang saya punya sudah jadul banget, nggak keren aja rasanya kalau dibawa-bawa ke caf√©. ūüėÄ Jadi, kalau ada yang minta diajari beli tiket sama saya, ya silakan teman-teman bawalah notebook¬†sendiri.

Beberapa kali ketemu teman dengan notebook mereka yang keren. Contohnya seperti foto yang saya sematkan di atas. Salah satu teman saya yang seorang traveler dari Medan, Ayub namanya. Ia membawa laptop saat traveling bersama ke Sulawesi Selatan. Malam hari disaat santai, kami nongkrong di cafe di pinggir pantai sambil melihat-lihat hasil foto setelah jalan-jalan seharian melalui notebook miliknya. Melihat notebook yang keren dan mahal itu, saya sempat ngiler. Coba aku punya juga yang seperti itu. Pasti keren! Tapi fikiran-fikiran seperti itu buru-buru saya tepis. Dari mereknya saja sudah ketahuan itu barang mahal. Duh! Prinsip jalan-jalan saja harus dengan budget semurah-murahnya, bahkan kalau bisa gratis. Bagaimana bisa beli notebook semahal itu?

Nah, begitu tau bahwa Acer meluncurkan sebuah inovasi baru, yaitu notebook¬†tipis dengan harga dibawah lima jutaan, dan fasilitasnya komplit, saya langsung menghayal lagi. Oh, andai Acer aspire E1-432 yang sudah beredar di pasar Indonesia itu menjadi milikku. Bisa tampil keren kalau dibawa mobile kemana-mana. Nggak malu lagi deh nongkrong di caf√© bawa notebook¬†Acer slim series, manfaatin wifi gratis, lalu online‚Ķonline‚Ķonline‚Ķonline. (nyanyi lagunya Saykoji) ūüėÜ

BIG DREAM

Seperti kebanyakan para traveler, saya juga punya impian untuk bisa keliling dunia. Untuk mewujudkan impian tersebut tentu saja dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Selama saya masih berprofesi sebagai buruh (baca: karyawan), rasanya tidak mungkin impian itu bisa terwujud. Karena pada umumnya jatah cuti karyawan per tahunnya hanya 12 hari saja. Dan gaji bulanan yang sudah pasti habis untuk biaya hidup. So, bagaimana caranya agar impian saya bisa terwujud? *puter otak*

Jika saya boleh punya satu keinginan, saya ingin pensiun muda dan menjalankan bisnis saya sendiri dengan penghasilan yang tidak terbatas. Pertimbangannya, agar saya bisa memiliki kebebasan waktu dan finansial, bebas jalan-jalan dan tetap dekat dengan keluarga. Di era digital seperti sekarang, bisnis yang bisa dikerjakan secara online bisa menjadi pilihan. Kebayang betapa asiknya, bebas traveling kemana saja dan notebook Acer yang tipis itu tidak pernah ketinggalan untuk dibawa kemana-mana. Kalau ada yang perlu dikerjakan soal bisnis, tinggal nongkrong di cafe, pesen kopi dan roti, lalu kerja online dari belahan dunia mana saja.

Eh, boleh nggak impian saya ditambahin satu lagi? Pingin punya camper van. Keliling dunia sekeluarga seperti keluarga dalam serial kartun The Wild Thornberrys. Woohoo!! Pasti seru!

Leave a Reply