Noe Style Dari Tahun ke Tahun

nor fashion style

Membaca komentar dari Mita di postingan blogku tentang must have item untuk wanita karir kemarin, jadi kepingin nulis model-model kerudung yang biasa kupakai. Hehe. Dan yaa, komentar Mita bener banget, bergo dengan warna dan motif polos memang must have item yang wajib dimiliki wanita muslim. Terlebih untuk warna hitam, karena warnanya netral dan bisa dipadukan dengan baju berwarna dan bermotif apa saja.

Dulu, kerudung siap pakai atau yang biasa kita sebut bergo, menjadi andalan banget buatku kalau ngetrip. Biasanya aku pilih bahan kaos dan tidak terlalu lebar. Dan aku punya beberapa warna untuk menyesuaikan dengan baju yang kupakai. Iya, tapi itu dulu. Sebelum akhirnya Ojrahar mulai komentar supaya aku nyobain pakai kerudung segi empat. Lalu pelan-pelan, mulai kembali pakai kerudung segi empat. Baik ketika ngetrip maupun saat pergi kerja. Tetapi, bergo tetap mush have item yang juga selalu kubawa traveling. Selain itu juga untuk digunakan sehari-hari di rumah.

Nah, membahas soal gaya berkerudung dan hubungannya dengan ngetrip, aku jadi kepingin flash back. Kepingin lagi melijat ke belakang, seperti apa sih style kerudung dan juga pakaianku ketika ngetrip dari tahun ke tahun.

Tahun 2013

Tahun 2013 adalah tahun pertama di mana aku mulai gandrung traveling. Bergo masih jadi andalan karena super praktis. Dan semua bergo yang kubawa traveling pasti warna polos. Soal warna soh kadang tabrak lari aja. Haha. Ngga peduli mau matching atau ngga sama baju dan celana.

Bias Pelangi dan Refleksi Gunung Karst

Soal outfit, tahun 2013 aku masih a la backpacker banget. Kebanyakan celana cargo. Kadang pakai jeans juga. Untuk atasan lebih banyak kaos tangan pendek dan didobel manset. Kalau alas kaki, udah pasti sendal gunung. :p

Tahun 2014

Di tahun 2014 ini aku mulai naik status. Mengapa? Karena pada September 2013 aku menikah dengan Ojrahar. Horee! *if you know what I mean deh ya! wekeke.

Sebenarnya Ojrahar juga bukan tipe yang cerewet aku harus pake baju dan kerudung model apa. Tapi, sesekali suka komentar kalau kebetulan liat model kerudung di TV atau internet.

“Coba deh loe pake kayak gitu, Noe!” katanya.

Independence-Monument-Phnom-Penh

Dan sebandel-bandelnya aku kan pingin juga nyenengin suami. Maka pelan-pelan mulai juga belajar membiasakan diri pakai kerudung segi 4 lagi. Walaupun ngga bisa secantik gaya hijabers masa kini sih. Hehe.

Outfit, masih a la backpacker juga. Hanya saja, karena aku ketularan mulai pakai kemeja seperti Ojrahar, jadi aku sesuaikan pakai celana jeans kalau pas pakai kemeja. Alas kaki? Ya tetep, masih sering pakai sendal. 😀

Tahun 2015

Nah, tahun 2015 ini kukenang sebagai tahun hamil. Hamil dan tetap traveling tentu pakaian juga beda dari biasanya. Udah ngga bisa pakai kaos biasa dan celana cargo pun harus pensiun. Tetapi meski demikian, ngga banyak juga yang berubah. Aku tetap pakai baju 2 pieces. Atasan dan bawahan.

Untuk celana aku pakai celana hamil dengan karet adjustable. Sedangkan atasan aku pakai blouse tangan pendek dan didobel dengan manset. Tetep ya, atasan ngga pakai baju hamil juga.

Obyek wisata Sabang

Tetapi pernah aku pakai dress waktu traveling, yaitu ketika ke Aceh. Sebab kata teman, di Aceh ngga boleh pakai celana, sebaiknya rok atau baju muslim wanita. Karena aku lagi hamil dan ngga bisa pakai rok, dab lagi aku ngga punya baju muslim, jadilan aku bawa long dress. Bukan baju hamil, tapi masih bisa dipakai walau umur kehamilanku sudah 7 bulan. Sebab potongan dress yang kupunya lumayan lebar. Modelnya baby doll dengan karet di bawah dada, dan agak melebar untuk bagian perut sampai mata kaki.

Tahun 2016

Setelah tahun hamil, tentu 2016 menjadi tahun menyusui. Dress busui friendly pun jadi pilihan untuk dipakai setiap kali ngetrip, atau berpergian dengan bayi. Selain itu, dress juga membuat brg bawaanku lebih ringan karena ngga perlu bawa banyak baju atasan dan bawahan. Cukup beberapa dress, ditambah satu atau dua legging.

noe style - dress

Untuk kerudung, aku biasanya pakai kerudung segi empat yang lebih lebar dari biasanya. Kerudung lebar yang kupakai sekaligus berfungsi sebagai apron untuk menyembunyikan bayi saat menyusu.

Well, sejauh ini aku baru punya dua dress. Mulai ngga PD kalau mau pergi-pergi atau menghadiri event blogger. Kok bajunya itu lagi itu lagi? Eh, jangan-jangan ini perasaanku aja. Haha.

Oya, soal event blogger, kadang aku kepingin juga buat menambah jenis koleksi baju. Terlebih kalau lihat acara tentang fashion, atau talk show. Baik host maupun bintang tamunya banyak yang berkerudung. Sering aku lihat mereka memakai blazer wanita. Juga model vest cantik gitu. Aku jadi kepingin juga punya blazer & vest. Tapi berhubung keinginan belum dibarengi dengan ketersediaan budget, sekarang window shoping dulu di web toko online. Salah satu yang jadi referensi adalah Matahari Mall.

blazer wanita

Untuk alas kaki, kalau tahun 2015 aku masih mengandalkan sendal gunung. Tetapi tahun ini sudah beda lagi. Aku ketularan Ojrahar yang yang lebih suka pakai sepatu. Terlebih saat menemukan model sepatu prewalker a la converse. Jadilah suka kompakan pakai converse merah saat jalan-jalan. Hoho.

Lalu, seperti apa style outfit Noe untuk tahun-tahun berikutnya ya? Kita lihat nanti. *penting* 😀

10 thoughts on “Noe Style Dari Tahun ke Tahun”

  1. aaaaaah aku pengen banget pake converse, tapi model yang fit di ukuranku 35 uda gk dikeluarin lagi *ini malahcurcol* T_T
    enak sih ya emang, dress dipaduin sm converse…lucuuuu kan, merah lagi 🙂

Leave a Reply