World of NOE

#MyDreamyVacation – Menyelami hatinya

Hohoho… Mari bicara soal liburan impian untuk memenuhi tantangan GA di blognya Indah Nuria Savitri. Sebenernya, kalo ditanya soal liburan impian kepingin banget kemana, jawabnya nggak ada, Hehehe… Memang sih, racun yang ditebar para pecinta jalan-jalan di berbagai grup backpacker atau traveler itu bikin ngiler. Melalui foto-foto dan cerita di blog.

Tanjung Bira
Tanjung Bira aja kece, gimana Raja Ampat?

Siapa yang nggak ngiler coba…liat foto teman-teman udah sampe Raja Ampat, atau di atas puncak-puncak seven summit Indonesia dengan latar belakang lautan awan dan matahari terbit. Atau yang udah pada keluar negeri, menara eifel di Paris misalnya. Heuheu.. ngileerrrr. Tapi, kembali lagi pada realita. Hidup ini keras, Jenderal! Jadi, aku belajar untuk hidup dengan mengalir saja. Tapi bukan menyerah pada keadaan loh ya. Aku tetap punya impian, tapi sebisa mungkin aku membuat daftar impian yang sangat mungkin untuk dijangkau.

Dan aku dikenal sebagai noe yang nekat! Hehe… Tapi aku lebih suka menyebut diriku sebagai traveler opportunis. Hmm… why? Karena jiwa petualangku kadang nggak bisa dibendung. Pas pingin jalan, ya jalan aja! Ada kesempatan emas, ambil! Semua hal ditabrak yang penting tujuan tercapai. Tapi, tetep berusaha sebisa mungkin nggak merugikan orang lain. Karena katanya, opportunis maknanya lebih ke arah negative. Hehe.. nggak! Aku tet2ap ikuti prosedur, mengajukan cuti kantor, atau pas anak-anak libur sekolah, dan lain-lain.

Balik lagi soal impian ya. Kalo ditanya, apa destinasi liburan impianmu? Hm… Gini, Insyallah bulan depan mau keliling sebagian Negara ASEAN. Bismillah, semoga terwujud. Setelah ASEAN, aku punya impian untuk bisa menjejakkan kaki ke India. Alasannya?

credit

Pertama, ini destinasi yang mungkin dicapai. Kedua, aku terpengaruh kata-katanya Gol A Gong, katanya “jika ingin bersyukur menjadi anak-anak Indonesia, lahir dan besar di Indonesia, cobalah ke India”. Aku mau membuktikan itu! India Negara yang cantik, banyak tempat-tempat indah, tapi ada banyak hal juga yang akan membuat kita tidak nyaman, saat itulah kita bersyukur karena kita adalah anak Indonesia! Alasan ketiga, pingin dibisiki “I Love You” sama suami tepat di Taj Mahal. 😆

Impian lain selain India ada nggak? Tentu ada! Tapi sebelumnya aku mau cerita soal #BackpackingWithChildren lagi boleh yaa. Jadi gini, 2 tahun yang lalu, saat aku masih berstatus single parent. Kondisi ekonomiku pas-pasan banget. Tapi, Daffa’ dan Abyan rupanya punya impian yang meski terdengar sederhana melalui celotehnya, namun bagiku itu impian besar yang awalnya aku fikir nggak mungkin.

“Ibu, kakak sama mamas pingin naik pesawat, sih. Pingin nembus awan, ke langit!” begitu katanya.

Mendengar itu, aku nangis batin. Gimana bisa wujudin impian anak-anak, sementara buat makan aja kadang kurang? Tapi kalau nggak diturutin, mereka bakal fikir aku nggak sayang. Wajar saja, mereka baru saja kehilangan ayah karena kami sebagai orang tuanya memilih jalan divorce. Aku sering kena bogem mentah dari Daffa’ dan Abyan setiap kali aku bilang ‘tidak’ untuk keinginan-keinginannya. Bogem mentahnya adalah; “Ibu jahat! Mamas sama kakak mau ikut ayah aja!” heuheu… lalu aku mewek.

Akan tetapi ada yang lebih besar dari impian yang besar, bahkan masalah terbesar sekali pun. Dia adalah Tuhan. Dia memberi jalan dan memudahkan segalanya. Melalui impian anak-anak yang menjadi pemacu untukku berusaha mewujudkannya, melalui kemurahan Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, impian itu terwujud! Alhamdulillah…

Backpacking With children

Pada bulan Mei tahun lalu, aku membawa Daffa’ dan Abyan ke Singapura dan Malaysia. Aku tak akan pernah bisa lupa bagaimana nervousnya kami menjelang boarding, atau saat Abyan lari terbirit-birit karena takut pada bunyi bising mesin pesawat, bagai mana repotnya aku ngejar-gejar Abyan sambil menggendong ransel sementara Daffa’ sudah duluan masuk kabin pesawat.

Dan aku tak akan pernah lupa bagaimana setiap detik waktu yang kami lewati bersama di negri orang, jauuuhh sekali dari rumah. Atau saat pertama kali naik lift dan Abyan kembali ketakutan dan menangis menjerit-jerit. Dan sangat terharu ketika melihat mereka berlarian dengan ceria di taman-taman di Sentosa Island, di Twin Tower, dan Malaka.

Ah, ini bukan sekedar perjalanan yang mengesankan, tetapi juga soal impian yang menjadi kenyataan.

Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah, betapa kecewanya kami ketika menginjakkan kaki di Genting Highland Park, dan mendapati bahwa wahana Snow World sudah ditutup. Padahal, Daffa’ dan Abyan juga sangat ingin merasakan serunya bermain salju. Kufikir, jika memang kami tak bisa bermain salju yang sesungguhnya, salju buatan pun sudah cukup buat kami. Tapi yasudahlah, mari bermimpi lagi dan berusaha mewujudkannya.

Mau tau apa impian anak-anak selanjutnya? Ya itu, salju. Daffa’ pernah tiba-tiba minta ke Paris, Jepang, Korea, Hongkong. 😆 Namanya juga anak-anak, gampaaang banget kegoda. Setiap habis nonton film, atau iklan di TV, dan ada latar belakang Negara lain yang cantik, apa lagi ada saljunya, pasti langsung bilang; “Bu, ke sana yuk!”. 😆

Setiap kali jalan-jalan sama anak, aku selalu melihat mereka sangat suka dan ceria jika bertemu air. Entah itu air mancur, air kolam, air terjun, air laut, sungai, semua air deh. Sekarang, aku bermimpi, melihat tawa ceria mereka saat bertemu salju. Aku ingin bersama mereka membuat boneka salju, atau perang bola salju, atau berlarian berkejaran diatas salju, atau sekedar merentangkan tangan menyambut butiran-butiran salju yang turun dari langit. Aah, semoga bisa terwujud. Aamiin…

Dan balik lagi ke pertanyaan, What is #MyDreamyVacation ? Aku ingin terus menyelami hati anak-anakku, dan traveling bersama, kemana pun itu!

*****

#MyDreamyVacation

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.