NOE's Mind

Musibah Datang Setelah Satu Dekade Air Asia Indonesia

Musibah datang, dan tak ada yang bisa menolaknya. Merah meriah kini berganti dengan abu-abu gelap tanda duka cita. Hingar-bingar bahagianya perayaan 1 dekade Air Asia bertajuk “10 Awesome Years”, kini berubah menjadi suasana mengheningkan cipta. Semua kini larut dalam doa agar hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 segera ditemukan.

Sejak kemarin, aku dan suami terus mengikuti perkembangan beritanya di TV. Berharap pencarian pesawat jenis Airbus320-200 yang terbang dari Surabaya ke Singapura itu segera menemukan titik terang. Semoga seluruh penumpang, pilot dan awak kabinnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Ada duka lebih dalam yang aku rasakan saat mendengar berita duka Air Asia kemarin pagi. Mungkin itu disebabkan karena selama 2 tahun terakhir, sejak aku mulai gandrung backpacking, Air Asia yang paling banyak menjembatani impianku untuk bisa menjangkau tempat-tempat yang jauh melalui promo tiket murahnya. Beberapa kota di Indonesia dan beberapa Negara ASEAN berhasil kujelajahi.

Air_Asia_Family
Bersama direktur & manager komunikasi Air Asia Indonesia

Belum lagi moment memenangkan lomba blog beberapa bulan lalu, yang serupa pintu gerbang untuk mengenal Air Asia Big Family lebih jauh lagi. Aku berkesempatan masuk ke Red House of Air Asia dan berkenalan dengan para officer staff yang ramah dan bersahabat. Mungkin aku sampai ke-PD-an karena merasa sudah menjadi bagian keluarga Air Asia, terlebih ketika tulisanku ikut diabadikan dalam buku berjudul “10 Awesome Years – Kisah Perjalanan Satu Dekade Air Asia Indonesia.”

Buku ini belum lama dilaunching, yaitu pada 8 Desember 2014. Kebetulan aku juga diundang dalam acara peluncuran buku yang diadakan di Empirica Lounge, Jakarta. Masih teringat jelas bagaimana detik demi detik acara itu berlangsung.

Air_Asia_flight_attendant

Saat host mulai membuka acara, disampaikan bahwa Air Asia selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Untuk itu, sebelum melanjutkan ke rangkaian acara selanjutnya, host mempersilakan beberapa Flight Atendant untuk memperagakan prosedur keselamatan yang harus diketahui para penumpang Air Asia saat pesawat mengudara.

Seketika aku merasa sedang duduk di dalam kabin pesawat yang sedang bersiap lepas landas. Memperhatikan para pramugari cantik sedang memperagakan cara mengenakan sabuk pengaman, alat bantu pernafasan, serta apa saja yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.

Air_Asia_CSR

Satu demi satu agenda acara kemudian berjalan dengan lancar. Sambutan-sambutan, pemutaran video lukisan pasir yang mengisahkan perjalanan 10 tahun Air Asia Indonesia, live show lukisan pasir yang menceritakan cita-cita Air Asia Indonesia ke depan, serta peluncuran buku dan tanya jawab.

Dalam acara itu aku menangkap sebuah cita-cita besar Air Asia yang ingin terus maju menjadi maskapai budget terbaik yang mengutamakan keselamatan penumpang, menambah rute penerbangan domestik Indonesia, dan menghadirkan Air Asia X di Indonesia. Aku juga terkesan dengan report kegiatan sosial dan penyaluran dana social (CSR) oleh Air Asia.

Air_Asia_Free_Seat

Sejauh yang aku tau dari ceteknya pengetahuan yang aku miliki, Air Asia memang sebuah maskapai penerbangan budget yang tidak ada tawar menawar untuk urusan keselamatan. “Keselamatan adalah harga mati,” mungkin begitu istilah yang tepat. Banyak bagian yang ditekan untuk menurunkan biaya, namun bukan pada bagian kenyamanan dan keselamatan.

Contoh kecil saja, kalau naik Air Asia kita tidak mendapat air minum dan snack gratis, tidak ada goodie bag berisi mainan untuk anak-anak dan balita, dan harga tiket yang tidak termasuk bagasi. Tetapi pernah sekali waktu aku menggunakan pesawat lain yang dari segi harga jauh lebih mahal dari pada Air Asia. Busa kursinya tidak lebih baik dari kursi pesawat Air Asia. Busanya kursinya sudah mulai lepek, dan agak bau apek karena lapisan kursinya menggunakan kain serat. Berbeda dengan Air Asia yang busa kursinya dilapisi kulit sintetis yang tidak tembus air.

buku_10_awesome_years_air_asia

Pendapat senada juga sempat diutarakan oleh Sultan Hamengkubuwono X. Penuturan sultan itu juga dimuat dalam buku “10 Awesome Years – Kisah Perjalanan Satu Dekade Air Asia Indonesia.” Buku ini rencananya akan beredar di toko buku Gramedia mulai 15 Januari 2015.

Ada banyak kisah-kisah menarik dalam buku “10 Awesome Years – Kisah Perjalanan Satu Dekade Air Asia Indonesia” ini. Ada kisah Indra Bekti yang pernah magang di Air Asia, ada Trinity Traveler, atau kisah seorang pramugari yang menikah dengan salah seorang personil group band papan atas Indonesia.

IMG_20141229_194843_1

Beberapa kisah yang paling menarik bagiku dalam buku ini adalah, besarnya toleransi dan dukungan Air Asia kepada para pegawainya untuk maju dan berekspresi sesuai dengan minatnya. Ada kisah-kisah flight attendant yang kuliah lagi dan diberi jadual terbang fleksibel untuk menyesuaikan dengan jadual kuliahnya, ada yang bekerja part time sebagai pembawa berita di stasiun televisi lokal di salah satu kota di Indonesia, dan ada juga seorang pramugara yang bekerja part time sebagai penyiar radio.

Sebegitu besar dukungan yang diberikan Air Asia kepada karyawannya. Serupa dukungan dari orang tua kepada anak-anaknya. Maka bisa dibayangkan bagaimana kesedihan menyelimuti perasaan seluruh anggota keluarga besar Air Asia saat ini.

Tetapi musibah memang bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Tak ada yang bisa menolak kehendak Yang Maha Kuasa. Meski sudah sebesar apapun upaya yang dilakukan oleh Air Asia untuk menomor satukan keselamatan.

DSC01523_1

Dan dalam suasana duka seperti ini, aku juga merasa kesal jika ada berita-berita hoax yang beredar. Seperti kabar ditemukannya puing pesawat di Belitung, atau beredarnya berita bahwa ada kabar via BBM bahwa pesawat mendarat darurat di perairan Belitung Timur. Berita semacam ini tentu menimbulkan kebingungan dan duka yang lebih mendalam bagi para keluarga penumpang. Semoga tidak ada lagi berita hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti itu.

Melalui tulisan kecil ini, aku ingin menyampaikan rasa duka, serta segenap doa terbaik untuk Air Asia. Semoga pesawat Air Asia QZ8501 segera ditemukan dan seluruh penumpang, pilot serta crew dalam keadaan selamat. Semoga tak ada lagi musibah yang datang, dan Air Asia terus tumbuh menjadi maskapai budget terbaik. Aamiin.

Selalu ada harapan…

DSC01604_1

Aku masih punya beberapa tiket Air Asia untuk agenda backpacking tahun 2015. Musibah yang sedang menimpa Air Asia saat ini, tak mengurangi kepercayaanku terhadap Air Asia, dan aku akan tetap terbang bersama Air Asia. Bismillah…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.