Curcol

Mimpi Ini Membuatku Gila

Aku ini cuma manusia. Aku punya banyak kekurangan. Salah satunya, aku sering susah mengontrol emosi, terutama saat sedang menginginkan sesuatu. Kalau Ojrahar bilang, “Noe itu… ambisius. Kalo lagi pengen sesuatu, teruuus aja dikejar”.

Okey, kedengarannya itu seperti pujian. Padahal, aku tau kok maksud dibalik kata-katanya itu. Yup, seperti kubilang tadi, aku kesulitan mengontrol emosi.

Adalah aku yang selalu menggebu-gebu, ingin cepat sampai di garis finish, grasak grusuk, terlalu fokus dan malah jadi melupakan hal lain.

Padahal, aku ini kan hidup bukan untuk diri sendiri ya. Aku ini kan menjalani hidup dimana ada keluarga yang juga butuh aku. Aku pun kerja sebagai karyawan yang juga menuntutku untuk melakukan tugas dengan baik. Dan seringnya, hidupku jadi kacau kalau aku sedang sibuk dan fokus mengejar sesuatu.

By the way, barangkali teman-teman memperhatikan apa yang terlihat di sosmedku, terutama instagram @nurullnoe, aku yakin kalian tau ya apa yang sedang kukejar. Ho-oh, aku sedang bermimpi untuk bisa menguasai ilmu fotografi bayi. Saking pinginnya, tiap saat otakku dipenuhi hal-hal yang berhubungan dengan impian itu. Banyak waktuku habis untuk nonton YouTube, mantengin hashtag #NewbornPhotography untuk cari inspirasi, ngubek-ubek toko online untuk window shopping berbagai property, browsing informasi teknik fotografi sampai info kursus fotografi maupun editing.

Di rumah, di jalan, di kantor dan setiap ada kesempatan, aku sibuk melakukan semua itu. Sampai akhirnya aku merasa overwhelmed. I loose control. Otakku panas karena memikirkan banyak rencana dalam waktu bersamaan secara terus menerus. Rasanya kepingin nangis dan teriak. Tapi yakali teriak gitu aja di bis? Di kantor apalagi. Nggak mungkin! Di rumah? Ya kadang kelepasan. Kalau ada hal yang annoying, aku emosi. Marah.

Anyway, it’s driving me crazy!

Sampai puncaknya kemarin malam. Aku sadar aku sudah gila. Lalu saat anak-anak sudah pada tidur, aku curhat ke Ojrahar.

“Beb, kayaknya aku udah mulai sakit. Bla bla bla”, aku tumpahkan semua perasaan dan uneg-uneg. Lalu dengan pembawaannya yang super duper tenang itu, dia nggak ngomong apa-apa dong. Cuma tangannya aja ngerangkul dan ngusap kening. Iya, gitu doang, tapi aku ngerasa nyess, adem.

Memang, di dadanya lah aku bisa menemukan jawaban dari banyak tanya, ketenangan dari banyak resah. Uuuh.

By the way, anyway, busway, saat menulis ini, orangnya mau ikut baca apa yang aku ketik. Tapi aku larang lah dia. Kok rasanya sedang diawasi ya. Jadi kan nulisnya nggak bebas. 😆

Jadi, setelah curhat dan merasa lebih tenang, Ojrahar mengajak aku untuk coba alihkan fokus sejenak. Memikirkan dan merencanakan hal lain yang menyenangkan.

Biasanya, kalau udah pening atau penat, pelarianku adalah traveling. However, traveling ampuh banget untuk merefresh otak, melapangkan hati, membuka fikiran, dan yang jelas … senang-senang. Sayangnya, aku sedang komit untuk nggak jalan-jalan dulu. Budgetnya ora ono! Jadi aku harus kuat. Walau kaki udah gatel untuk mbolang. Karena seingatku, terakhir kali jalan-jalan ya November tahun lalu untuk staycation di Sandalwood Hotel Lembang.

Walau begitu, aku tidak lantas menyerah. Aku dapat ide supaya setidaknya tahun ini bisa jalan-jalan. Aku bilang ke Ojrahar, aku kepingin banget diajak mudik ke kampung halamannya di Purworejo.

Untuk itu, aku langsung coba cari tiket kereta mudik lebaran tahun 2018 ini. Ya, walaupun belum tau juga sih, bakal jadi mudik beneran atau ngga. Cari aja dulu tiketnya secara online, intip harganya dulu. Sama seperti kalau aku window shopping secara online akhir-akhir ini, banyak barang aku masukkan ke keranjang belanja, kalau udah puas, tutup deh situsnya. 😆

Paling-paling setelah itu, bakal ada email masuk untuk mengingatkan kalau ada barang belum dibayar di keranjang belanjaanku. Haha. Gengges ya kadang toko online atau e-commerce itu.

Saking genggesnya, aku sering juga tergoda untuk bayar. Seperti beberapa hari lalu, aku beli kupluk bayi. Soalnya model kupluknya juga cantik banget untuk baby Karla. Kupluk yang bakal berguna banget untuk perjalanan jauh naik kereta nanti. Ya biasanya kan,di dalam kereta ACnya dingin banget.

Selain itu, rasanya kupluk bayi model itu bisa jadi props fotografi bayi yang cute.

Aiih, ujung-ujungnya kok balik lagi ke impian untuk jadi newborn photographer. Mungkin memang begitu sih ya, kalau manusia punya impian, pasti akan terus terbawa dan teringat di saat apapun, kapanpun dan dimanapun.

Tetapi semoga, aku bisa lebih kontrol emosi. Lebih sabar. Semoga aku bisa kembali menyadari, bahwa segalanya butuh proses dan tidak ada yang instan.

30 thoughts on “Mimpi Ini Membuatku Gila

  1. Iya ih…gemes banget lihat hasil-hasil foto bayi di instagramnya Mbak Noe. Rasanya pengen terbang dari Lombok ke Jakarta biar bayiku pun ikutan difoto. Hihihi. Btw, Mbak Noe di Jakarta kan ya?

  2. Allah memang Maha Baik, ya, Noe? Memberikan pendamping terbaik yang jadi obat peneduh kala jiwa lelah dan kepala serasa melepuh. 😊

    Semoga semua impian ini bisa terwujud pada waktunya, ya!

  3. Wah, impiannya keren. Aku skrg nyesel loh wkt anak msh bayi g tll byk dokumentasi fotonya yg kece. N kamera jg msh jadul n buram. Rsny it pengen balik lagi kemasa itu. Huhu. Sukses terus buat mba ya. Semoga impiannya tercapai. Salam hangat dariku. 🙂

  4. Ayolah makk semangat lagi *kasih pom-pom.
    Aku juga lagi tertarik sama fotografi, emang sih gak yang sampai beli properti ini itu, cuma iseng aja coba foto-foto flatlay, ikut kontes foto di IG gitu-gitu lah. Hahahaha

  5. Kok sama banget sih Mba Noeeee, aku juga lagi ngerasa overwhelmed. Gara-garanya mau ikut salah satu lomba, terus pengen total. Eh lha kok terus terusaaaan mikirin. Sampe otakku ini kayaknya ngebul *____*
    Mau lah ikut ke Purworejo, aku nanti turun di Kebumen tapi, di kampungku. Hahahaha.

  6. Kren.. ah Smoga mimpinya terwujud. Tapi kan memang udah cakeeep hasilnyaa mba Noee hehe
    Iyaa klo ngejar sesuatu pas dapetin tuh puas banget ya. Cieeee aku jg merasa nyesssss

  7. Aaah mbak tuh keren banget. Udah jago motret landscape, sekarang menekuni foto bayi. Eh apa sih istilahnya? Newborn photography. Sukses yaa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.