Tips Blogging

Menjadi Travel Writer ala Teguh Sudarisman

Mengetahui garis start, kapan Mas Teguh Sudarisman mulai menulis, rasanya tepat jika dalam tulisan ini aku mengambil sebuah kutipan “tak ada kata terlambat” untuk menjadi seorang travel writer. Mengapa? Karena dalam bincang-bincang bersama travel writer di Auditorium Surosowan Rumah Dunia pada Minggu 16 Juni 2014 kemarin, diungkapkan bahwa ia mulai menjadi seorang travel writer pada usianya yang ke-39. “Beruntuglah jika sekarang kalian masih berusia 20-an. Kalian masih punya banyak kesempatan”, tuturnya saat hendak memulai materi tentang bagaimana menjadi travel writer.

DSC_0256

Apa itu Teavel Writer?

Travel writer menurut Mas Teguh, adalah seseorang traveler yang memiliki kemampuan menulis dan bisa fotografi.

Iya, bagaimana bisa disebut travel writer jika tidak melakukan perjalanan? Juga tidak dapat disebut sebagai travel writer, mereka yang tidak pergi traveling dan hanya menulis dengan mengandalkan data di internet.

Selanjutnya dalam bincang-bincang itu Mas Teguh menjelaskan tentang misi seorang travel writer, apa yang harus dilakukan, konsekwensi sebagai seorang teavel writer, dan cara menemukan sudut pandang dalam menulis.

Misi Travel Writer

Misi seorang Travel Writer diantaranya adalah menemukan tempat baru, mengeksplorasi, belajar hal baru, menuliskannya, berbagi informasi, mempromosikan tempat yang sudah dieksplor, menginspirasi, dan yang paling penting adalah menjadi traveler yang baik.

Enaknya jadi Travel Writer

Nah, sekarang, sebelum aku tuliskan bagian yang enak-enaknya dari profesi sebagai seorang travel writer, aku coba untuk ungkapkan bagian tersulitnya terlebih dahulu. Ini masih menurut Mas Teguh, ya. Dan… bagian tersulitnya adalah… MENULIS.

Mendengar penjelasan itu, aku jadi merasa jleb! Langsung mengingat-ingat, berapa banyak perjalanan yang sudah kulakukan namun belum aku tulis. Ehehe…, mungkin itu sebab aku merasa tidak pernah pantas disebut sebagai travel blogger. Apalagi travel writer, mengirim tulisan atau artikel ke media saja belum pernah. ๐Ÿ˜€

Tips Menulis

Lalu, bagaimana tips agar bisa melalui bagian tersulit itu? Agar bisa menuliskan artikel dari hasil perjalanan kita? Barikut tips khusus dari Mas Teguh Sudarisman.

Jangan melakukan perjalanan baru sebelum menyelesaikan artikel dari perjalanan sebelumnya.

Mas Teguh sendiri dalam sebulan hanya menyanggupi untuk membuat 5 artikel setiap bulannya.

Yang harus dilakukan seorang travel writer

  • Mencari ide baru untuk ditulis
  • Merencanakan perjalanan & mencari sponsor
  • Traveling dan melakukan liputan
  • Menulis artikel
  • Memyeleksi foto-foto
  • Mengirim artikel dan foto ke media (majalah/koran)
  • Artikel dimuat
  • Mendapat honor

Ahay… sepertinya itu bagian yang enak-enaknya. Ketika artikel dimuat dan mendapat honor. Bagian enak lainnya yang juga merupakan konsekwensi dari seorang ย Travel Writer adalah, akan banyak traveling dan mostly for free! *mupeng berats – konsekwensinya aja enak* ๐Ÿ˜€

Cara Menemukan Sudut Pandang Baru

Untuk menemukan sudut pandang baru, atau juga ide-ide baru dalam menulis, seorang Travel Writer harus memiliki 3 hal penting, yaitu;

  1. Curiousity (rasa ingin tahubyan besar)
  2. Antusisame dalam menggali informasi
  3. Determinasi (kemauan untuk menyelesaikan tulisan)

Itu tadi beberapa pelajaran baru yang aku dapat dari acara bincang-bincang bersama Travel Writer – Teguh Sudarisman. Sebenarnya ada banyak slide presentasinya, hanya saja aku tidak sempat mencatat semuanya. Semoga, nanti bisa bertemu lagi untuk belajar lebih banyak. Belajar tips dan trik untuk dapet sponsor, misalnya. ๐Ÿ˜‰

Dan yang paling penting, semoga setelah ini aku lebih semangat menulis. Pingin juga euy jadi Travel Writer, supaya kegiatan jalan-jalannya menghasilkan, seperti Mas Teguh dan Mas Gol A Gong itu. ๐Ÿ˜‰

4 thoughts on “Menjadi Travel Writer ala Teguh Sudarisman

  1. Mas Teguh. Salah satu travel writer yang saya kagumi! Semagatnya buat liputan dan nulis bener2 inspiratif! Riset dalem, foto jepretannya juga oke! Baru tau kalo Mas Teguh baru mulai nulis di usia segitu. Oke, makin terpacu! Makasih buat artikelnya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.