Sponsored Post

Menikmati Panorama Sawah Saat Traveling

Dari semua tempat yang pernah aku datangi sambil traveling, ada beberapa tempat yang meninggalkan kesan mendalam. Salah satunya dan salah duanya adalah tempat yang menawarkan suasana pedesaan. Sebut saja desa Batubulan di Bali dan dusun Berua di Maros Sulawesi Selatan.

Yang paling kuingat dari keduanya adalah suasana damainya dan hamparan sawahnya.

Sawah di Batubulan, Bali
Sawah di Batubulan, Bali

Bicara soal sawah, aku mengunjungi kedua desa tersebut dalam musim yang berbeda. Sehingga suasananya pun berbeda.

Di Bali, aku mendapat panorama sawah seperti permadani hijau yang terhampar. Saat itu musim tanam padi sudah memasuki tahap tanaman padi yang hampir berbuah. Kalau kata orang Jawa sih sebutannya ‘meteng’ alias padinya lagi hamil. Yup, tinggal tunggu ada bulir-bulir padi yang menyembul dari tengah rumpunnya.

Aku bersama Ojrahar sempat menghabiskan waktu berjam-jam di sawah waktu itu. Mampir ke sebuah gubuk kecil dan duduk berdua. Pacaran sama suami di sawah ternyata asik juga. Sambil menikmati lukisan Tuhan berupa tanah yang subur diselimuti hijau tanaman padi, dengan background langit pagi yang keperakan dan siluet gunung agung di kejauhan. Asiknya.

Beda lagi suasananya ketika di dusun Berua. Waktu itu sedang musim jemarau. Sawah-sawah terlihat mengering. Permukaan tanah retak-retak dengan sisa batang padi yang sudah dipanen.

Panorama sawah kering di Dusun Berua, Maros
Panorama sawah kering di Dusun Berua, Maros

Persawahan di dusun Berua adalah tipe sawah tadah hujan. Jadi tak akan ada padi ditanam sebelum musim hujan turun.

Walau sedang musim kemarau, aku tetap bisa menikmati keindahannya. Sawah kering, rumah panggung milik penduduk, dan jajaran gunung karst serta langit biru. Indah pokoknya.

Menikmati panorama persawahan memang menjadi keasyikan sendiri ketika traveling. Kegiatan mengasyikan itu tidak hanya bisa dilakukan di destinasi yang kita tuju ternyata. Saat naik bus jarak jauh, atau kereta api, biasanya aku juga sabgat menikmati pemandangan yang ada di balik jendela. Salah satu pemandangan itu ya sawah.

By the way, sekarang aku lagi penasaran sama yang namanya beras merah, beras hitam dan beras coklat. Dari semua sawah yang pernah kulihat itu, ada ngga ya yang menghasilkan ketiga beras aneh itu.

beras-merah-organik
Sumber: Buka Lapak

Iya lah aneh, beras merah aja masih kuanggap langka. Begitu juga beras merah organik. Eh tapi untungnya sekarang mah jaman digital ya, udah banyak yang jual beras merah organik di e-commerce, salah satunya Buka Lapak.

Dan sekedar informasi aja nih, beberapa waktu lalu pernah nonton satu acara di TV yang membahas tentang manfaat yang terkandung di dalam masing-masing beras organik diatas. Baik beras merah organik, beras coklat organik, maupun beras hitam organik. Simak penjelasannya dibawah ini, ya!

Beras Organik Warna Hitam:

  • Memperlambat penuaan dini (Anti-aging)
  • Mencegah anemia
  • Meningkatkan daya tahan
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Memperbaiki kerusakan sel, terutama sel pada hati
  • Mencegah gangguan kinerja ginjal
  • Anti-oksidant
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Membersihkan koleaterol jahat dalam darah

Beras Organik Warna Coklat:

  • Mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh
  • Rasanya seperti kacang yang lezat untuk disantap
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi
  • Mencegah permasalahan tulang seperti osteoporosis

Beras Organik Warna Merah:

  • Mencegah penyakit di saluran cerna
  • Menyehatkan organ jantung dan pembuluh darah
  • Mengatasi konstipasi/sembelit
  • Menurunkan kolesterol
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Cocok untuk program diet
  • Mencegah penyakit degenerative dan penyakit ganas
  • Tinggi kandungan magnesium
  • Kaya serat dan asam amino
  • Kaya akan vitamin dan mineral

Nah, mengetahui berbagai manfaat dari ketiga jenis beras organik di atas, aku kok jadi pingin traveling lagi ke daerah yang ada sawahnya dan menanam ketiga jenis beras tersebut. Tanaman padinya sama ngga ya dengan beras warna putih? Penasaran nih.

30 thoughts on “Menikmati Panorama Sawah Saat Traveling

  1. Aq termasuk orang yang ga pernah bosan akan panorama sawah, selalu membawaku ke masa kecil yang indah. Berlarian bersama teman kanak2 di tengah pematangnya, menanti burung pipit yang terjebak ke jaring yang kami pasang, atau makan siang di atas dangau/gubuk kecil di tengah sawah. Hm…. What a lovely moment!

    Btw, beras merah, beras hitam, aku masih belum begitu suka, walo sehat. Hehe…

  2. Di desaku banyak persawahan Mba..hehe.. Paling “adem ayem tentrem” itu kalo pas lihat permadani hijau.. Masya Allah..
    Betewe aku pernah nyoba beras hitam. Rasanya seperti nasi putih sih, maksudnya lebih lembut dibanding beras merah. Tapi baunya..mm..masih bau bekatul..hehe.. Tapi justru sehat kan begitu?

    1. Hihi di jogja msh ada desa wisata yg banyak saqah dan butung kayak bangau gitu. Kesana aja sesekali mba, buat ngingetin keinginan masa kecil 😀

  3. Nasi merah aja aku rada gimaanaaa gitu makannya, padahal jauh lebih bagus daripada nasi putih. Ini ada lagi yang warnanya coklat dan hitam 🙂 tambah gimaanaa gitu makannya.

    Tapi kalau lihat manfaatnya, kayanya harus berani dicobaa. Entah bisa ketelen apa ngga 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.