Menginap di Grand Edge Hotel Semarang

Sore di Semarang yang hujan, aku berharap Baby Karla tetap merasa hangat dalam pelukan. Walau sebenarnya, aku bisa saja membaringkannya di tempat tidur, lalu kuselimuti dengan bed cover yang hangat. Tapi hatiku mengatakan, โ€œudah, gendong aja bayinya, coba berdiri di dekat jendela, lihat tuh panorama kota Semarang dari ketinggian, cantik kan? Jangan lupa set timer di kamera, lalu bikin foto candid!โ€ ๐Ÿ˜†

Epic, ya! Setelah check in di hotel, aku malah sibuk foto-foto sendirian. Padahal badanku rasanya remukย setelah seharian jalan-jalan di Semarang sambil gendong anak. Begitulah resiko kalau traveling bersama bayi, badan pegal-pegal. Apalagi aku nggak mau ribet bawa stroller. Tapi dasar Noe, nggak bisa banget untuk nggak bikin konten (foto) sebelum kamar jadi berantakan.

Agak ribet juga sebenarnya, karena waktu itu aku cek in di hotel cuma berduaan sama baby K. Sementara Ojrahar yang biasa jadi tukang fotoku, masih tertahan di rumah temannya di pinggiran kota Semarang. Ya terpaksa aku harus kreatif, menjadikan gelas-gelas di meja minibar sebagai tripod, dan aku sibuk bolak-balik mencet tombol shutter dan berpose penuh pencitraan.

Hasilnya? Fotonya jadi banyak. ๐Ÿ˜† Ada yang berdiri di dekat jendela besar sambil peluk-peluk manja, duduk di sofa pura-pura bercanda, sampai sok akting nidurin bayi di kasur. Parahnya, satu pose aja bisa beberapa kali jepret. Kalau belum pas, ulangi lagi. Kurang cahaya, buka gorden. Kurang ekspresif, ulangi dengan senyum berbeda. Kurang kerjaan lah pokoknya. Itu si bayik kalau bisa ngomong, mungkin dia akan bilang โ€œIbuk, aku lelaaah!โ€ ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† Haha.

Tetapi sekarang mari lupakan kedodolanku yang itu, karena postingan ini sengaja aku buat untuk mereview hotel tempatku menginap selama jalan-jalan hemat di Semarang.

Rate Harga

Aku memesan Grand Edge Hotel Semarang menggunakan layanan paket tiket dan hotel Traveloka. Jadi aku bisa dapat hotel bagus dengan fasilitas lengkap, dan harganya jauh lebih murah dari publish rate.

Total yang aku bayar adalah 2,7 juta untuk 4 tiket pesawat pergi pulang dan 1 kamar hotel untuk 1 malam. Kalau di-break down, kira-kira rinciannya akan jadi seperti ini;

  • Tiket PP untuk 3 orang @ Rp 800 ribuan, total 2.4 juta
  • Harga tiket bayi 10% dari harga tiket dewasa, berarti 80 ribu.
  • Kamar hotel 1 malam 600 ribuan

Angka-angka tersebut kalau dijumlahkan, totalnya bisa mencapai 3 juta lebih. Tetapi dengan harga paket, aku cuma harus bayar 2.7jutaan aja. Yeay!

Pesan paket tiket pesawat dan hotel Traveloka memang menguntungkan. Selain hemat waktu, aku juga bisa hemat biaya karena harganya jadi lebih murah, baik harga tiketnya maupun harga kamar hotelnya.

Seandainya aku pesan tiket dan hotel secara terpisah, hampir bisa dipastikan aku bakal booking hotel budget. Seperti ketika traveling sehabis melahirkan K baby ke Jogja bulan September lalu, kami menginap di hotel kecil dengan kamar sempit tanpa jendela. Ya maklum, harga selalu menjadi pertimbangan pertama buatku. Jadi kalau bisa dapat hotel bagus dengan harga super murah seperti Grand Edge Hotel Semarang, kan cucok meong banget.

Lokasi

Grand Edge Hotel memang nggak berlokasi di pusat kota Semarang persis, tetapi menurutku nggaj terlalu jauh juga. Saat menuju hotel dari pusat kota, tepatnya dari Kafe Lot 28, aku naik taksi online dan cuma bayar Rp20.000. Masih terbilang dekat lah dengan pusat kota Semarang.

Untuk urusan makan dan jajan juga masih aman kalau maunya yang dekat-dekat. Ada Indomaret di sebelah hotel. Untuk dinner, kalau nggak mau makan di restoran hotel, dan malas pergi jauh keluar hotel, bisa makan di resto atau cafรฉ terdekat. Kebanyakan masakan Asia seperti Korean Food dan Chinese Food gitu. Butik dan souvenir shop juga ada kalau mau belanja. Semuanya ada di gedung yang sama dengan Grand Edge Hotel, bersebelahan dengan area lobi.

Oya, aku sempat mengira gedung itu adalah mall, bukan hotel. Saat taksi yang aku tumpangi mengantarku ke sana, aku tanya ke driver โ€œPak, bener ini hotelnya? Kok lebih mirip mall?โ€

Jadi ya, menurutku, Grand Edge Hotel Semarang ini akan sangat cocok untuk tempat menginap untuk bisnis purpose. Cocok juga untuk family staycation mengingat fasilitasnya yang lengkap.

Kamar

Aku menempati kamar Deluxe, tipe kamar paling murah dengan luas 24 m2. Tempat tidurnya double bed ukuran king, jadi nggak terlalu sempit untuk tidur berempat (2 dewasa & 2 balita).

Bed covernya lembut, bersih dan tanpa noda. Nyaman buat tidur baby Karla dana bang Ranu.

Aku suka pilihan warna violet yang digunakan untuk mempercantik suasana kamar. Tampak elegan. Dipadu dengan warna kayu yang hangat, dan sentuhan etnik berupa hiasan dinding dari kain batik.

Fasilitas lain di dalam kamar, kurang lebih sama dengan hotel pada umumnya. Ada TV layar datar dengan channel TV kabel; kursi dan meja tulis; teko pemanas air lengkap dengan kopi, teh dan gulanya; 2 botol air minum ukuran 600ml; kulkas kecil; lemari pakaian dengan beberapa gantungan baju dan mini brankas; juga slipper. Nggak ketinggalan side table di sisi kanan dan kiri tempat tidur. Juga ada meja bundar dan sofa untuk duduk santai di dekat jendela besar.

Kamar Mandi

Kamar mandinya luas dengan standing shower dan toilet duduk. Air mengalir lancar. Hanya saja airnya tidak bisa langsung hangat saat akan mandi. Aku harus menunggu beberapa menit setelah keran shower dibuka, baru airnya jadi hangat. Yaโ€ฆ, bukan masalah besar sih.

Perlengkapan mandi tersedia. Handuknya bersih dan tanpa noda. Jadi nggak usah susah-sisah bawa handuk dan sabun dari rumah, supaya ngga berat barang bawaan.

Dining Room & Makanan

Aku surprised banget ketika memasuki dining room untuk sarapan. Setting ruangannya terlalu kekinian. Bayangkan, ada meja dengan bean bag sebagai tempat duduk di dining room. Meja-meja dengan bean bag tersebut ditempatkan di posisi strategis sehingga tamu-tamunya bisa sarapan sambil menikmati panorama alam dari ketinggian.

Dengan bean bag itu, aku bisa makan dengan jenak. Soalnya bean bag kan bisa jadi tempat tidur yang nyaman untuk baby K. Aku jadi ingat ketika sarapan di hotel saat traveling ke Surabya akhir tahun 2015. Momen sarapan kami ternodai dengan perang dingin.

Ceritanya, kami harus gantian gendong bayi kalau sarapan. Jadi Ojrahar sarapan duluan, sementara aku gendong abang Ranu yang masih bayi. Gantian, nanti kalau dia sudah selesai, baru aku yang makan. Eh, dia sarapannya kok dihayati banget, jadinya lama. Aku sebagai ibu menyusui yang kelaparan, ngambek lah. Kisah itu sempat aku tulis dengan jujur dan aku sukses menuai bullian dari para travel blogger. Silakan baca โ€œceritanya di link iniโ€ kalau mau tau cerita dan komen-komen pedasnya. Haha. ๐Ÿ˜† Sekarang ayo kembali ke review makanan Grand Edge Hotel Semarang.

Varian makanannya banyak. Ada masakan Indonesia dan western. Yang unik, ada nasi goreng hijau. Warna hijaunya dari bayam. Suka juga dengan jusnya yang fresh. Bubur kacang ijonya juga enak, manisnya pas. Oya, aku juga cobain red velvet cake yang warnanya merah menggoda gitu. Penyuka red velvet mungkin suka. Aku nggak bisa menilai enak atau enggak-nya karena lidahku sukanya rasa coklat dan keju.

Kalau Abang Ranu makan bubur ayam. Tumben-tumbenan dia mau makan sampe banyak, ternyata kuah kaldunya enak. Sedangkan bapaknya Ranu, apa yang dia makan udah nggak aku perhatiin. Aku sibuk makan sendiri. ๐Ÿ˜†

Fasilitas Lain

Alasan utama mengapa aku memilih Grand Edge Hotel Semarang adalah karena kolam renangnya. Saat melihat daftar hotel di Traveloka, aku langsung jatuh cinta gara-gara foto kolam sky poolnya itu, dengan panorama sunset di langit kota Semarang yang sangat mencuri perhatian.

Sky Pool ada di roof top, aksesnya dari dining room yang juga berada di lantai paling atas gedung hotel. Dekat dengan kolam, ada gym yang bisa digunakan gartis untuk tamu hotel.

Oya, bicara soal fasilitas, nggak afdol rasanya kalau nggak nyinggung fasilitas Free Wi-Fi. Koneksinya lumayan kencang dan stabil.

Service

Stafnya ramah-ramah. Mulai dari security, resepsionis yang membantu proses check-in, room boy yang mengantarku ke kamar dan membawakan ransel, sampai para staf di dining room yang helpful selama aku sarapan.

Kesimpulan

Aku mendapat pengalaman menginap yang menyenangkan di Grand Edge Hotel Semarang. Begitu juga Abang Ranu yang betah banget saat main di sky pool ditemani bapaknya. Jadi menurutku, hotel ini juga cocok untuk family staycation. Karena hotelnya ramah anak, fasilitas lumayan lengkap, dan makanannya enak.

Tip;

  • Minta kamar di lantai lebih tinggi untuk dapat pemandangan bagus
  • Kalau cuaca sedang bagus, jangan lupa ke area sky pool untuk melihat sunset
  • Kalau punya anak susah makan, seperti abang Ranu, coba kasih bubur ayam saat sarapan. Rasanya enak banget dengan kuah kaldu yang gurih, anak-anak pasti suka
  • The best buatku nasi goreng sayur hijau, dan bubur kacang ijo

12 thoughts on “Menginap di Grand Edge Hotel Semarang”

  1. Luar biasa hotel ini. Harga menginap yang wajar, tempatnya yang bersih, dan tentunya fasilitas kolam renangnya yang menakjubkan. Yang paling aku suka itu Sky Poolnya, jadi bisa berenang sambil melihat keindahan Kota Semarang dari ketinggian.

  2. Konten foto sendirian juga sekarang aku lakukan, Noe. Suamiku gak mau fotoin aku hiks sedih dan pedih. Kecuali, aku minta fotoin di mana ada pemandangan yang menurut dia bagus dan dengan catatan fotonya bareng anak-anak.

    So, aku belum punya kamera, jadi smartphone yang kusenderin di property yang ada plus pakai timer. Jeprat jepret berapa kali hayok aja, padahal ada suamiku di sebelah, wekekwkwkkk, asli banget kurang kerjaan.

    Hotelnya cakeeep bangeet, apalagi ditambah pengambilan fotonya yang kereeeen, ajarin foto cakep, Noe

  3. Waah itu sky pool nya di roof top asik banget ya, jadi mauu mejenk di sana..
    Btw emang Edge Hotel Semarang ramah anak2 ya, jadi seneng kalo bawa anak2, ah Abang Ranu pastinya seneng..

Leave a Reply