Curcol

Menentukan Prioritas Antara Baby Needs, Traveling & Rumah

Akhir-akhir ini aku sedang merasa seperti seorang ABG labil, yang lagi galau karena berada di antara dua pilihan. Ya, kalo misal ABG labil mah pilihannya antara cowok ganteng yang penuh perhatian, atau cowok ngga ganteng tapi tajir. Sedangkan aku, galau karena baru dapat THR lalu teringat kebutuhan dan semua terlihat penting untuk dijadikan prioritas.

Backpacker

Ngomong-ngomong soal prioritas, kalau menilik ke belakang, selama tiga tahun belakangam ini aku meletakkan kebutuhan traveling di atas yang lainnya. Aku tuh paling ngga nahan kalo ada tiket promo, langsung sikat. Ngga mikir rumah yang atapnya pada bocor, ngga punya tabungan apalagi invesyasi, rela makan nasi plus tempe aja hampir tiap hari (yang ini agak lebay), dll, yang biasanya menjadi prioritas utama di keluarga orang kebanyakan.

Jadi kalau ada yang heran kenapa aku keliatannya jalan-jalan melulu, apalagi menganggap aku ini orang berduit, aduh pliiis, pikir lagi deh. Buatku ini hanya soal prioritas aja kok!

Aku malah saluut buat kalian yang kepingin banget traveling, tapi harus mengubur keinginan itu dalam-dalam, karena lebih mendahulukan kebutuhan lain yang jauuh lebih penting. Lebih memilih kebutuhan pendidikan anak di sekolah yang berkualitas dan asuransi kesehatan, misalnya. Itu sah-sah aja lho, yang penting jangan saling cela, dengan membandingkan dan mengklaim ‘prinsip skala prioritasnya’ siapa yang paling benar. Nanti bisa jadi the next war loh!

Dan percaya ngga sih, sebenernya aku minder kalau sudah ngomongin soal prioritas dalam hal kebutuhan. Iya, masalahnya aku belum bisa menekan hasrat travelingku yang selalu menggebu-gebu. Eh, tetapi seperti yang kubilang di paragraf pertama dalam tulisan ini. Bahwa saat ini aku sedang mulai galau, karena lagi kepingiin banget mbagusin rumah. Ngelengkapin isinya, dengan segala kebutuhan rumah tangga yang semestinya. Butuh ranjang supaya kasurnya ngga dijembreng gitu aja di lantai, butuh lemari supaya pakaian ngga acak-acakan di kardus, butuh rak buku supaya buku-buku lebih terawat, dan lain-lain.

Belum lagi, kalau mikirin ini adik bayi yang sebentar lagi lahir. Setiap kali aku ngerasain gerakannya dalam rahim, aku seperti mendengar dia lagi teriak…

“Mom, buy me all baby needs, please!”

Huhu… Kebutuhan Bayi juga jadi hal yang harus diprioritaskan sekarang ini. Mulai dari popok, baju bayi, bedongan, stroller, botol asi, pompa asi, sampai kulkas baru untuk menyimpan asi perahan nantinya, dan lain-lain, dari A sampe Z! Nah, uang Tunjangan Hari Raya, alias THR yang baru aku dapat kemaren, rencananya memang mau untuk beli perlengkapan bayi itu. Fixed!, ya, keputusan ini ngga bisa diganggu gugat! 😀 *halagh*

Tetapi (lagi…) jauh di dalam hati ini, aku juga masih tetap kepingin traveling loh! Jadi, bisa dibilang saat ini aku menjadikan kebutuhan bayi dan traveling berada pada level yang sama pentingnya. Hanya saja, sekarang aku harus lebih smart, kali ya.

Smart di sini maksudnya adalah… pinter-pinter cari kesempatan traveling gratisan. Haha 😀 *BRB cari info lomba blog yang hadiahnya traveling gratis*

Dan untuk keinginan melengkapi isi rumah, dan atau renovasi rumah, sepertinya harus sedikit lebih sabar. Pelan-pelan saja kali, ya! Karena butuh dana yang ngga sedikit, pastinya!

26 thoughts on “Menentukan Prioritas Antara Baby Needs, Traveling & Rumah

  1. mba, ampe skrpun, stlh punya anak 1, aku ttp prioritas utama itu traveling ;D… Ibarat udara ya, traveling jg udh kebutuhan idup yg ga bisa ga dipenuhin :D.. bisa gila aku kalo ga jalan2 dalam setahun itu.. kalo aku dr awal udh bikin perjanjian ama suami, uang gajiku cm utk jalan2 ;p.. uang gaji dia baru utk keperluan RT dan tabungan … makanya ampe skr jalan2 ttp prioritas utama… inikan demi suamiku ga stress ama kerjaan juga 😀

  2. kok baca pengalaman kak noe kayak baca diri sendiri kaka hahahah,. aku juga dulu dianggap banyak duit padahal sebenarnya cuma rajin dpt promo aja

  3. Yang bikin heran di dumay ya itu, apa2 di war-in, kayak yg selo banget aja. Beda pendapat biasa aja to? Sekalian aja ikut lomba blog yg berhadiah kebutuhan bayi. Jadi inget Oline bahkan melahirkan gratis kan krn menang lomba blog? Jadi tetap bisa nabung buat traveling 😀

    1. Iyaa, pegel sndiri liat yg war. :v

      Eh ada ya lomba blog hadiahr melahirkan gratis? Waah.. Menariik

  4. Hahaha..perkara perbedaan skala prioritas bisa jadi the next war..*eh

    Kalau dirimu kagum dg orang yg bisa memendam hasrat travellingnya (which is itu orang2 spt aku), aku justru takjub dg dirimu. I wish bisa sesantai dirimuu bisa mendahulukan traveling. Hiks

    Duluuu impianku keliling Indonesia hingga keluar masuk hutan kalau perlu. Sampai sekarang, itu masih jadi mimpiii. Eh kog malah curhat 🙂

  5. prioritas tiap orang emang beda2 ya Noe, yg di depan mata aja dulu, he..he.., puasa traveling jarak jauh dulu
    traveling dekat rumah kan masih bisa
    ayo…, eksplor Banten lagi dan bagi2 ceritanya di sini

  6. Bang..bing..bung yok…kita nabung.. kasian tu si dedek butuh biaya besar. Toh traveling masih bisa menunggu sampe si adek 4-5 bln lah bisa nyambi nabung part2 untuk jln2 ke India… and there will always be blog contests that u can join bumil tuh rezekinya oke banget kok 🙂

  7. Pilihan hidup, yang paling pentimg adalah mengikuti hati nurani ya Mbak Noe. Apa yang penting bagi kita berbeda dengan orang lain. Kalau aku sekalipun hasrat jalan-jalan sangat menggebu tak bisa meletakannya di prioritas utama. Banyak penyebabnya. Selain tak mandiri secara finansial, bisa dicerai oleh suami. Hahaha kasihan ya aku…,

    1. Hihi… Bener kok Bunda, persetujuan suami itu pentiiing. Lha aku jga ya selalu berusaha mendpt ijin suami kok klo pingin jln, terutama kalo sendiri. Yaa drpd bubar jalan, kan?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.