Lampung, Traveling

Menelusuri Situs Purbakala Pugung Raharjo

Melihat sisa-sisa kehidupan dari masa peradaban megalitikum ternyata mengasyikan. Salah satu yang pernah aku kunjungi yaitu Situs Purbakala Pugung Raharjo yang ada di Provinsi Lampung. Meski perjalanan menuju kePugung Raharjo ini penuh dengan perjuangan, namun apa yang bisa aku lihat disana mampu membayar lunas segala lelah. Salah satunya yaitu Piramida! What! Pyramid?

Pugung Raharjo

Piramida yang kumaksud sebenarnya adalah punden berundak 3 tingkat yang biasa digunakan oleh peradaban manusia pada zaman pra Hindu-Budha, untuk upacara persembahan kepada leluhur. Bentuknya yang memang mirip dengan piramida ini membuatnya sering disebut sebagai piramidanya Lampung. Nah, ada apa lagi selain punden berundak di Pugung Raharjo? Yuk kita mulai penelusurannya.

Pugung Raharjo

Saat memasuki kawasan situs purbakala Pugung Raharjo, aku disambut sebuah pintu gerbang yang terbuat dari batu, yang di salah satu sisinya terdapat prasasti yang memuat informasi bahwa Situs Purbakala Pugung Raharjo pernah dipugar pada tahun 1977-1984. Dekat dengan gerbang batu, ada sebuah papan penunjuk arah sebagai panduan awal bagi pengunjung.

Pugung Raharjo

Aku mulai berjalan melewati gerbang batu dan berbelok ke kiri, melewati Benteng tanah. Seperti sebuah benteng pertahanan suatu wilayah, benteng yang terbuat dari gundukan tanah namun ini memanjang dan mengelilingi kawasan situs. Tinggi benteng sekitar 2.5-3 m, dan terdapat parit yang cukup dalam di bagian luar benteng. Pengunjung dilarang berjalan di atas benteng demi menjaga kelestariannya.

Pugung Raharjo

Aku terus berjalan ke arah kiri melalui track yang telah disediakan. Di sisi kanan dan kiri track pejalan kaki banyak dimanfaatkan untuk bertani oleh warga dan petugas jaga kawasan situs purbakala. Kebanyakan yang ada di luar kawasan wisata adalah kebun jagung dan singkong, sedangkan lahan kosong di dalam kawasan situs purbakala ditanami pohon jati.

Pugung Raharjo

Karena tidak kunjung menemukan ujung dari jalan setapak berpaving block yang aku lewati setelah berjalan kaki lebih dari 200 meter, aku memutuskan untuk memotong jalan mendekati sebuh situs yang terlihar dari jalan yang aku lalui. Aku berbelok ke kanan memasuki kebun jati, berjalan di atas tanah yang tertutup daun jati kering yang berguguran.

Pugung Raharjo

Batu Mayat (Batu Kandang) adalah situs pertama yang kulihat. Situs Batu Mayat ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan. Ditemukan pada tahun 1957, dan dipugar pada tahun 1978. Di bagian tengah situs batu kandang terdapat batu menhir (batu tegak) setinggi 205 cm, dengan diameter 40 cm. Pugung Raharjo

Dari situs batu kandang, aku mencari petunjuk arah untuk menemukan Punden Berundak. Ternyata, punden berundak yang paling besar yang ada di Situs Purbakala Pugung Raharjo letaknya tidak terlalu jauh dari batu mayat. Dari kejauhan, punden berundak ini memang terlihat seperti piramida. Panoramanya menyejukkan mata karena hijaunya rerumputan yang menyelimuti permukaan tanah, serta pepohonan kelapa yang menjulang menjunjung langit.

Punden Berundak Pugung Raharjo

Punden berundak atau treras berundak adalah salah satu ciri asli kebudayaan nusantara karena banyak ditemukan di situs-situs kepurbakalaan nusantara. Aku pernah juga membaca sebuah blogpost tentang adanya punden berundak di Banten. Suatu hari aku harus ke sana juga!

Pugung Raharjo

Dari punden berundak, aku mengikuti petunjuk arah lainnya menuju Kolam Bertuah. Kolam bertuah ini adalah Kolam Megalitik yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum dan mandi. Kolam ini ditemukan pada tahun 1957 dan dipugar pada 1980.

Pugung Raharjo

Di dalam kolam ditemukan juga batu berlubang dan batu bergores. Dari beberapa sumber yang sempat aku baca, terdapat 19 batu berlubang di dalam kolam ini. Diperkirakan fungsi batu berlubang ini adalah untuk menumbuk makanan atau sesuatu yang perlu dihaluskan. Hmm…, pantas saja di papan informasi tertulis bahwa kolam megalitik juga berfungsi sebagai tempat meramu.

Pugung Raharjo

Aku berniat untuk pulang setelah melihat kolam megalitik, tetapi ketika aku sudah sampai di gerbang batu dimana awal pejelajahanku di situs purbakala Pugung Raharjo, aku bertemu dengan tukang ojek yang sudah kubooking untuk mengantarkanku ke jalan raya. Ia mengajakku untuk melihat beberapa punden berundak lainnya yang ada di dalam situs purbakala Pugung Raharjo.

Pugung Raharjo

Entah ada berapa tepatnya jumlah punden berundak yang ada di sana. Tettapi dari beberapa papan penunjuk arah, aku tidak melihat adanya nomor punden yang lebih besar dari angka 7. Jadi mungkin cuma ada 7 punden berundak di Situs Purbakala Pugung Raharjo. Jumlah undakannya bervariasi, ada yang hanya berundak 1, 2, dan yang paling tinggi 3 undakan.

Pugung Raharjo

Punden-punden terakhir yang aku lihat berada di sebelah kanan dari gerbang batu. Di kanan dan kiri track pejalan kaki, banyak pohon waru yang membuat suasana berbeda dengan track yang mengarah ke Batu Kandang. Jika tadi aku mendapat memandangan kebun jagung dan guguran daun jati, kali ini aku melihat bunga-bunga waru yang berguguran.

How To Get There?

Situs Purbakala Pugung Raharjo terletak di Provinsi Lampung. Tepatnya di desa Pugung Raharjo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Lokasinya sekitar 52 kilometer ke arah timur dari kota Bandar Lampung.Saat menuju kesana aku menggunakan transportasi umum, dari Kalianda, dengan rute sebagai berikut;

    Bus dari Kalianda, turun di Panjang. Ongkos Rp20.000,-
    Bus kota dari Panjang, turun di Perempatan PJR. Ongkos Rp3.500.-
    Angkot dari PJR ke pasar Pugung Raharjo. Ongkos Rp25.000,-
    Ojeg dari pasar Pugung Raharjo ke Situs Purbakala Pugung Raharjo. Ongkos Rp15.000,-

Note: Ongkos-ongkos yang aku leuarkan tersebut adalah ongkos dengan dampak tuslah, karena aku jalan-jalan ke sana ketika liburan lebaran 2014. Kondisinya sekarang, aku kurang tau setelah kenaikan BBM.

Pugung Raharjo

Tips Backpacking ke Pugung Raharjo

  • Jika berniat menggunakan transportasi umum, sebaiknya berangkat di pagi hari. Jangan pulang kesorean karena tidak ada angkutan umum dari Pugung Raharjo jika lebih dari jam 5 sore.
  • Jika hendak membawa kendaraan pribadi, khususnya mobil, pastikan mobilmu dalam kondisi fit dan bisa diajak off road karena kondisi jalan yang tidak seluruhnya mulus.
  • Bawa air minum yang banyak, juga camilan. Tidak ada pedagang di kawasan Situs Purbakala Pugung Raharjo.
  • Selain sunglasses dan sunblock, mungkin kamu perlu bawa anti nyamuk. 😉

By The Way… Thanks @ojrahar,  kalo bukan karena dia yang maksa banget buat manfaatin waktu mudik buat jalan ke Pugung Raharjo,  mungkin aku ngga akan bisa sampai ke tempat kece ini. Haha… Malu jadinya, lahir dan besar di Lampung tapi aku ngga tau apa-apa waktu ditanya suami bagaimana cara dan rute ke Pugung Raharjo. Eh tapi sekarang udah tau dong! 😀

2 thoughts on “Menelusuri Situs Purbakala Pugung Raharjo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.