Kuliner

Mencicipi Kuliner Unik Saat Traveling

_20160824_104420

Mungkin ada prasangka buruk yang muncul saat melihat orang lain traveling ke luar negeri. Aku pun pernah dituduh demikian. Salah satu pembaca blog-ku berkomentar di tulisan saat aku mengulas wisata negara tetangga. Ah, dia tidak tau rupanya! Bagaimana ada cinta yang terlahir untuk Indonesia setiap saat aku menempuh perjalanan ke luar negeri.

Hal paling sederhana, aku bisa tiba-tiba rindu makan siomay dari abang-abang yang jualan keliling, terutama ketika merasa tidak cocok dengan makanan di negara asing. Atau betapa aku rindu makan di pinggir jalan di mana pun aku berada di Indonesia, ketika merasakan betapa susahnya mencari makanan halal di Vietnam.

Yup! Ada banyak hal yang membuat kita semakin cinta dan rindu untuk pulang ke tanah air ketika melakukan perjalanan ke negara orang. Salah satunya ya itu tadi, betapa urusan perut menjadi krusial dan mampu memperkuat jiwa nasionalisme.

Ngomong-ngomong soal kuliner Indonesia, aku pernah nih ngerasain makanan yang awalnya merasa aneh, tetapi ternyata enak. Makanan-makanan itu tentu kutemui ketika traveling. Mau tau apa aja? Yuk simak!

Gurita Balado & Sate Ikan

Berawal dari keputusan untuk main-main ke pantai di Malang sebelum ke Bromo. Rifqy, arek Malang yang juga doyan traveling mengajakku hunting sunset ke Pantai Kondang Merak. Setelah matahari tenggelam, perut kami pun lapar. Dinner time!

sate ikan panggang sate

Rifqy mengajakku makan di sebuah warung. Dia bilang, masakan seafood di sana enak. Aku diberi beberapa pilihan menu. Di antara semua nama yang ada di daftar menu, sate ikan dan gurita balado membuatku merasa aneh. Itu enak? Tanyaku dalam hati.

Agak ragu, aku pun memesan keduanya. Aku malah sempat ikut melihat proses memanggang satenya. Saat terhidang ternyata semuanya enak! Sate ikannya tidak terasa amis. Disajikan dengan sambal kecap. Gurih ikan berpadu dengan pedas manis saat dikunyah. Sedangkan balado gurita-nya, hm…agak kenyal tetapi lumayan empuk dikunyah. Tekstur daging gurita mirip dengan cumi. Kalau ke Malang, cobain ya!

Coto dan Sop Konro Kuda

Perjalanan ke Tanjung Bira dari Makassar harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Supaya tidak bosan, aku dan teman-teman memutuskan untuk mampir ke beberapa tempat makan dan jajan. Salah satu yang berkesan adalah makan coto kuda di Janeponto.

Coto Kuda

konro kuda

Coto dan Sop Konro Kuda adalah kuliner khas Kabupaten Janeponto, Sulawesi Selatan. Biasanya, kuda yang digunakan adalah yang masih muda. Tujuannya agar mendapat daging yang tidak terlalu keras atau alot.

Banyak yang bilang, makan coto atau sop konro kuda berkhasiat untuk kejantanan pria. Aku sih ngga bisa buktiin sebab waktu itu backpackeran bareng suami dan banyak teman. Haha. Gagal deh bulan madu.

Well, seenggaknya aku bisa ngerasain coto kuda dengan kuah panas ngebul, dengan ketupat dan telur asin. Kalau rasa kuahnya ngga jauh beda kok sama coto yang ada di Makassar. Kuah santan dengan bumbu rempah dan isian daging yang empuk saat dikunyah. Kalau suamiku sih nyobain sop konro kuda-nya. Aku sempat mencicipi. Kuahnya segar dan masih panas. Campuran lada dalam bumbunya membuat keringat mengucur saat menyantap sop konro kuda itu. Mantap!

Srombotan & Sate Lilit

Waktu ke Bali, temanku yang tinggal di batubulan mengajakku makan malam di pasar senggol yang ada di batubulan. Pasar senggol cuma ada kalau malam. Siang hari, lokasi pasar senggol sebenarnya adalah terminal.

Makan apa enaknya? Tanyaku penasaran. Temanku lalu membawaku ke sebuah warung tenda. Menu utamanya di sana adalah sate lilit. Apa pula itu?

Sate lilit kuliner khas Bali
Sate lilit dengan ketupat & srombotan

Ternyata, sate lilit adalah sate yang terbuat dari daging ikan. Daging ikannya dihaluskan, dicampur kepala parut sangrai dan diberi bumbu, kemudian dililitkan pada tusuk sate kemudian dibakar. Rasanya? Gurih-gurih nyoi! Hehe. Yang jelas amis ikannya sudah hilang. Berganti gurih karena ada kelapa dan bumbu rempah.

Bersebelahan dengan warung penjual sate, ada pedagang srombotan. Temanku memesan satu porsi untukku. Namanya aneh, srombotan. Makanan apa pula itu? Aku terus bertanya-tanya sendiri. Tetapi tak sempat terucap. Aku hanya bisa mengamati pedagang yang menyajikan pesanan kami.

Srombotan kuliner khas Bali

Setelah tersaji, baru lah aku bisa mengenali bahwa srombotan adalah semacam urap sayuran. Sebut saja itu urap khas Bali ya. Ada bermacam sayuran dicampur jadi satu. Di siram dengan dua macam bumbu, yaitu bumbu kelapa dan bumbu koples. Ada taburan kacang kedelai gorengnya juga lho! Rasa sayurannya segar, dengan bumbu dan sambal yang pedas dan gurih. Lidah bergoyang deh!

Selain srombotan dan sate lilit, aku juga sempat mencicipi ayam betutu. Ayam betutu adalah masakan khas Bali juga. Awalnya aku sempat salah sangka. Kukira masakan khas Bali adalah ayam taliwang. Setelah dijelaskan oleh teman saat menginap di rumahnya di Bali, baru deh aku faham. Ternyata ayam taliwang itu dari Lombok.

Aduuh, jadi pingin ke Lombok dan makan ayam taliwang langsung di daerah asalnya. Pasti yummy!

26 thoughts on “Mencicipi Kuliner Unik Saat Traveling

  1. Wah..ada cotto kuda khas Janeponto. Aku suka banget Noe, hihi. Jadi ada tetanggaku asli Janeponto, sering masakin ini. Btw Itu srombotan ada parenya? *mendadak pait*

  2. Saya juga suka mencicipi makanan khas satu daerah kalau berkunjung ke suatu tempat.
    Masa berkunjung ke Penang, -misalnya- saya kudu nyari nasi Padang?

  3. Balado guritanya bikin penasaran.
    Liat wujud gurita aja saya blm pernah.
    Makanan Indonesia memang kaya ragam.
    Btw,mba pernah menulis ttg traveling ke Vietnam?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.