Jawa Barat

Memorable Bandung: NuArt Sculpture Park & Go-Blog Cafe

Nuart Sculpture Park

Jalan-jalan a la turis yang semuanya sudah diatur dan tinggal ngikutin jadual bukanlah hal biasa buatku. Iya, biasanya kan aku ngatur sendiri. Soal destinasi, tergantung pada promo tiket murah aja. Tiket kemana yang lagi promo gila-gilaan, ke sana lah tujuanku traveling. Selebihnya, aku tinggal buat itinerary sendiri, cari penginapan sendiri, dan soal makan pun seketemuanya aja.

Well, perjalananku ke Bandung bareng @GoVakansi adalah pengalaman pertamaku traveling menggunakan jasa travel agent. Dan rasanya sulit dipercaya bahwa I’m thankful for joining the trip. Kalau aku ke Bandung sendiri tanpa travel agent, mungkin liburanku bakal gitu-gitu aja. Ngga jauh-jauh dari jalan kaki sampe gempor demi nyambangin tempat-tempat menarik di sekeliling kota.

Ya, tapi kita juga harus sadar bahwa hidup ini pilihan. Traveling juga pilihan. Bagaimana cara kita menikmati traveling juga pilihan. Dan semua pilihan ngga ada yang salah kok. Selama kita tau betul dan mau menjalani setiap konsekwensinya. Uhuy!

Jadi, apa yang menyenangkan dari trip ke Bandung kemarin?

Nuart Sculpture Park

Ini tempat paling keren yang pernah aku datangin setelah 2 kali traveling ke Bandung! *yaelah baru 2 kali* Haha. Aku berani bilang Nuart Sculpture Park ini keren karena belum banyak teman yang aku kenal yang tau tempat ini. Secara, Bandung identik dengan kulineran, shopping, atau Jalan Braga, atau Tebing Keraton. Dari semua teman yang pernah ke Bandung, rasanya belum ada yang cerita soal Nuart Sculpture Park.

Nuart Sculpture Park 5

Rasa lelah setelah 7 jam macet-macetan dari Jakarta menuju Bandung akhirnya terbayar lunas begitu sampai di Nuart Sculpture Park. Kalau mau lebay, malah aku pingin bilang kalau kami seperti berada di daerah Ubud – Bali, saat memasuki area Nuart. Mengapa?

Sesuai dengan namanya, Nuart Sculpture Park adalah sebuah taman yang yang menjadi galeri untuk memamerkan hasil karya seni dari Nyoman Nuarta. Jadi konsepnya memang menggabungkan unsur seni, budaya dan alam, sehingga tercipta suasana taman yang sejuk, udara segar, sekaligus mengagumkan dengan adanya berbagai karya seni dengan sentuhan budaya yang kuat.

Pohon-pohon menjulang tinggi. Beberapa terlihat berusia tua jika dilihat dari bentuk dan ukuran pokok batang pohonnya. Patung beraneka bentuk tersebar di setiap sudut taman. mayoritas berbentuk mahluk hidup seperti manusia dan hewan. Ada bundaran air mancur dengan suara gemericik menenangkan. Perpaduan seni dan alam ini bikin betah saat explore sambil ternganga-nganga saking wah-nya.

Kalau ke Nuart Sculpture Park, jangan lupa juga untuk msuk ke Nuart Building. Gedungnya terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 digunakan untuk memamerkan hasil karya Nyoman Nuarta secara khusus. Sedangkan di lantai 2 bisa disewakan kepada seniman lain yang ingin memaerkan karya-karyanya.

Lapar? Ada NCafe dengan menu-menu khas Bali, seperti Bebek Bumbu Bali atau Nasi Campur. Menu lainnya masih banyak lagi. Yang sepet aku cobain cuma dessertnya, yaitu pisang kinca gula merah, dan nachos dengan saos mayo. Kita bisa pilih mau makan di dalam ruangan atau outdoor dengan suasana alam.

Satu lagi, kalau mau lebih dari sekedar jalan dan liat-liat, sebaiknya reservasi dulu sebelum datang. Khusus untuk rombongan, bisa minta dibuatkan activity seru, seperti praktek membuat patung dari tanah liat. Kemarin @GoVakansi juga gitu. Jadi, semua peserta trip dikasih satu bola tanah liat, dan diberi tugas bikin patung paus.

Aku sempet tanya-tanya sama staff di sana. Bayar berapa kalau minta dibuatkan aktifitas bikin-bikin patung pakai tanah liat? Ngga mahal ternyata. Cuma bayar Rp50.000,- per orang untuk biaya nyiapin tanah liatnya.

Selain itu, rombongan kita juga bakal diajak masuk ke studio untuk nonton film pendek tentang profil & proyek-proyek seni besar yang dipercayakan kepada Nyoman Nuarta. Salah satu karya besarnya adalah garuda Wisnu Kencana di Bali.

Kalau beruntung, kalau Pak Nyoman-nya lagi ada di tempat, beliau dengan senang hati loh menemui rombongan untuk obral-obrol. Serap deh petuah-petuah bijaknya. Jangan lupa ajak foto bareng. Eh tapi, motret Pak Nyoman kudu sedikit tricky. Sebab beliau ngga mau keliatan gendut. *ups 😉

Nyoman Nuarta

Dinner di Go-Blog Cafe

Eum, nama kafe-nya rada-rada yah kalau diucapkan. Haha. Tapi kalau mengeja hurufnya sih kita langsung tau dan menebak, mungkin ini kafe ramah blogger. Kafe di mana di dalamnya banyak fasilitas yang disediakan gratis untuk pengunjung yang kepingin ngeblog. Misal free wifi, atau komputer-komputer yang tersedia di setiap sudut ruang kafe untuk online.

Ya, itu sih cuma bayangan aku waktu baca di rundown acara bahwa agenda makan malam adalah di Go-Blog Cafe. Tetwpi setelah sampai di lokasi, ternyata semua di luar ekspektasi. Ngga ada komputer yang kubayangkan berjajar manis di satu sudut khusus untuk pengunjung yang ingin ngeblog tapi ngga bawa laptop sendiri. Hehe

go-blog cafe

Yang kudapati adalah suasana cafe dengan dinding instagramable. Ada painting art dengan panorama paris yang iconic! Meja dan kursi yang sederhana tapi manis. Sebagian terbuat dari kayu, sebagian lain berbahan rotan.

Menu makan malam yang disuguhkan kepada kami ada 2 macam. Ada rice bowl dengan telur bakar, dan satu lagi rice bowl dengan ikan cakalang dan sambal dabu-dabu. Berhubung aku kurang suka makanan pedas, jadi aku memilih telur.

Kalau dari penampakannya, telur bakar terlihat seperti telur dadar. Teksturnya lebih kering dibanding telur dadar saat dikunyah.

Saking laparnya, aku langsung melahap habis seporsi rice bowl dengan hanya berlauk telur. Setelah habis dan kami harus menuju hotel untuk istirahat, barulah aku sadar kalau menu makanku tadi ngga ada sayurannya. Lupa pesen sayur! Well, ini salah satu alasan mengapa saat sarapan di hotel aku kalap ambil banyak sayur. Haha.

Btw, kalau ada yang penasaran tentang asal-usul penamaan Go-Blog Cafe, nih aku ceritain.

Alkisah dari pemilik cafe yang seorang ibu-ibu. Namanya aku lupa. 😀 Beliau sekeluarga adalah warga negara Indonesia yang juga merupakan permanent residence di Singapura. Di sana, si ibu mengisi hari-harinya dengan menjadi beauty blogger. Sampai suatu hari si ibu dan keluarganya memutuskan kembali ke tanah air karena anak lelakinya tak mau masuk wajib militer di Singapura.

Setelah kembali, si Ibu lalu mendirikan usaha cafe di Bandung. Dengan background seorang blogger yang sudah merasakan berbagai manfaat dsri kegiatan blogging, maka dipilihlah nama Go-Blog Cafe. Dengan harapan, semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk ngeblog. Yeaay! Menarik sekali.

go-blog cafe foto bersama

Nah, sampe disini dulu cerita di hari pertama ngetrip ke Bandung bareng @GoVakansi dan @FoodyID. Setelah makan, kami langsung check-in di ZenRooms Teuku Angkasa – Dipatiukur untuk istirahat.

Cerita dan review menginap di ZenRooms Teuku Angkasa sudah aku publish beberapa hari lalu. Silakan kalau mau dibaca juga. Besok aku lanjut cerita hari kedua di Bandung yang masih seru dengan agenda mengunjungi Museum Barly & makan siang di Suteki Sushi. See ya!

15 thoughts on “Memorable Bandung: NuArt Sculpture Park & Go-Blog Cafe

  1. kerajinan kayunya keren terus sama kerajinan tanah liatnya juga wow pokonya buat bandung o iya aku mau recomendasiin nih ka buat kaka yang lagi bingung buat penginapan hostel yang tempatnya nyaman ,strategis murah dan berkualitas di bandung ke zbackpacker aja ka nih kunjungin aja websitenya langsung tunggu apalagi di http://zbackpacker.com lagi promo loh ka

  2. wih estetic banget ya ka itu kerajinan dari kulit kayu ya ,terus tanah liatnya juga keren banget ya ka recommend banget nih buat pecinta kesenian ,o iya aku mau recomendasiin nih ka buat kaka yang lagi bingung buat penginapan hostel yang tempatnya nyaman ,strategis murah dan berkualitas di bandung ke zbackpacker aja ka nih kunjungin aja websitenya langsung tunggu apalagi di http://zbackpacker.com lagi promo loh ka

    1. Menyenangkan bangeet. Eh tp tergantung anaknya sih, takutnya anaknya gk suka seni & lbh suka wahana permainan 😉

  3. Trip kek gini rame2 meskipun terpaut dengan jadual, kadang mengasyikkan mbaaa. Becandaan, begejekan kalo kata orang Jawa pasti bikin ngangenin pengen trip lagi hehe.
    Dan iya, aku pengen banget ke Nu Art lagiiii…semoga next bisa letemu langsing dengan sang maestronya GWK ya…aamiin ^^

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.