Tips and Tutorial

Memilih Baterai Eneloop Untuk Kamera

Traveling tanpa foto katanya hoax, atau ibarat sayur asem tanpa asem. (karena garam sudah terlalu mainstream) 😀 Itu sebabnya kamera menjadi salah satu barang wajib yang dibawa ketika traveling.

Blanja
Foto hasil jepretan kamera saku

Sekitar pertengahan tahun 2014 lalu, aku memutuskan membeli kamera baru. Kamera lamaku, kamera poket yang mungil, sudah mulai error-error. Baterainya mulai soak sehingga sebentar-sebentar harus dicharge. Sebenarnya hati ini agak berat jika harus mempensiunkan kamera sakuku yang sudah lumayan lama jadi sahabat setia. Tapi ya, mau gimana lagi.

Soalnya, kamera poketku itu baterainya lithium. Sudah coba cari ke beberapa toko, jenis baterai yang cocok untuk kamera poketku, tapi nggak dapet juga. Mungkin karena kameranya udah model lama dan ngga produksi baru lagi. Jadi, baterai dan suku cadangnya pun langka. Ya baiklah, mungkin memang sudah saatnya pensiun kamera poketku itu.

Blanja
Terpaksa pensiun

Karena aku tipe orang yang nggak bakal beli barang baru sebelum yang lama rusak, maka ketika membeli yang baru aku juga perlu belajar dari pengalaman. Dan bedasar pengalaman dengan kamera poket yang baterainya susah dicari itu, aku jadi memilih kamera baru yang baterainya bukan baterai lithium. Tetapi yang menggunakan baterai AA (A2). Semua juga tau kalau baterai AA ini gampang didapat. Dimanapun.

Tetapi, ternyata tetap saja kamera baruku ini ngga bisa pakai sembarang baterai. Ceritanya pernah waktu aku ke Lampung, kameraku kehabisan baterai. Dan sialnya, di Lampung lagi trend banget yang namanya pemadaman listrik. Jadilah baterai AA rechargeable itu ngga bisa dicas.

Aku lalu masuk ke sebuah minimarket untuk membeli baterai AA biasa, tetapi yang double power. Sayangnya pas aku coba pakai, kameranya tetap ngga mau nyala. Baru deh aku faham kalau kamera baruku ini cuma mau pakai baterai AA yang eneloop, alias baterai yang bisa dicas ulang (rechargeable battery).

Blanja
Kamera baruku

Jadi, supaya ngga kejadian lagi adegan kehabisan baterai, aku kudu punya baterai cadangan nih. Soalnya kadang aku travelingnya ke pulau-pulau tetpencil yang nggak ada aliran listrik. Maklum, aku kan penggila pantai. Pinginnya cari pulau-pulau yang sepi yang pantainya masih kece.

Pernah liat di minimarket, baterai eneloop lumayan mahal harganya. Jadi, demi menjaga stabilitas keuangan, aku harus nabung dulu buat beli baterai itu. Dan sekarang ceritanya uangnya udah ada. Aku iseng-iseng browsing baterai eneloop di internet. Siapa tau ada yang lebih murah. Dan ternyata memang ada yang harganya lumayan murah dibanding yang pernah aku lihat di minimarket.

Baterainya merk SANYO, di toko online blanja.com. Dan ternyata ada banyak pilihan baterai eneloop disana. Tergantung mau yang kapasitas berapa mAh. Semakin besar kapasitasnya, harganya semakin mahal juga ternyata. Nah, tinggal sesuain budgetnya aja deh.

Blanja
Sanyo Eneloop 2000 mAh

Berdasarkam review yang aku baca di internet, baterai eneloop keluaran Sanyo yang paling tinggi ampere-nya adalah 2700 mAh. Nah, ternyata di pasaran ada baterai eneloop merk Sanyo yang ampere-nya sampai 4000an. Jadi, kudu teliti juga sebelum membeli.

Dan berdasar review yang kubaca itu, baterai eneloop Sanyo yang kinerjanya paling baik justru yang ampere-nya 2000 mAh. Mengapa? Karena baterai Sanyo eneloop  2000 mAh ini, setelah direcharge dan didiamkam dalam waktu lama, kapasitasnya hanya akan berkurang sedikit saja. Dan performa ya tetap handal meski di suhu rendah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.