Melihat Lumba-lumba Langsung di Habitatnya

dolphin

Hiu dan lumba-lumba adalah dua hewan dengan jenis yang berbeda, meskipun sama-sama hidup di laut. Yang satu ikan, dan satu lagi mamalia. Aku pernah melihat keduanya ketika berwisata ke Gelanggang Samudra & Seaworld di Ancol. Ya, mereka mengagumkan. Dan aku bersyukur bisa melihat mereka dari dekat meski hanya dari balik kaca akuarium, dan dari balik pagar pembatas pertunjukan.

Akan tetapi, melihat langsung dua hewan yang dilindungi itu langsung di habitat aslinya ternyata lebih mengagumkan lagi. Senang rasanya bisa bermain dengan hiu di pinggir pantai ketika di Takabonerate setahun yang lalu. Nah, trus bisa main dengan lumba-lumba langsung di alam bebas kapan?

Ok, pertanyaan itu emang ganggu fikiran banget. Menggoda iman seorang ibuk seperti aku yang kudu anteng di rumah ngurus bayi. Tapi gimana, dong? Kan aku pingin jalan-jalan juga!

Nah, dari pada mikirin perang batin yang ngga berkesudahan itu, mending sekarang mengenang beberapa perjalanan ketika menempuh jalur laut, dan aku beruntung banget bisa lihat sekawanan lumba-lumba berlompatan.

lumba-lumba

Pertama kali lihat lumba-lumba di alam bebas itu ketika naik kapal ferry dari Tanjung Bira ke Selayar. Sayangnya ini saat motret ngga bisa zoom lebih dekat. Jadi apa adanya aja ya.

Kedua kali lihat lumba-lumba lagi ketika menjelajah beberapa pulau di di dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate. Sayangnya aku ngga sempat motret waktu itu. Tetapi kalau dipikir-pikir, maksain motret juga hasilnya ngga OK! Kayak yang di atas itu fotonya. Haha. Jadi mending nikmatin aja pakai kedua mata. Oh, betapa menakjubkannya pemandangan itu!

Kalau yang ketiga kali lihat lumba-lumba berlompatan di laut yaitu ketika nyebrang dari Banda Aceh ke Sabang. Again, aku ngga ambil gambar. Hopeless banget deh jadinya sama kamera digital yang kupunya. Phew! Tetep Alhamdulillah sih, masih ada dua mata pixel, dan masih cukup sehat untuk bisa nulis cerita ginian. šŸ™‚

By the way, kemaren aku cerita kalau lagi pingin ke Queensland dan bisa ngasih makan lumba-lumba langsung di alam bebas. Doain tercapai, ya! *maksa*

Selain itu, sebenarnya udah lamaaa banget aku pingin ke Teluk Kiluan di Lampung. Di sana juga habitatnya lumba-lumba. Padahal, hampir 3 x dalam setahun aku mudik ke Lampung. Tapi kok yaaaa ngga kesampaian aja keinginan ke Kiluan. Ngenes deh!

lumba-lumba kiluan

Oya, kira-kira nih, kalau aku buka trip ke Kiluan untuk lihat lumba-lumba langsung di habitatnya, kayak di foto yang kuambil dari instagramnya @kelilinglampung_ itu, ada yang mau ikut ngga ya? Hayo, mana suaranya yang sering bilang pingin jalan-jalan tapi belum kesampaian? Yuk, jalan bareng aku! Ngga butuh waktu lama dan ngga perlu cuti kerja kok, cukup hari Sabtu dan Minggu aja. šŸ™‚

19 thoughts on “Melihat Lumba-lumba Langsung di Habitatnya”

  1. Kalo lagi blogwalking gini, rasanya pengen punya cuti unlimited tapi tetep dapet duit buat jalan. Piye? Hahaha…

    1. Haha… jadi pengusaha sukses dulu kali ya Mit, atau jadi travel reporter/writer/atau apa deh yg kerjanya jalan terus šŸ˜†

  2. aku juga dulu sering lihat lumba2 di alam bebas, di perairan Raja Ampat, mengiringi ferry

    jaman dulu kan lapangan terbangnya di pulau, jadi mau ke kota Sorong harus naik ferry

    ke Kiluan.., ktnya jalannya sekarang udah mulai bagus ya , walau belum seluruhnya

  3. Di pantai Pulau Pisang Lampung Barat kabarnya ada jg habitat lumba2… Sayangnya pas aku ke sana bareng keluarga saat liburan akhir tahun gagal melihat lumba2nya.. Soalnya kita mesti nyebrang dulu pakai perahu motor ke seberang pulau tsb.. Masalahnya perahunya kecil banget cuma muat dua orang..mana ombaknya gede lahi.. Kita2 pada takut semua nyebrang ke Pulau Pisang dan gagal melihat lumba2..

  4. aku juga kayaknya pernah juga melihat lumba2 asli di laut, kalau gak salah waktu ke karimun jawa, tapi aku agak ragu apakah benar itu lumba2 atau bukan..

Leave a Reply to Alris Cancel reply