Kuliner

Mango Sticky Rice, Si Manis Dari Thailand

Hari ini facebook messanger di ponselku kebanjiran foto makanan lezat dari Thailand. Di dalam fotonya tertulis “tam karn wela” yang merupakan nama fans pagenya di facebook.

Adalah Auvilla, seorang travel blogger Thailand yang mengirimkan foto-foto kuliner khas Thailand itu. Dia yang terus mengajakku untuk bertandang ke negaranya. Negeri gajah putih yang punya sejuta pesona.

Iya, aku memang ingin bisa kembali traveling ke sana. Aku ingat pertama kali ke Thailand pada April 2014. Aku bersama Ojrahar dan beberapa teman lain, hanya mampir sebentar untuk makan siang di Phi-Phi Island. Kami terbang dari Kuala Lumpur dengan penerbangan pertama. Berharap bisa one day trip ke beberapa pulau kemudian menuju Bangkok dengan bus pada spre hari.

Ternyata perhitunganku salah saat membuat itinerary. Lokasi terminal bus di Phuket lumayan jauh dsri Phiphi Island. Jadi ya mau tidak mau, setelah makan siang. Kami langsung menuju Phuket agar tak ketinggalan bus terakhir yang jalan jam 5 sore.

Pagi sekitar jam 7 waktu Thailand, kami tiba di Bangkok. Kami punya waktu sampai jam makan siang untukmengunjungi Grand Palace. Jam 3 sore, kami harus sudah terbang ke Cambodia.

Dengan waktu sesingkat itu, kami bahkan tak sempat hunting mango sticky rice yang amat terkenal. Juga tom yam yang walau sudah banyak dijual di Jakarta, tetapi pasti akan lebih asik kalau makan di tempat asalnya.

Beruntung pada Juni 2015, aku mendapat kehormatan untuk menghadiri sebuah event blogger gathering berskala Internal di Bangkok. Saat itu lah aku lebih leluasa untuk mencicipi lebih banyak makanan khas Thailand.

And guess what, makanan pertama yang kucari saat punya free time di Bangkok adalah Mango Sticky Rice.

Aku menemukan mango sticky rice pertamaku di Platinum Fashion Mall. Harganya lumayan mahal menurutku. 100 THB atau sekitar 45.000IDR untuk satu porsi. Di Jakarta ada yang jual dengan harga 35.000IDR. Hehe.

Kalau dilihat dari sisi presentasinya, mango sticky rice yang kubeli memang kalah cantik jika dibandingkan foto yang dikirim Auvila. Apalagi waktu itu aku belum pinter-pinter amat motretnya. Tetapi soal rasa, aku yakin sama enaknya lah.

Ketannya pulen dan gurih. Coconut milk atau kuah santannya juga punya rasa gurih dan sedikit manis. Ditambah taburan wijen sangrai yang terasa kres-kres gurih saat dikunyah.

Menuliskan kenangan saat makan mango sticky rice ini membuatku berkali-kali menelan ludah. Masih terbayang enaknya dessert khas Thai yang manis gurih itu. Celakanya, aku sering merasa seperti ini. Pernah satu hari aku sampai nekat membuat sendiri di rumah. Walaupun hasilnya tak seenak aslinya. Haha.

Oya, aku sempat menceritakan perihal percobaanku memasak mango sticky rice itu kepada Auvila. Dan dia tertawa saat tau aku gagal. Apa lagi saat kutunjukkan foto hasil masakanku yang lebih cocok disebut ketan susu keju mangga. Dia lalu berjanji akan menemaniku keliling Bangkok kalau satu saat nanti aku jalan-jalan ke sana.

Dia bilang, ada satu resto yang recommended jika ingin mencicipi sweet dessert khas negara Gajah Putih itu. Nama restonya adalah Mango Tango. Lokasinya ada di Bangkok Siam Square.

Ada menu mango sticky rice super komplit di sana. Mango sticky rice yang disajikan tidak hanya dilengkapi mangga segar, tetapi juga dengan pudding mangga dan es krim mangga. Serba mangga pokoknya. Err … aku ngiler!

34 thoughts on “Mango Sticky Rice, Si Manis Dari Thailand

  1. Ikut ngebayangin rasanya, hahahha sukar dilukiskan ya mba?
    aku suka ketan, tapi kalau dicampur sama durian. Tapi kalau sama mangga belum pernah.
    Enak kali ya, aih … semoga lain kali bisa bertandang ke Thailand dan ngecobanya langsung. hehehe

  2. Kalo ketan campur duren sih udah jadi kudapan favorit sejak kecil.
    Tapi kalo ketan plus mangga?
    Hmm … Kebayang segarnya sih tapi kok penasaran ya?
    Coba … Enggak … Coba … Enggak …

  3. Saya lihat juga nih mbak di timeline saya. Malahan ada teman yang jual juga tapi jauuuh. Masih ga kebayang juga di saya gimana rasanya ketan plus susu plus mangga. Kalau ketan di sini dijualnya sama serundeng. Hehehe…

    1. Haha iya, indoneaia banget klo ketan dan serundeng, cobain sesekali deh ketan yg dimasak agak lembek, disiram kuah santan kental yang diberi gula garam, trus mangga jangan lupaaa.

  4. Ya Allah..ini emang yang paling dikangenin dari thailand..rasanya masih kebayang sampe sekarang. Aku dulu beli di floating market pattaya dan enaak banget..kapan bisa kesana lagi ya..hehe

  5. Manggaaaa….buah favorit saya, Mbak. Puding mangga atau es krim mangga…ah, bisa kalap ngehabisinnya hihihi…
    Tapi…saya belum pernah makan Mango sticky rice, enak ya, Mbak Noe…??
    Dari pemaparannya, keliatan enaak…

  6. Aduh jadi pengin nyobain mango sticky rice. Itu mangganya mateng ya Noe?
    Belum pernah makan mangga mateng dengan ketan gitu, pernahnya cuma makan pencit dicocol kecap manis dimakan dengan nasi atau dibuat sambal pencit aja hahaha.

  7. Hihihi aku kalau nge foto makanan, masih kayak foto nya mbak Noe yang katanya masih belum bisa foto itu.. hmmm aku mah traveller asal ada foto ga bisa moto pake ala ala artis ig huahaaha.

    teruss sticky rice itu aslinya apa mbak kalau di thailand ? beneran ketan ?

  8. Issss sepertinya saya juga bakal suka nih mba. Manggo aja udah bikin ngiler. Apalagi dimakan pakai ketan yang dikasih snatan. Bikin lgi mba noe. Biar dikata gagal pasti tetap bakalan enak. Habis bikin undang2 kita makan2 mba.. siap menampung.. hihi

  9. Mbak, jadi ngiler dan rindu Mango Sticky Rice.
    Aku juga waktu ke Bangkok, jajannya di Mango Tango tapi bukan yang di Siam. Di Jakarta tahun lalu sempat ada yang jual, tapi rasa nasi ketannya terasa berbeda.
    Semoga bisa ke Bangkok lagi biar bisa makan Mango Sticky Rice lagi. Aamiin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.