Kuliner

Makanan Terenak Saat di Pulau

Gelaran Festival Krakatau di Lampung sudah usai. Dan aku bersyukur aku bisa melewati masa-masa envy karena masih belum bisa ikut warna-warni acaranya. Eh, hari ini malah lihat status teman di Makassar yang update soal keberangkatannya ke Selayar untuk mengikuti acara Festival Takabonerate. Yes, I am sick and really need vitamin sea. Hoho.

Pantai Liang Kareta

Kebayang deh tuh pantai yang kece di Pulau Tinabo. Dengan pesona sunset dan sunrise. Dan semua keindahan yang ngga bosen-bosennya aku ceritakan di blog. Wkwk. Maaf kalau ada yang bosan baca.

Anyway, selain vitamin sea, yang paling aku kangenin kalau mbolang ke pulau kecil dan terpencil adalah makanannya. Mungkin karena kebawa suasana ya, jadi makan apa pun enak lah bawaannya. Atau bisa jadi juga karena lidah sudah bosan dengan menu catering harian untuk kantor yang selalui ditemui saat kerja.

Nah berhubung sekarang lagi ngga bisa mantai. Boleh lah aku mengenang makan best of the best yang pernah aku santap saat mbolang ke pulau-pulau.

Sayur Asem Batok Kelapa

Sudah berkali-kali aku bikin open trip ke Krakatau. Salah satu yang ngangenin adalah sensasi makan sayur asem pakai batok kelapa sebagai mangkoknya. Makannya di pinggir pantai sambil menikmati semilir angin. Memandang ke laut lepas. Mendengar musik alam perpaduan dari deburan ombak, dan suara gesekan daun yang ditiup angin.

Pulau sebesi

Eh ngelantur. Kembali lagi ke makanan. Biasanya, aku dan rombongan trip tiba di Pulau Sebesi pada jam makan siang. Pulau Sebesi adalah pulau yang berpenghuni yang biasa dijadikan tempat menginap para backpacker. Lokasinya cukup dekat dengan gunung anak Krakatau.

Saat tiba, ada welcome drink berupa kelapa muda. Habis welcome drink, kami dijamu lagi dengan menu makan siang that is so satisfying. Nasi, sayur asem, goreng ikan, ayam, tempe, tahu, orak arik kentang, kerupuk, sambel terasi, dan tak lupa buah pisang.

Makan sayur asem dengan batok kelapa sebagai mangkok, awalnya karena terpaksa. Soalnya ngga disediakan mangkok. Sementara aku lebih suka memisahkan sayur berkuah dalam mangkok ketika makan. Iyee, ngga terlalu suka kalo semua sayur dicampur aduk dalam satu piring.

Aku bawa semua makanan yang sudah kuambil dalam piring dan batok kelapa ke pinggir pantai, lalu makan di spot paling asik. Yaitu di bawh pohon waru. Amboi sedapnya! Dan semenjak pengalaman pertama ke Krakatau dan Pulau Sebesi itu, setiap balik lagi ke sana, aku selalu request, menu makan hari pertama harus selalu sama seperti dulu. Haha.

Aci Tusuk

Berhari-hari berada di pulau ternyata bikin kangen jajan juga. Ngga heran kalau aku terlalu girang waktu nemuin jajanan ketika di Pulau Rajuni Bakka. Aku ke sana bersama rombongan traveler saat mengikuti Festival Takabonerate tahun 2014. Berhari-hari ketemu makanan yang sama rasanya bosan. Nasi, ikan, mi. Mau jajan tapi ngga ada indomaret. Wkwkwk. Namanya juga pulau kecil. Air tawar aja ngga ada kok mau ngarep ada minimarket.

Nah, begitu ada agenda jelajah pulau, ada rasa senang. Karena beberapa pulau yang akan dikunjungi adalah punya berpenghuni. Pasti ada toko lah di sana. Benar saja, saat menyusuri perkampungan suku Bajoe, ada banyak toko. Langsung kalap beli biskuit dan roti.

Dan semakin girang aja ketika melihat ada yang jual jajanan unik di kolong rumah panggung. Mereka menyebutnya siomay. Aku melihatnya malah seperti cilok. Eh tapi kok digoreng? Habis digoreng kok ditusuk-tusuk? Oh, sebut saja aci tusuk. Haha.

Soalnya rasanya makanan itu terbuat dari aci, campuran terigu dan ikan. Sebelum digoreng, bola aci dicelupkan ke dalam telur lalu digpreng dan ditusuk ke sebatang lidi. Cara makannha dicocol sambal dulu. Pokoknya itu makanan terenak se-Takabonerate deh.

Barbeque

Balik lagi ke Pulau Sebesi di sekitaran gunung Anak Krakatau. Malam hari adalah saat yang asik buat ngumpul bareng teman dan barbeque-an di pinggir pantai. Ikan yang dibakar masih segar dan baru ditangkap sore. Jadi memang asli enak banget walau cuma dimakan sama sambal kecap.

Nah, kalau perut kenyang dan kebutuhan energy tercukupi, plus hati gembira, malamnya kita bisa tidur nyenyak deh. Stamina pagi kembali fit dan siap explore lagi. Dan lagi, jadi siap pulang lalu kembali beraktifitas seperti biasa. Back to work ya tentunya untuk bertemu lagi dengan menu catering kantor sehari-hari. Haha.

15 thoughts on “Makanan Terenak Saat di Pulau

  1. Sepemikiran sama mba Rusydina, saya pikir itu takoyaki. Masaknya di kolong panggung ? Berarti jarak antara kolong ke rumahnya lumayan ya mba, walah itu mah kaya rumah lantai dua kali ya kalau di Bekasi mah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.