Lomba Blog, NOE's Mind

London, let love lead the way

“Hi, nice shirt!”

Pagi itu 9 April 2014, saat aku sedang berjalan di tepian sungai Malaka – Malaysia, seseorang menghentikan langkahku dengan kata pujiannya. Aku tersenyum dan mengucap terima kasih kepada lelaki bule itu. Dalam hati aku menebak-nebak. Mungkin dia orang London.

“Love me or leave me at London,” kali ini dia mengeja sebuah kalimat yang tertulis di T-shirt yang aku kenakan. “Do you know what that’s mean?” Tanyanya.

“Sure!” jawabku. “It’s something like… please don’t break my heart. Or if you wanna do that, you better leave me at London,” tertawa. “You know, London is a beautiful country. May be I could forget my pain about love easily if I were there,” lanjutku. Kali ini dia pun ikut tertawa.

_MG_8492_1

Perkenalan yang unik. Aku tidak pernah menyangka bahwa gara-gara T-shirt aku bisa mendapat teman baru. Seorang pelancong dari London yang saat itu sedang menikmati cantiknya kota Malaka.

Aku jadi ingat teori ‘Six Degree of Separation” yang dicetuskan oleh Fringyes Karinthy pada tahun 1929. Teori ini mengatakan bahwa setiap manusia di bumi ini memiliki hubungan dengan siapapun manusia lainnya, dan hanya terpisah sejauh 6 orang. Dengan kata lain, dua orang yang tidak saling kenal di dunia ini dapat dihubungkan satu sama lain melalui 6 pihak, atau bisa jadi kurang dari itu.

Kamudian aku berhayal. Mungkinkah aku bisa berkenalan dengan Kate Midleton atau pangeran Charles yang ganteng? Siapa tau saja Addy, teman baru yang kukenal melalui pertemuan tak terduga di Malaka itu punya hubungan kekerabatan dengan ratu Inggris. Ya, who knows?

Tapi apa iya aku kepingin ke Inggris hanya karena ingin berkenalan dengan keluarga kerajaan? Ya enggak juga, itu sih fikirannya my criminal brain yang kadang agak liar. Pertanyaan sesungguhnya, mengapa aku harus ke Inggris? Yakin ingin ke Inggris? Biayanya malah lho!

Hmm… Untuk bisa ke Malaka saja aku memanfaatkan tiket promo yang ditawarkan oleh sebuah maskapai penerbangan yang memiliki tag line “Now Everyone Can Fly”. Meskipun tiket promo yang ditawarkan dengan harga super murah itu baru bisa digunakan setahun kemudian setelah dibeli.

Seorang teman pernah bertanya padaku. Bagaimana jika setelah tiket itu dibeli tapi ternyata gagal berangkat karena ada satu hal yang menghalangi. Ya, manusia memang tak pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Tapi aku bukan tipe orang yang mudah menyerah.

Membeli tiket promo bagiku adalah one step ahead untuk mewujudkan impian keliling dunia. Berusaha membuat segalanya berjalan lancar adalah tahapan selanjutnya. Seperti menabung untuk akomodasi jalan-jalan, menyelesaikan pekerjaan kantor dengan baik, dan memastikan semua akan baik-baik saja jika aku cuti dalam waktu beberapa hari untuk jalan-jalan. And yeah, well done!

Satu hal yang aku yakini dalam hal impian adalah Low of Attraction. Bahwa apa yang menguasai fikiran seseorang cenderung menjelma menjadi kenyataan. Fikiran negatif akan menarik kejadian negatif dalam hidup, begitu juga dengan fikiran positif yang akan menarik lebih banyak kejadian positif. Aku memilih untuk terus memelihara impian keliling dunia dan keep positive thinking, bahwa suatu hari impian itu pasti bisa menjadi nyata. Pasti!

Barangkali itu sebabnya T-shirt London itu tak pernah ketinggalan setiap kali aku pergi traveling. Kubiarkan T-shirt itu tidak sekedar membalut tubuhku, namun sekaligus mempengaruhi alam bawah sadarku untuk terus merindukan London. Karena London adalah salah satu negara di Eropa yang sangat ingin aku datangi.

Mr. Potato

Sekarang, ayo tanyakan lagi padaku. Mengapa aku harus ke Inggris? Jawabannya sederhana, karena aku suka jalan-jalan, dan karena aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dan mengikuti Mr. Potato Blog Competition adalah salah satu langkah untuk mewujudkan impian itu.

Hanya itu alasannya? Tentu saja tidak. Seperti apa yang sempat aku katakan kepada Addy saat perkenalan kami bulan lalu. London adalah negara yang cantik. Ada banyak tempat mengagumkan yang bisa membuat siapa pun berdecak kagum. Membaca buku fiksi dengan latar London saja membuat air liurku meleleh-leleh ingin ke sana. Apa lagi jika menginjakkan kaki langsung! Atau saat melihat fofo-foto perjalanan yang dishare para traveler yang sudah berhasil mengunjungi London. Aku mupeng beraaattss.

Lebih dari sekedar keinginan untuk menambah daftar negara yang ingin aku datangi dalam rangka mewujudkan impian keliling dunia. Atau sekedar berfoto dengan latar belakang icon-icon terkenal di London.

Bagiku, setiap kali mendatangi suatu tempat yang sangat jauh dari rumah, entah itu di dalam maupun di luar negeri, selalu banyak pengalaman baru yang bisa memperkaya hidup. Cerita baru, palajaran baru dan penemuan arti kehidupan. I’m curious, pengalaman dan pelajaran hidup seperti apa yang akan aku dapatkan di London?

Ah, London, let love lead the way… LOA bekerja!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.