#10daysforASEAN

Laos bisa belajar dari Lengkuas

Sumber foto: soulbluzer

Dan ketika saya sedang sibuk-sibuknya dengan persiapan acara tanggal 1 September 2013, satu-satunya hal yang membuat saya deg-degan adalah tantangan #10daysforASEAN di hari keenam. Setiap hari semakin berat, dan tema berikut yang teramat-sangat membuat kepala semakin berdenyut.

Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya.

Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN. 

Sekilas tentang Laos

Untuk menjawab tantangan ini, hal pertama yang harus saya lakukan tentu saja membaca. Lagi-lagi, wikipedia adalah situs favorite sebagai rujukan. Dari sinilah saya mengetahui tentang Laos sebagai negara yang sama sekali tidak berbatasan dengan laut. Tentang partai tunggal yang berkuasa dan ketidak bebasan berpendapat. Tentang sejarah pahit sebagai negara terjajah selama ratusan tahun, seperti halnya Indonesia.

Selin itu saya juga membaca informasi tentang lambatnya pertumbuhan ekonomi Laos.  Hal ini disebabkan karena banyaknya perpindahan penduduk Laos ke luar negeri. Perpindahan ini dilakukan oleh orang-orang terutama mereka yang berpendidikan tinggi karena kurangnya lapangan kerja.

Belajar dari Lengkuas

Terinspirasi dari bumbu dapur yang namanya sama dengan nama negara yang sedang dibahas hari ini sebagai tantangan #10daysforASEAN. Laos atau dengan nama lain lengkuas. Credit lengkuas memang tidak selalu dipakai dalam setiap masakan. Namun, lengkuas tetap saja menjadi bumbu yang harus diperhitungkan dalam masakan tertentu.

Berbeda dengan bawang yang harus selalu ada dalam masakan apapun. Nasi goreng, sambal, sayur tumisan, sop, lodeh, opor, dan segala macam sayur sampai ke gorengan seperti bakwan atau tempe goreng. Semua butuh bawang. Tetapi lengkuas, hanya di masakan tertentu saja. Meskipun dia bisa digunakan sebagai bumbu pada masakan lain yang umumnya tidak menggunakan lengkuas, namun itu kembali ke soal selera yang unik.

Tapi coba kita ingat lagi, ada beberapa masakan yang sangat terkenal dan lengkuas menjadi bumbu utama yang harus ada didalamnya. Contoh; rendang. Atau yang lebih extrem lagi yaitu satu masakan yang namanya bahkan menkreditkan nama lengkuas. Masakan itu adalah ayam goreng lengkuas.

Apa hubungannya negara Laos dengan lengkuas? Begini, Laos dikatakan teggelam dalam bayang-bayang negara tetangganya yang sudah lebih dulu maju. Saya fikir ini sama dengan tenggelamnya kredit lengkuas dalam sebuah masakan. Akan tetapi, jika manusia sebagai subjek mau berkreasi dan menggali potensi, lengkuas atau Laos pasti bisa memunculkan dirinya, mengangkat namanya sehingga menjadi primadona.

Sektor Ekonomi

Pada 2004 saat Laos mulai membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain untuk bekerjasama dalam berbagai bidang. Sektor ekonomi dan menurut saya adalah sektor terpenting sebagai investasi diplomatik dengan negara-negara ASEAN.

Dan kembali pada kredit lengkuas pada ayam goreng lengkuas. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Laos dapat mulai menggali, potensi apa yang bisa ditonjolkan dari Laos?

Untuk memajukan iklim ekonomi ini tentu dipengaruhi kuat oleh politik Laos itu sendiri. Pemerintah perlu membuat kebijakan-kebijakan yang mendukung untuk menarik investor asing agar terbuka banyak lapangan kerja, serta meningkatkan nilai export.

Promosi pariwisata juga bisa berperan dalam meningkatkan geliat pertumbuhan ekonomi. Seperti yang semua orang tau, traveling saat ini memang sedang menjadi trend. Laos bisa belajar dari Thailand yang sudah sukses dalam bidang pariwisata.

Setiap negara pasti memiliki keunikan yang bisa dijadikan unggulan. Meski Laos tak memiliki pantai seperti Thailand dengan Pattaya yang menurut penuturan beberapa teman saya visibilitinya tidak begitu bagus, namun Thailand mampu mem-packaging sedemikian rupa sehingga wisatawan manca negara berbondong-bondong datang, Laos punya alam yang bergunung dan berlembah. Ada sungai Mekong yang dikenal dunia. Juga keberagaman budaya Laos yang kesemuanya itu bisa dijadikan daya tarik wisata.

Semoga, Laos segera bisa keluar dari bayang-bayang dan maju bersama-sama negara ASEAN lain dengan adanya komunitas ASEAN 2015. Laos, pasti bisa seperti lengkuas sebagai kuda hitam.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.