World of NOE

Kuat Dari Dalam, Untuk Banyak Petualangan Seru

Menjelang sore di Pantai Tanjung Kelayang, abang Ranu terlihat murung. Padahal sebelumnya, dia sangat bergembira bermain pasir, berlarian kesana kemari dan bahkan tertawa bahagia saat tubuh kecilnya tumbang karena dihantam ombak.

Keceriaan itu hilang saat aku mulai mengajaknya membersihkan badan, lalu beristirahat sambil isi perut di rumah makan sekitar. Awalnya kukira dia murung karena masih ingin bermain. Soalnya dia juga tidak mau makan saat coba aku suapi. Dia hanya mau minum susu dan makan sedikit biakuit. Itu juga setelah dirayu-rayu. Maka setelah makan, aku coba kembali mengajaknya bermain ke pantai. Tetapi yang ada dia malah semakin rewel. Sampai akhirnya aku mengetahui apa yang membuatnya tak nyaman.

Saat menangis, kulihat dia menarik-narik popoknya. Feelingku mengatakan kalau dia sedang ingin poop tapi susah keluar. Karena memang setelah kuingat-ingat, sudah 3 hari sebelum kami traveling ke Belitong, dia belum buang air besar. Lalu aku cek dengan membuka diapersnya. Benar saja, dia konstipasi!

Ada kotoran keras yang di “ambang pintu” dan susah dikeluarkan. Sekeras apapun abang Ranu ngeden, tetap saja tidak bisa. Aku jadi bingung harus bagaimana. Rasanya ingin ikut menangis karena kasihan. Terfikir untuk beli pencahar yang langsung dimasukkan ke anus, tapi urung. Obat itu kan harus berdasar resep dokter, jadi tidak boleh lah aku sembarangan ke apotik dan membelinya. Akhirnya aku pakai jurus pamungkas. Kukeluarkan kotoran yang keras itu dengan cara mencungkil menggunakan jari. Ups! Maaf kalau ceritanya jadi agak jorse.

Potongan kecil dari cerita perjalananku di atas hanyalah satu dari banyak persoalan yang cukup membuatku panik. Barangkali, banyak ibu lain yang juga mengalami kepanikan karena konstipasi pada anak. Ibu mana tak merasa kasihan? Ibu mana tak bersedih hatinya jika melihat anak kepayahan? Dan hampir dapat dipastikan, bahwa seluruh ibu di dunia ini ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan berkembang dengan baik.

Barangkali, itu yang melatar-belakangi edukasi tentang tumbuh kembang anak gencar dikampanyekan oleh banyak pihak. Tak terkecuali brand susu Friso yang pada Sabtu, 2 Desember lalu menggelar moms blogger gathering bertema “Nutrisi Dalam Keadaan Alami, Kuat Dari Dalam”.

Nutrisi Dalam Keadaan Alami, Kuat Dari Dalam

Ada 3 nara sumber yang dihadirkan. Mereka adalah dr. Diana F. Suganda, MKes, SpGK (Dokter spesialis gizi klinik), dr. Aulia Fitri Swity, SpA, MKes (dokter spesialis anak), dan dr. Rulli P. A Situmorang (Medical Marketing Manager Friso).

Dalam materi yang disampaikan, ketiganya menekankan bahwa anak-anak harus mendapat nutrisi alami. Nutrisi alami akan lebih mudah terserap secara sempurna oleh tubuh, sehingga anak-anak kuat dari dalam. Anak-anak yang kuat dari dalam, yaitu mereka yang jarang sakit, akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya. Selain itu, nutrisi juga berperan penting terhadap perkembangan emosi dan proses belajar untuk perkembangan otak.

Pertanyaannya, bagaimana caranya?

Ada 3 catatan penting yang dapat aku simpulkan dari keseluruhan materi, yaitu tentang bagaimana memberikan asupan nutrisi alami yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Cara mencukupi kebutuhan nutrisi dalam keadaan alami agar anak kuat dari dalam;

Pertama, ikuti pedoman gizi seimbang. Dulu, dalam hal makan sehat, kita mengenal istilah 4 sehat 5 sempurna. Sekarang, hasil penelitian terbaru menganjurkan agar mengonsumsi menu bintang 5 saat makan.

Menu bintang 5 ini harus sesuai dengan pedoman gizo seimbang, yang mana setiap makanan dikelompokkan sesuai jenisnya dalam bentuk piramida. Kelompok makanan/minuman yang paling bawah berarti yang harus dikonsumsi paling banyak setiap harinya. Dalam 1 hari, sebaiknya minum air putih minimal 2 liter. Dan komposisi dalam 1 x makan, sebaiknya adalah 30% makanan pokok, 30% sayuran, 20% lauk pauk, dan 20% buah.

Kedua, jangan memasak bahan makanan secara berlebihan. Saat dimasak, kandungan nutrisi dalam bahan makanan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, sebaiknya proses memasak bahan makanan jangan berlebihan. Misalnya, jika protein dipanaskan dengan suhu tinggi, maka akan terjadi denaturasi protein. Atau dalam bahasa sederhananya, kandungan proteinnya akan rusak.

Begitu juga jika memasak sayuran, sebaiknya jangan terlalu matang sampai kerenyahan sayuran menjadi hilang sama sekali. Apalagi kalau memasak sayur sekaligus banyak agar tidak cepat habis dan bisa dihangatkan berkali-kali. Jangan! Karena itu artinya kita makan dengan sayuran yang sudah hilang nutrisinya.

Oya, coba cek contoh hidangan sehat dan lezat, serta cara memasaknya berikut ini. Siapa tau mau coba masak sendiri di rumah.

Ketiga, lengkapi dengan susu bernutrisi alami. Sebenarnya, susu tidak wajib dikonsumsi apabila nutrisi yang dibutuhkan sudah tercukupi dari makanan dan minuman. Tetapi, para ibu juga kerap menghadapi masalah anak susah makan. Baik berupa picky eater, atau malah GTM (gerakan tutup mulut) untuk setiap makanan yang ditawarkan. Ya, seperti yang kualami pada Abang Ranu saat ini.

Untuk anak-anak dengan masalah seperti itu, biasanya para ibu akan memberikan susu pada anak untuk membantu melengkapi nutrisinya. Dan, lagi, aku juga. Aku masih memberi susu pada abang Ranu walau saat ini umurnya sudah lebih dari 2 tahun. Soalnya dia benar-benar membuatku pusing kalau soal makan. Semua ditolak. Stres kan?

Maka kufikir, susu bisa jadi asupan yang bisa diandalkan, sambil tetap berusaha agar ia mau makan setiap hari, walau sedikit. Tetapi ternyata aku salah, karena tidak semua susu kandungan nutrisinya masih baik dan alami. Terutama produk susu yang telah melalui 2 kali pemanasan saat proses produksi (double process). Proses pertama yaitu proses produksi dari susu segar menjadi bahan baku. Lalu bahan baku tersebut dibawa ke pabrik untuk proses kedua, yaitu diproduksi menjadi barang jadi berupa susu bubuk.

Namun tidak demikian dengan Friso. Dr. Rulli P. A Situmorang menjelaskan bahwa Friso hanya melalui 1 kali proses produksi (single process). Ini karena Friso memiliki peternakan sapi perah sendiri. Sehingga susu segar bisa langsung dibawa ke pabrik dan langsung diproduksi menjadi susu bubuk. Selain itu, Friso juga menggunakan teknologi Locknutri untuk menjamin kandungan nutrisi masih dalam keadaan alami. Eum, jadi pingin kasih Friso ke abang Ranu deh kalau begini. 😆

(note: selengkapnya tentang teknologi Locknutri dan Single Process Friso bisa dibaca di www.friso.co.id)

Nutrisi Alami Untuk Petualangan Seru

Sejujurnya, setiap kali melihat Abang Ranu bermain di pantai, tanpa takut dihantam ombak, aku teringat dengan iklan Friso di TV.

Memang benar juga sih, tagline dalam iklan itu. Bahwa nutrisi alami bisa mengantarkan anak-anak pada banyak petualangan seru. Kalau asupan nutrisi alaminya tercukupi, anak-anak bisa tumbuh sehat. Kalau sehat, mereka bisa bebas bermain. Saat bermain, anak akan banyak belajar dari apa saja yang mereka temui dan lihat. Semakin banyak belajar, otak akan berkembang dengan optimal.

Berbeda kalau anak sakit, proses belajar sambil bermain akan terganggu. Seperti abang Ranu yang mengalami konstipasi, saat kami sedang traveling ke Belitong pada Mei 2017 lalu. Oya, konstipasi adalah salah satu tanda pencernaannya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Hmm, apa mungkin karena susunya tidak cocok ya? Kemarin aku sangat ingin menanyakan hal ini pada nara sumber. Sayangnya aku tidak diberi kesempatan bertanya. Hiks, aku sedih!

Tetapi, setidaknya sekarang aku sudah tau ilmunya. Aku harus berusaha lebih keras lagi nih. Harus bisa mengembalikan nafsu makan abang Ranu, dan harus menghidangkan makanan dan minuman dengan kandungan nutrisi yang masih alami. Demi apa? Yaaa demi abang Ranu yang kuat dari dalam, tumbuh sehat, dan bisa menikmati lebih banyak petualangan seru.

52 thoughts on “Kuat Dari Dalam, Untuk Banyak Petualangan Seru

  1. Wah saya aja yang udah gede kalo konstipasi menderita banget, apalagi kalo yang konstipasinya dede kecil. Perjuangan banget ya Mbak sampe harus dicungkil. Perjuangan seorang Ibu. Hehe… Btw makasih udah share, ilmu banget buat saya yang masih jadi calon Ibu 🙂

  2. Kebayang paniknya kita sebagai Ibu liat anak kepayahan saat konstipasi, dulu Naeema begitu sekarang shanum pernah tapi tidak sesering Naeema. Nutrisi emang penting dan seimbang. Jangan sampai dia nangis dan keringetan cuma karena mau poop. 🙁

  3. klo pencernaan terganggu, semua jadi berpengaruh ya.. dari mulai mood nya anak sampai kemana mana.. kasian 🙁
    acara kemarin emang bagus banget informasinya ya

  4. Aku pernah coba obat pencahar yang dimasukkin ke lubang anus itu. Rasanya aneh, karena dia cuma merangsang di area sekitar anus aja, nggak sampai ke sistem pencernaan. Jadi kayak rangsangan bokernya udah ada, tapi yang keluar tetep nggak optimal.

    Aku tetep mengandalkan kapsul atau kaplet akhirnya.

  5. Anakku baru beberapa bulan ini lepas ASI, sudah mulai suka susu formula, tapi masih ganti2, masih coba bermacam-macam merk, tapi belum pernah coba Friso. Boleh lah nnti klo ke supermarket 🙂

  6. Anakku dulu juga pernah sembelit pas liburan ke Bali.. rencana jadi bubar deh. Emang waktu itu makannya serampangan banget, sekarang kalau traveling aku tetep bawa susu buat tambahan nutrisinya.

  7. Friso rasanya enak dan harganya juga lumayan ya mbak Noe, aku pernah nyoba pas ada promo di mall di Banda Aceh. hehehe, benar banget, pencernaan yang sehat adalah awal dari petualangan yang seru

  8. kalau anak pola makannya bagus, istirahat cukup ditambah lingkungan yang bersih, Insya Allah jarang sakit ya Noe. Nah, sebagai ibu, PR banget nich memberikan nutrisi alami yang baik supaya kuat dari dalam

  9. Memang sangat mengganggu ya masalah pencernaan itu, bikin anak rewel, serbasalah, kitanya juga jadi bingung.. Wah Friso bagus ya, produknya diperhatikan banget kualitas pembuatannya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.