Konspirasi antara saya dan Acer Aspire E1-432

Akan tetapi, akan menjadi sangat berbeda jika pertanyaan itu dibalik. Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1?

Acer Aspire E1-432

Ini bukan lagi soal kecanggihan Acer Slim Aspire E1 yang didukung oleh prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis. Karena seperti yang sudah saya sebutkan di paragraf pertama postingan ini, Acer Slim Aspire E1 sudah tidak diragukan lagi keunggulan dan kelebihannya. Maka untuk pertanyaan di paragraf kedua ini, saya merasa perlu jawaban yang lebih dari sekedar; karena saya adalah seorang emak yang aktif dan mobile. Atau, karena saya adalah seorang traveler dan blogger, dan saya membutuhkan notebook keren seperti Acer Aspire E1-432 untuk kebutuhan saya.

Buat saya, pertanyaan ini adalah soal bagaimana menilai diri sendiri. Atau sama halnya seperti pertanyaan Sang Bulan kepada si Punguk. “Hai punguk, apa yang membuatmu pantas bersanding denganku?”

Menilai diri sendiri, menurut saya adalah hal yang sulit. Kalaupun bisa, saya khawatir akan menurunkan kadar objektivitasnya. Maka, untuk mendapatkan jawaban yang lebih onjebtif dan sekaligus untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis, saya mencoba brain storming dengan bertanya kepada teman-teman saya di sebuah grup facebook. Pertanyaannya seperti ini;

Mau tanya teman2 alias brain storming… saya harus menulis dengan tema ini:

Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.

jadi menurut teman2, mengapa saya layak memiliki Acer Slim Series?

Saya tertarik dengan komentar dari teman yang sering membuat plesetan bahwa ACER adalah singkatan dari Awas CEpat Rusak. Pertanyaan lain kemudian muncul di benak saya. Apa benar, peringatan awas cepat rusak itu hanya ditujukan kepada merk Acer?

Kalau menurut pendapat saya pribadi, notebook jenis apapun jika digunakan dengan tidak sebagaimana mestinya, pasti akan cepat rusak. Penggunaan yang tidak sebagaimana mestinya seperti, digunakan untuk main game atau meng-install banyak game atau software berat. Padahal seharusnya spesifikasi notebook tersebut tidak terlalu mendukung. Apalagi jika menghentak-hentak keyboard notebook terlalu keras saat main game. Atau, menggunakan notebook dengan baterainya, bersamaan dengan menyambungkannya ke listrik dalam jangka waktu yang lama. Tentunya hal ini akan membuat baterai cepat soak. Seperti notebook saya di rumah. Hihihi.. 😀 *curhat

Dan saya yakin, semua produk, tak terkecuali notebook Acer, pasti sudah melalui berbagai riset. Dan satu alasan mengapa setiap notebook yang beredar di pasaran, kita akan mudah mendapat informasi spesifikasi, itu karena kita sebagai pengguna diharapkan untuk dapat menggunakan notebook secara bijak.

Jika demikian kenyataannya, saya rasa untuk menjawab pertanyaan Sang Bulan, si Punguk bisa dengan cukup atau bahkan penuh percaya diri menjawab seperti ini; “Aku hanya punya cinta yang dibalut dengan ketulusan hati. Dan aku percaya, semua kebahagiaan bersumber dari cinta yang tulus. Aku berjanji, kau akan berbahagia bersama cintaku.”

Lalu, bagaimana dengan jawaban saya untuk pertanyaan mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1? Saya sendiri telah mengaku jatuh cinta pada Acer Aspire E1-432 pada postingan pertama untuk tantangan W1 dalam #30HariBlogChallenge. Ya, saya jatuh cinta setelah memahami detil spesifikasi dan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Acer Aspire E1-432 ini.

Sepertinya kita semua setuju, jika cinta memiliki kekuatan untuk bisa selalu memberi kebahagiaan demi yang kita cintai. Dan betapa perihnya hati kita jika menyadari bahwa kita sudah mebuat luka pada ia yang kita cintai. Sekarang mari sejenak kita bayangkan, seandainya yang kita cintai itu adalah Acer Aspire E1-432. Masih tegakah kita menggunakannya dengan semena-mena? Kita pasti akan merawat ia dengan baik, dan membuktikan, bahwa cepat rusak atau tidaknya suatu notebook adalah tergantung pada kita sebagai penggunanya.

Selain cinta yang saya tawarkan kepada Acer Aspire E1-432 ini, saya juga menawarkan sebuah konspirasi. Saya dan Acer akan berkonspirasi untuk saling mendukung dalam hal-hal positif yang bisa kita lakukan bersama. Berbagi dan menginspirasi. Melalui dunia blogging yang juga saya cintai. Memang, sekarang tulisan saya, secara kualitas sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan para penulis yang sudah mampu menyebarkan inspirasinya secara luas dan diakui.

Tapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah semangat. Saya punya semangat untuk belajar. Seperti semangat Acer untuk terus memperbaiki kualitas dan terus berinovasi demi menyuguhkan produk-produk terbaik.

Maka, apa yang mungkin terjadi jika semangat positif itu bersatu dengan semagat Acer untuk terus memperbaiki diri dan menginspirasi? Keep writing for blogger, keep innovating for Acer, and keep inspiring for us.

One thought on “Konspirasi antara saya dan Acer Aspire E1-432”

  1. kalau laptop saya acer udah rusak, mati tiba2 padahal ga overheat. dan ternyata keluhan saya juga dialami oleh banyak pengguna acer yg lain.

    kalau saya sih lebih yakin sama si asus, meskipun saya bukan pengguna asus tpi buktinya udh banyak kalau daya tahan laptop ini memang oke.

Leave a Reply