Tips and Tutorial

Komitmen & Tip Hemat Belanja Ramadhan

 

Aku baru saja dapat kabar tidak enak. Ibuku sakit. Sedihnya, aku tidak bisa pulang sekarang-sekarang ini. Yang bisa kulakukan, hanya menelepon atau video call. Juga memastikan ibu disiplin meminum obatnya dan rutin kontrol ke dokter sampai benar-benar pulih. Apalagi sebentar lagi Ramadhan tiba. Puasanya bisa terganggu kalau ibu sakit.

Ngomong-ngomong soal ibu di kampung halaman, aku teringat sebuah kisah sedih. Tentang srorang bapak tua dengan 4 orang anak, tetapi tinggal sendirian dengan kondisi memprihatinkan. Penghasilan tidak menentu dan hanya sekedar untuk makan. Atap rumahnya bocor dimana-mana, sehingga jika musim hujan, ia tetap kehujanan di dalam rumah. Bagiku itu sebuah tamparan keras. Apa pantas aku bertanya, anak bapak itu pada kemana sih, kok ngurus satu orang bapak aja nggak bisa? Sementara aku sendiri saja jarang menengok ibu. Paling banter setahun sekali saat mudik lebaran.

 

Tapi sekarang aku janji, akan lebih memperhatikan ibu. Walau kesibukan menyita waktu, walau jarak terpisah pulau dan lautan, setidaknya aku masih bisa menjadi ada. Dan untuk itu, aku sudah membayangkan, Ramadhanku tahun ini, akan menjadi Ramadhan extra untukku di Serang, juga untuk ibu di Lampung. Karena mulai sekarang, dimana hanya tinggal menghitung hari menuju Ramadhan, aku akan lebih sering menelepon ibu setiap harinya, tetap mendampingi anak-anak belajar puasa, tetap aktif menemani para balita belajar bertumbuh dan berkembang, tetap semangat belajar fotografi bayi, tetap produktif ngeblog, dan tentu saja … tetap bekerja 5 hari seminggu.

Ngomong-ngomong, dengan komitmen sebanyak itu, kapan me time-nya? 😆

 

Dulu, sebelum hidup menjadi seriweuh sekarang, me time kesukaanku biasanya adalah traveling. Seiring bertambah anak, bertambah pula kesibukan, traveling pun makin jarang. Kalaupun sempat traveling bareng anak, tetep aja riweuh. Jadi yaa, kebiasaan me time ikut berubah. Sekarang, me time buatku sederhana saja, sesederhana melakukan transaksi atau belanja online untuk berbagai kebutuhan.

Eits! Tapi jangan berburuk sangka ya. Menjadikan transaksi atau belanja online sebagai me time bukan sesuatu yang negatif kok. Malah bisa makin hemat. Dan nggak cuma hemat waktu atau tenaga, tetapi juga hemat uang. Apalagi jika transaksinya di Tokopedia. Dan untuk kebutuhan Ramadhan, memilih Tokopedia untuk berbagai kebutuhan juga merupakan ide bagus. Mengapa? Ini alasannya!

5 Cara Menghemat Budget Pengeluaran Ramadhan Dengan Tokopedia

1. Belanja & bayar tagihan di Tokopedia

Semenjak Tokopedia menyediakan berbagai layanan pembayaran, aku jadi banyak terbantu. Belanja dan bayar berbagai tagihan dari rumah aja. Nggak perlu lagi ke ATM atau ke loket/bank cuma untuk bayar listrik. Nggak usah lari ke konter kalau kehabisan pulsa atau paket data. Cukup buka aplikasi Tokopedia aja. Dengan begitu aku nggak perlu keluar biaya ongkos atau bensin motor, nggak perlu jajan cendol atau es kepal milo kalau capek antri dan kepanasan. Hihi. Lagian ya, aku pernah punya pengalaman nggak enak, kehilangan anak di pasar menjelang lebaran.

2. Pastikan hanya belanja yang dibutuhkan saja

However, Tokopedia itu nggak ubahnya seperti mall. Ada banyak sekali toko yang menjual berbagai barang. Jadi awas, jangan sampai tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Biasa kan, suka laper mata. Ujung-ujungnya belanja kompulsif dan tekor sendiri. Misalnya, butuhnya beli kurma aja, eh, yang dibeli kirma dan toples cantik, dengan dalih “ini cakep banget buat nyimpen kurmanya”, padahal taperwer dan lok n lok udah menuhin rak dan itu bisa banget buat nyimpen kurna doang mah. Haha 😆 Untuk menghindari hal itu, biasanya aku langsung pilih menu pencarian setelah buka aplikasi Tokopedia, ketik barang yang dibutuhkan, klik beli dan langsung bayar.

3. Cermat memilih harga

Oya, masih berhubungan dengan tip nomor 2 di atas, setelah keluar semua hasil pencarian, biasanya aku filter lagi untuk mendapatkan harga terbaik. Karena biasanya, ada banyak toko menjual barang yang sama dengan harga berbeda.

4. Beli dari toko/seller terdekat

Selain pertimbangan harga, lokasibtoko/seller juga jadi bahan pertimbangan. Supaya ongkir ngga terlalu mahal, biasanya aku beli dari seller area Jabodetabek dan Banten, soalnya alamatku kan di Serang. Lain hal kalau belanja untuk dikirim ke ibu di Lampung, sebisa mungkin aku cari seller yang area Lampung juga. Dengan begitu, biasa ongkos kirim bisa ditekan.

5. Manfaatkan diskon dan promo Ramadhan

Selanjutnya yang peling penting, sebelum melakukan pembayaran, cek dulu promo apa yang sedang berjalan di Tokopedia. Kan biasanya suka banyak promo dan diskon tuh. Entah promo gratis ongkir, promo cash back, atau diskon. Salin kode vouchernya sebelum klik bayar. Lumayan banget untuk lebih berhemat lagi.

Sebenarnya, hubunganku dan Tokopedia itu seperti love and hate relationship. Apalagi kalau Tokopedia mulai ngeluarin promo seasonal. Menggoda banget dan rasanya nggak mau ketinggalan. Seperti Ramadhan kali ini, ada banyak promo yang akan dijalankan setiap harinya selama Ramadhan. Eh, sebelum Ramadhan juga udah mulai malahan. Coba deh kalian update aplikasinya, nanti bakal ada kejutan seperti ini nih, dapat ketupat ramadhan berisi hadiah setelah bertransaksi.

Tapi yang paling heboh, tanggal 25 Mei nanti, bakal ada kejutan Ramadhan Extra. Uwuwuu, pas tanggal gajian lagi tuh. Gaswaaat. 😆

2 thoughts on “Komitmen & Tip Hemat Belanja Ramadhan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.